Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN Nana Suryapermana
An-Nidhom Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah pembelajaran, seperti yang dikemukakan Romiszowski, merujuk pada proses pengajaran, yang berpusat pada tujuan atau goal directed teaching process yang dalam banyak hal dapat direncanakan sebelumnya ( pre-planned). Karenanya proses belajar yang terjadi adalah proses perubahan perilaku dalam konteks pengalaman yang memang sebagian besar telah dirancang. Oleh karena itu istilah instruction sering diartikan sebagai proses pembelajaran, yakni proses membuat orang melakukan proses belajar sesuai dengan rancangan. Begitu juga apa yang berkecamuk di dalam benak Winkel, yang dituturkan kembali oleh Siregar dan Nara (2010; 27) bahwa pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperthitungkn kejadian –kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa. Dalam alam fikiran yang berbeda, Gagne (1992; 132) masih mampu untuk melantunkan sebait makna tentang pembelajaan, dan beliau berucap bahwa; pembelajaran sebagai pengaturan peristiwa secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan memuatnya berhasil guna. Lalu Gagne (1997; 78 ) menyempurnakan fikirannya dengan mengartikan pembelajaran: Instruction as a set external events designt to support the several processes of learning, wich are internal (dalam arti; pembelajaran adalah seperangkat peristiwa –peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang sipatnya internal. Kemudian dengan hati yang tak bosan Gagne (1985: 29) mengurai angannya untuk menyempurnakan fikirannya tentang pembelajaran, dan beliau berkata ; Instruction is intended to promote learning, external situation need to be arranged to activate,support and maintain the internal processing that constitutes weach learning event.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH MELALUI IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH Nana Suryapermana; Ali Yakub
An-Nidhom Vol 1 No 01 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Echols dan Shadily, (1993: 362) mengungkatkan bahwa secara Etimologis, manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata “manus” yang berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. Dalam bahasa Inggris, manajemen berakar dari kata “to manage” yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, atau mengelola. Pengertian yang sama dengan pengertian dan hakikat manajemen adalah al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat di dalam al-Qur’an seperti firman Allah SWT.Artinya :“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. (Q.S. As-Sajdah (32):05). Menurut Ramayulis (2010:260) manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui orang lain dan bekerjasama dengannya. Proses itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan bersama secara efektif, efisien dan produktif. Menurut G.R. Terry, manajemen adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang ditetapkan sebelumya. Sedangkan menurut Horold Koontz dan Cyril O’Donnel, dalamJahari dan Syarbini (2013:1-2) manajemen berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain. Dengan kata lain, manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
PERENCANAAN DAN SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN Nana Suryapermana
Tsarwah Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM PROGRAM PASCASARJANA IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Newman menerangkan bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujujan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode, dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari. Sementera itu, Terry memberikan pengertian perencanaan, yang didengar Majid, mengungkapkan, bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digarikan. Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang. Untuk sementara biarkan pengertian perencanaan berlalu dari benak kita. Marin kita tengok dan tatap sepntas tentang pengertian pembelajaran. Walu pada lembaran terdahulu telah tertulis lengkap. Hal ini dilakukan untuk memadukan antar perencanaan dan pembelajaran, yang mungkin mengdung pengertian dan makna yang lain, namun secara kodrati tentunya tak begitu jauh dari nafas perbedaan. Yang dimaksud dengan pembelajaran, Sumantri berceloteh yang kemudian ditanggapi Majid (2011; 80) bahwa pembelajaran adalah sebagai suatu proses yang dilakukan oleh paa guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar.