Barnawi Barnawi
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TANTANGAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INTERNAL IAI BUNGA BANGSA CIREBON DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Barnawi Barnawi
Misykah : Jurnal Pemikiran dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2016): MISYKAH
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN menyuguhkan tantangan sekaligus peluang bagi setiap anggota masyarakat ASEAN. Anggota masyarakat ASEAN akan mampu berkiprah dengan baik jika memiliki kompetensi yang unggul. Kompetensi yang unggul dapat dibangun melalui pendidikan tinggi yang berkualitas. Pendidikan tinggi yang berkualitas merupakan pendidikan yang memiliki falsafah quality is the first. Dalam konteks IAI Bunga Bangsa Cirebon, falsafah quality is the first akan terwujud jika Lembaga Penjaminan Mutu Internal memiliki kapasitas untuk mengaktualisasikan setidaknya tiga hal yakni membangun budaya mutu, integrasi dengan IT, dan diversifikasi program studi.
Pengembangan Kurikulum Pembelajaran di Masa Darurat Ahmad Munajim; Barnawi Barnawi; Fikriyah Fikriyah
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 4, No 2 (2020): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.492 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v4i2.45288

Abstract

Dampak pandemi covid-19 di bidang pendidikan mengarah ke lost generation. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kebijakan pembelajaran terkait dampak pandemi covid-19. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian pustaka dengan merujuk pada regulasi kurikulum darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kurikulum darurat memiliki fleksibilitas yang tinggi. Satuan pendidikan diberi ruang yang luas untuk mendesain struktur kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan media pembelajaran dengan tetap berorientasi pada pengembangan pengetahuan, pengauatan karakter, dan peningkatan keterampilan dengan berangkat pada regulasi dan protokol kesehatan.
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop di Madrasah Binaan Barnawi Barnawi
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of teachers' ability to create KKM through workshops in Madrasah Al Maunah Aliyah, Madrasah Aliyah NU Assalafie and Madrasah Aliyah Nurul Huda Beringin. The research method used is school action research. The search procedure is adapted to Classroom Action Research (CAR). This research is a participatory research that focuses on actions and reflections based on rational and logical considerations to improve practical conditions in practice. In addition, this action research also encourages a thorough understanding of the measures taken to solve the practical problems encountered in the training unit. Based on the results of the research and discussions, it can be concluded that the workshops enhance the ability of teachers to establish a KKM. In Cycle I, three of the five aspects of the evaluation of teacher activity did not meet the criteria. But in the second cycle, all aspects met the criteria. The results of the evaluation of KKM determination have also increased. At the beginning of the first cycle, 13 teachers (54.17%) scored below the criterion. But after the second cycle, 24 teachers (100%) met the minimum grade criteria. Similarly, the mean results of the KKM determination, which was 75 years at the undergraduate level and 85.83 at the second cycle. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat KKM melalui lokakarya di Madrasah Al Maunah Aliyah, Madrasah Aliyah NU Assalafie dan Madrasah Aliyah Nurul Huda Beringin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Prosedur pencarian disesuaikan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini adalah penelitian partisipatif yang berfokus pada tindakan dan refleksi berdasarkan pertimbangan rasional dan logis untuk meningkatkan kondisi praktis dalam praktik. Selain itu, penelitian tindakan ini juga mendorong pemahaman menyeluruh tentang langkah-langkah yang diambil untuk memecahkan masalah praktis yang dihadapi di unit pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa lokakarya meningkatkan kemampuan guru untuk membentuk KKM. Dalam Siklus I, tiga dari lima aspek evaluasi kegiatan guru tidak memenuhi kriteria. Namun pada siklus kedua, semua aspek memenuhi kriteria. Hasil evaluasi penentuan KKM juga meningkat. Pada awal siklus pertama, 13 guru (54,17%) mendapat skor di bawah kriteria. Tetapi setelah siklus kedua, 24 guru (100%) memenuhi kriteria nilai minimum. Demikian pula, hasil rata-rata dari penentuan KKM, yaitu 75 tahun di tingkat sarjana dan 85,83 pada siklus kedua.
Enterpreneurship dalam Kepemimpinan Pendidikan Barnawi Barnawi; Kristijarso Kristijarso
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2021): Eduvis : JurnalManajemen Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Enterpreneurship dalam Kepemimpinan Pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan subjek 9 Kepala Madrasah Aliyah Binaan se Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan aplikasi PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Enterpreneurship dalam kepemimpinan pendidikan di madrasah binaan 100% telah berjalan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki kompetensi kewirausahaan yang mumpuni. Pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi kepemimpinan telah dipahami dan diaktua masih perlu ditingkatkanlisasikan dalam tata kelola madrasah hanya dimensi menciptakan perubahan yang kuat dan membina kegiatan produksi/jasa.
Transformasi Manajemen Madrasah Barnawi Barnawi
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 16 No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.161 KB) | DOI: 10.24090/insania.v16i1.1575

