This Author published in this journals
All Journal Jurnal Karkasa
Muhammad Heri Zulfiar
Muhammadiyah University of Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERENTANAN BANGUNAN RUMAH CAGAR BUDAYA TERHADAP GEMPA DI YOGYAKARTA Muhammad Heri Zulfiar; Arman Jayady; Nurwidi Rukmono Jati Saputra
Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.687 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.67

Abstract

Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat risiko bencana gempa yang tinggi. Jenis bangunan yang memiliki tingkat resiko tinggi yaitu bangunan cagar budaya atau rumah hunian yang memiliki nilai sejarah yang banyak terdapat di Yogyakarta, salah satunya bangunan yang terletak di daerah nDalem Pujokusuman, jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat resiko bangunan cagar budaya rentan terhadap gempa  dan mampu menganalisis tingkat kerusakan bangunan dan mengetahui faktor penyebab bangunan cagar budaya rentan terhadap gempa dengan menggunakan metode rapid visual screening berdasarkan FEMA P-154 tahun 2015.Hasil penelitian menunjukan bahwa bangunan cagar budaya (non-engineered) dan hunian yang berada pada daerah rawan gempa nDalem Pujokusuman Yogyakarta rentan terhadap gempa dan berpotensi roboh sebesar 63% dari seluruh bangunan jika terjadi gempa bumi. Faktor yang menyebabkan bangunan rentan terhadap gempa adalah  basic score pada type bangunan, plan irregularity, vertical irregularity, belum adanya acuan pembangunan atau code, dan perawatan bangunan pada bangunan cagar budaya (non-engineered).
KAJIAN KERENTANAN PADA SEKTOR KONSTRUKSI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI Muhammad Heri Zulfiar; Arman Jayady
Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.905 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.93

Abstract

Ancaman bencana dikombinasikan dengan pertumbuhan di sektor konstruksi menimbulkan permasalahan kerentanan bangunan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah dan skala kerusakan akibat bencana., khususnya bencana akibat gempa bumi. Cara membangun yang salah, baik dari segi perencanaan dan perancangan maupun dari segi pelaksanaan dan pengawasannya dapat menghasilkan infrastruktur yang rentan terhadap bencana. Penulisan ini adalah hasil dari penelitian pendahuluan disertasi, berupa identifikasi kerentanan mulai dari tahap gagasan sampai dengan operasional dan perawatan. Metode identifikasi kerentanan menggunakan teknik Delphi, yaitu melalui kuisioner yang dilakukan secara langsung maupun menggunakan media internet (via email), verifikasi dilakukan melalui wawancara mendalam secara berulang (iterasi) dan validasi dengan pendekatan FGD yang diwakili oleh stakeholder pada sektor konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kegagalan dapat terjadi pada tahapan-tahapan konstruksi melalui tinjauan aspek teknis, sosial budaya, politik dan ekonomi, diharapkan hasil penelitian dapat dikembangkan untuk membangun konstruksi Indonesia agar mampu berperan positif dalam mengurangi risiko bencana dan berkontribusi positif terhadap seluruh upaya penanggulangan bencana di Indonesia