Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANATOMI DAN KUALITAS SERAT DUA PULUH JENIS KAYU DARI KAWASAN BARAT INDONESIA Y l Mandang; Usep Sudardji
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.3.163-208

Abstract

Ciri umum dan anatomi dua puluh jenis kayu dari kawasan Barat Indonesia sudah diamati dan dipertelakan untuk keperluan tdentifikasi serta evaluasi kemungkinan penggunaannya yang sesuai.Untuk kepcrluan identifikasi, beberapa ciri utama dapat di catat: 1) lingkar tumbuh yang jelas pada Kokoona reflexa dan Peltophorum pterocarpa; 2) pembuluh seluruhnva soliter pada Kokoona reflexa dan Xanthophyllum excelsum.; 3) parenkim apotrakea bentuk tangga atau ja!a pada anggota suku Amonaceae and Euphorbiaceae yang diamati; .4) jari-jari satu seri atau hampir seluruhnya satu seri pada Kokoona reflexa, Cococeras sp., Xanthophyllum excelsum, Sonneratia caseolaris dan Gonystylus macrophyllus. 5) serat ada yang bersekat pada anggota Anacardiaceae, Burseraceae dan Meliaceae yang diamati; 6) butir-butir silika dalam serat Santiria laevigata dan dalam jari-jari Cococeras sp., sel minyak pada Cananga odorata dan Mezzettia parviflora,Empat belas dari 20 jenis kayu yang diamati mempunyai serat berkualitas I sampai II sehingga dapat dicoba lebih lanjut untuk dibuat pulp kertas, diantaranya: Cananga odorata, Artocarpus gomezianus, Dracontomelon dao dan Macaranga hypoleuca.Empat jenis kayu mempunyai penampilan dekoratif serta kekuatan yang memadai untuk digunakan sebagai bahan baku mebel indah serta panel hias, yaitu: Kokoona reflexa, Peltophorum pterocarpa, Garcinia nervosa dan Xanthopyllum excelsum.
ANATOMI SEBELAS JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI SUKU MIMOSACEAE, MYRISTICACEAE DAN MORACEAE Y l Mandang
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17915.718 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1994.12.1.9-20

Abstract

Gross and anatomical  features  of  eleven lesser known  wood species of  Mimosaceae.  Myristicaceae and  Momceae  were  observed and  described  for  identification  pueposes.   Fiber  dimension were also  measured   and  evaluated  for  their  suitability  for  pulp manufacturing purposes.Members of Mimosaceae  (Adenanthera pavonina  and Albizia chinensis) are characterized  by homoselular  ray,  paratracheal  pa-renchyma and vestured pit. Further differenttiation  is posibie  based on other characters.Members  of  Myristicaceae (Myristica maxima and  Horsfieldia sylvestris) are characterized by apotracheal banded parenchyma. vessels  mostly in radial multiples and the presence of  taniniferous tube in ray  tissue.Further differentiation  is not possible.No spesific features  Were found  for  Moraups   but  two groups  were  recognized : 1)  those brown in colour  with paratrachealparenchyma and white deposit in some of  their  vessels (5 species) :  2) those white in  colaur, aportracheal  banded,  parenchyma,withoute white deposit in vessel (2 species).  Futher  differentiation of each group is possible up to genera  level.Ten out of eleven species examined contain fibers   with medium  quality. The rest one  species, (Prainea  limpato - Moraceae) contain  fibers with poor quality.
ANATOMI DAN KUALITAS SERAT DUA PULUH JENIS KAYU DARI KAWASAN BARAT INDONESIA Y l Mandang; Usep Sudardji
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2000.18.3.163-208

Abstract

Ciri umum dan anatomi dua puluh jenis kayu dari kawasan Barat Indonesia sudah diamati dan dipertelakan untuk keperluan tdentifikasi serta evaluasi kemungkinan penggunaannya yang sesuai.Untuk kepcrluan identifikasi, beberapa ciri utama dapat di catat: 1) lingkar tumbuh yang jelas pada Kokoona reflexa dan Peltophorum pterocarpa; 2) pembuluh seluruhnva soliter pada Kokoona reflexa dan Xanthophyllum excelsum.; 3) parenkim apotrakea bentuk tangga atau ja!a pada anggota suku Amonaceae and Euphorbiaceae yang diamati; .4) jari-jari satu seri atau hampir seluruhnya satu seri pada Kokoona reflexa, Cococeras sp., Xanthophyllum excelsum, Sonneratia caseolaris dan Gonystylus macrophyllus. 5) serat ada yang bersekat pada anggota Anacardiaceae, Burseraceae dan Meliaceae yang diamati; 6) butir-butir silika dalam serat Santiria laevigata dan dalam jari-jari Cococeras sp., sel minyak pada Cananga odorata dan Mezzettia parviflora,Empat belas dari 20 jenis kayu yang diamati mempunyai serat berkualitas I sampai II sehingga dapat dicoba lebih lanjut untuk dibuat pulp kertas, diantaranya: Cananga odorata, Artocarpus gomezianus, Dracontomelon dao dan Macaranga hypoleuca.Empat jenis kayu mempunyai penampilan dekoratif serta kekuatan yang memadai untuk digunakan sebagai bahan baku mebel indah serta panel hias, yaitu: Kokoona reflexa, Peltophorum pterocarpa, Garcinia nervosa dan Xanthopyllum excelsum.
ANATOMI SEBELAS JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI SUKU MIMOSACEAE, MYRISTICACEAE DAN MORACEAE Y l Mandang
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1994.12.1.9-20

Abstract

Gross and anatomical  features  of  eleven lesser known  wood species of  Mimosaceae.  Myristicaceae and  Momceae  were  observed and  described  for  identification  pueposes.   Fiber  dimension were also  measured   and  evaluated  for  their  suitability  for  pulp manufacturing purposes.Members of Mimosaceae  (Adenanthera pavonina  and Albizia chinensis) are characterized  by homoselular  ray,  paratracheal  pa-renchyma and vestured pit. Further differenttiation  is posibie  based on other characters.Members  of  Myristicaceae (Myristica maxima and  Horsfieldia sylvestris) are characterized by apotracheal banded parenchyma. vessels  mostly in radial multiples and the presence of  taniniferous tube in ray  tissue.Further differentiation  is not possible.No spesific features  Were found  for  Moraups   but  two groups  were  recognized : 1)  those brown in colour  with paratrachealparenchyma and white deposit in some of  their  vessels (5 species) :  2) those white in  colaur, aportracheal  banded,  parenchyma,withoute white deposit in vessel (2 species).  Futher  differentiation of each group is possible up to genera  level.Ten out of eleven species examined contain fibers   with medium  quality. The rest one  species, (Prainea  limpato - Moraceae) contain  fibers with poor quality.