Abstract

Abstract: Madrasah as an Islamic education institute occupies a strategic position in the intellectual life of the nation's effort. Unfortunately, such a strategic position hasn't been fullly utilized so far. The indicators are madrasah has not been the first choice if primary and community education service users. The cause is that the madrasah has not shown a capacity as a good quality institution in a competitive and comparative ones. Transformation of madrasah management can refer to two fundamental queations that is what is doing wrong and what action needs to be done to make better madrasah. From the tranformation carried out, the aim is madrasah institutions that have brand in the hearts of the people. By the brand, the madrasah is expected to be first and foremost choice of the community education service users. Keywords: Transformation and Madrasah Management.
Pembelajaran Mandri Berbasis Video 3GP Barnawi Barnawi
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 16 No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.878 KB) | DOI: 10.24090/insania.v16i2.1583

Abstract

Abstract: Potency of the high absorption obtained if learning in effective. Effective learning occurs when students are placed as individual active and direct contact with the subject matter. This research aims to reduce the limitations of the tool (a computer or laptop) and maximizing existing facilities (hand phone) with the aim of achieving effective learning that puts students as subjects of learning. This study is a research field for conducting comparative academic performance of two models of learning. The first learning model is simulation learning and the second model is self-learning via mobile facility. Self-learning materials in this research is the material in the form of video 3GP and transferred to the student’s mobile. The research population is 85 students and a sample taken by 70 students. The data in this study is the performance of students from simulation learning model and self- learning model based 3GP video. Data analysis using inferential statistical, namely the t-test. Data analysis was performed after the fulfillment of the requirements for normality of data. The results of hypothesis testing obtained the results as following: The value t count bigger than t table (5.957> 2.025). Thus Ha is received and Ho is rejected (significance below or equal to 0.05 so Ha is received). Means that there are significant differences between simulation learning model and self-learning model based 3GP video. Keywords: Learning Media, 3GP Video.
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Workshop di Madrasah Binaan Barnawi Barnawi
Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2020): Eduvis : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of teachers' ability to create KKM through workshops in Madrasah Al Maunah Aliyah, Madrasah Aliyah NU Assalafie and Madrasah Aliyah Nurul Huda Beringin. The research method used is school action research. The search procedure is adapted to Classroom Action Research (CAR). This research is a participatory research that focuses on actions and reflections based on rational and logical considerations to improve practical conditions in practice. In addition, this action research also encourages a thorough understanding of the measures taken to solve the practical problems encountered in the training unit. Based on the results of the research and discussions, it can be concluded that the workshops enhance the ability of teachers to establish a KKM. In Cycle I, three of the five aspects of the evaluation of teacher activity did not meet the criteria. But in the second cycle, all aspects met the criteria. The results of the evaluation of KKM determination have also increased. At the beginning of the first cycle, 13 teachers (54.17%) scored below the criterion. But after the second cycle, 24 teachers (100%) met the minimum grade criteria. Similarly, the mean results of the KKM determination, which was 75 years at the undergraduate level and 85.83 at the second cycle. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam membuat KKM melalui lokakarya di Madrasah Al Maunah Aliyah, Madrasah Aliyah NU Assalafie dan Madrasah Aliyah Nurul Huda Beringin. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Prosedur pencarian disesuaikan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini adalah penelitian partisipatif yang berfokus pada tindakan dan refleksi berdasarkan pertimbangan rasional dan logis untuk meningkatkan kondisi praktis dalam praktik. Selain itu, penelitian tindakan ini juga mendorong pemahaman menyeluruh tentang langkah-langkah yang diambil untuk memecahkan masalah praktis yang dihadapi di unit pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa lokakarya meningkatkan kemampuan guru untuk membentuk KKM. Dalam Siklus I, tiga dari lima aspek evaluasi kegiatan guru tidak memenuhi kriteria. Namun pada siklus kedua, semua aspek memenuhi kriteria. Hasil evaluasi penentuan KKM juga meningkat. Pada awal siklus pertama, 13 guru (54,17%) mendapat skor di bawah kriteria. Tetapi setelah siklus kedua, 24 guru (100%) memenuhi kriteria nilai minimum. Demikian pula, hasil rata-rata dari penentuan KKM, yaitu 75 tahun di tingkat sarjana dan 85,83 pada siklus kedua.