Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perkembangan petani pala di di Desa Lhok Bengkuang, dan (2) tingkat kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat petani pala di Desa Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Aceh Selatan 1984 -2013. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat prosedur kerja yaitu, mengumpulkan sumber (heuristik), kritik sumber (Verifikasi), Penafsiran (Interpretasi) dan Penulisan Sejarah (Historiografi). Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: Perkembangan pala ini mulai dibudidayakan keseluruh pelosok Aceh sejak 1870. Di Desa Lhok Bengkuang motivasi para petani menanam pala didorong oleh faktor alamnya yang tidak baik untuk tanaman komoditi lainya. Sistem pemasaran komoditi pala ini dilakukan secara langsung oleh petani (oligopsoni) dengan sistem pembayaran kontan. Para petani rata-rata menanggung jumlah keluarga 5-8 orang. Jika diperhatikan tingkat pendidikan anak mereka rata-rata masih menempuh jenjang pendidikan SMP dan SMA. Sedangkan kondisi fisik rumah tempat tinggal para petani rata-rata sudah tergolong permanen. Pendapatan dan luas area pertanian/kebun pala yang dimiliki oleh petani, maka rata-rata petani pala di Desa Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan memiliki luas area kebun pala berkisar antara 2 Ha sedang penghasilan yang diperoleh petani rata berkisar antara Rp. 26.000.000 – 31.000.000/tahunnya. Besar atau kecilnya pendapatan petani sangat bergantung pada luas area perkebunan serta keadaan harga pala di pasaran.