Teuku Abdullah Sakti
FKIP Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Rasional: Pemikiran Muhammad Abduh Teuku Abdullah Sakti
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 1, No 2 (2018): Agustus, 2018, Cultural Heritage, Theology, Handover of Culture
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengangkat pemikiran tokoh Islam yakni Muhammad Abduh mulai dari Bagaimanakah biografi dari Muhammad Abduh; Faktor apa sajakah yang mempengaruhi pemikiran Muhammad Abduh; Apasajakah karya-karya dari Muhammad Abduh; dan Bagaimanakah konsep teologi rasional Muhammad Abduh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan menggunakan metode sejarah. Adapun hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah Muhammad Abduh lahir pada tahun 1265 H, bertepatan dengan tahun 1849 M di sebuah desa di Propinsi Gharbiyyah. Ayahnya bernama Abduh bin Hasan Khairallah, mempunyai silsilah keturunan dengan bangsa Turki, sedang ibunya, mempunyai silsilah keturunan dengan orang besar Islam, Umar bin Khattab. Beberapa faktor yang dapat dianggap mempengaruhi pemikiran Muhammad Abduh termasuk dalam bidang teologi, yaitu: pertama, Faktor sosial, Kedua, Faktor politik, dan ketiga, Faktor kebudayaan. Adapun karya-karya Muhammad Abduh, baik berupa bahan ceramah, bahan kuliah yaitu: Al-Waridat, Wahdat al-Wujud, Syarh Nahj al-Balaghah, Falsafat al-Ijtima’l wa al-Tarikh, yang menguraikan filsafat sejarah dan perkembangan masyarakat dan lain-lain. Dalam bidang teologi (akidah) Muhammad Abduh membahas dua tema pokok, yakni: Pembebasan umat Islam dari akidah kaum Jabariyah dan pemberian pengertian kepada umat Islam, bahwa akal adalah nikmat dari Allah dan harus selaras dengan agama dan risalah-Nya bagi manusia. Melalaikan kemampuan akal, berarti menutup mata dari nikmat Allah.