Sigit Hernowo
Politeknik Saint Paul Sorong

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL SEDERHANA DENGAN PANJANG SUDU 1 METER Sigit Hernowo
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.216

Abstract

Pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu jenis pemanfaatan energi terbarukan yang pengembangannya mulai digalakkan lagi seiring dengan keterbatasan bahan bakar fosil. Jenis pembangkit ini sesuai jika digunakan pada skala kecil untuk memenuhi kebutuhan energi di pemukiman-pemukiman terpencil yang jauh dari akses listrik konvensional, terutama pada desa-desa pantai yang memiliki potensi angin memadai. Salah satu jenis turbin angin adalah turbin angin sumbu horizontal. Perancangan turbin angin sumbu horizontal dengan 3 sudu dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek pembebanan dan pemilihan material. Kontruksi dilengkapi dengan menara dan disambungkan ke generator. Pengujian dengan pengoperasian pada kecepatan angin 3, 3,5, 4, 4,5, 5, 5,5, dan 6 m/s. Analisis dilakukan untuk mengetahui daya total, daya maksimal, dan daya aktual yang dihasilkan.
Retrofitting Sambungan Kolom-Balok Beton Bertulang Ekspansi Planar Segitiga dengan Variasi Ukuran Sigit Hernowo; Ade Lisantono
Forum Teknik Vol 37, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.631 KB)

Abstract

Highly seismic activities in Indonesia, that is followed by a lot of high magnitude earthquakes, make awareness of the people to anticipate the damage that caused by this disaster. The Codes of earthquake have changed and are accompanied by the change of seismic region. There must be some efforts to improve the existing building structure. One of the efforts is retrofitting the beam-column joint which is the weakest element of structure in the building when subjected to earthquake loading. Four beam-column joint reinforced concrete specimens, namely SJC, SJ-01, SJ-02, and SJ-03, made of normal concrete and plain reinforcement were tested in this experimental program. Beam with 150 mm width, 250 mm high, and 1500 length be jointed with column that has section area of 250 mm x 250 mm, and 1750 mm length. The specimens of SJ-01, SJ-02 and SJ-03 were retrofitted by triangular voute in lower side of the beam in the beam column joint region with 125 mm, 187.5 mm, and 250 mm side length, respectively. All specimens are tested with cyclic loading using hydraulic actuator. The results show that the increasing strength of specimen SJ-01 and SJ-03 compare to the reference specimen were 12.74% and 10.29%, respectively. While the strength of specimen SJ-02 a little bit decreasescompare to the reference specimen.Keywords: beam-column joint, reinforced concrete, retrofitting, voute, cyclic loading.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PENYETELAN TEKANAN INJEKTOR COMMON RAIL TERHADAP PERFORMA MESIN RISKY FIRMAN SAIFULLAH; SIGIT HERNOWO
Jurnal Voering Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Voering - Desember 2025
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/z6ewpx17

Abstract

Sistem common rail pada mesin diesel memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan efisiensi pembakaran melalui pengontrolan tekanan dan waktu injeksi bahan bakar secara elektronik. Kinerja injektor yang tidak optimal dapat menyebabkan pengabutan yang buruk dan penurunan performa mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi penyetelan tekanan injektor terhadap volume bahan bakar yang disemprotkan serta menghitung nilai daya input mesin yang dihasilkan secara teoritis. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen menggunakan alat uji CR-C common rail injector drive dan injector tester. Pengujian dilakukan pada injektor dengan tiga variasi tekanan injeksi, yaitu 30 MPa, 45 MPa, dan 50 MPa. Adapun parameter elektronik disetel pada frekuensi 20 Hz dengan durasi injeksi (pulse width) sebesar 5,0 ms. Data yang diambil adalah volume semprotan bahan bakar, yang selanjutnya dianalisis untuk menghitung laju aliran massa dan daya input mesin berdasarkan nilai kalor bawah (LHV) bahan bakar solar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan berbanding lurus antara kenaikan tekanan injektor dengan volume bahan bakar dan daya input mesin. Pada tekanan 30 MPa diperoleh daya input sebesar 100,21 kW. Pada tekanan 45 MPa terjadi peningkatan daya menjadi 207,24 kW. Nilai tertinggi dicapai pada tekanan 50 MPa dengan daya input sebesar 237,94 kW. Dapat disimpulkan bahwa pengujian pada tekanan 50 MPa menghasilkan performa daya input paling optimal dalam rentang pengujian ini karena menghasilkan volume injeksi bahan bakar yang lebih besar.