Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBAIKAN KATROL DAN DRUM BALIK SISTEM KABEL LAYANG EXP0-2000 UNTUK EKSTRAKSI KAYU Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.4.342-361

Abstract

Ada dua kelemahan utama yang perlu diperbaiki dari uji coba Expo-2000 tahun 2005 lalu yaitu 1) drum balik (haulback drum) memerlukan sistem pengunci yang lebih kuat dan 2) katrol penghantar kabel sering masuk di antara rol katrol. Pada tahun 2006, perbaikan drum penarik balik kereta muatan kayu dilakukan dengan membuat model sistern rem cakram, sehingga ekstraksi kayu dapat dilakukan ke arah atas maupun ke arah bawah lereng dan juga dibangun katrol kecil untuk menggantikan katrol lama. Dari perbaikan itu Expo-2000 mencapai produktivitas cukup baik sekitar 5-19 m3.hm/jam tergantung jarak, ukuran kayu, kondisi permukaan lapangan dan kerapatan tegakan. Dengan investasi sebesar Rp 100 juta hasil analisis memperlihatkan biaya pemilikan dan operasi pengeluaran kayu mencapai Rp 60.175/jam atau biaya produksi sebesar Rp 11.620/m3. Dengan suku bunga bank 18%/tahun dan proyeksi biaya 6 tahun, perhitungan bila ada kenaikan biaya operasi 10% mengakibatkan adanya penurunan pendapatan, yang tercermin dari nilai NPV maupun IRR yang akan menjadi positif pada sewa alat Rp 25.000/ m3, padahal bila tidak ada kenaikan, dengan biaya sewa alat Rp 22.500/m3 pun NPV dan IRR sudah positif.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PENGANGKUTAN BIBIT PADA MEDAN SULIT DENGAN SISTEM KABEL LAYANG Wesman Endom; Yayan Sugilar; Silvanus Suprapto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2613.076 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.1.1-14

Abstract

Indonesia saat ini terus giat melakukan upaya rehabilitasi hutan dan lahan. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini mengalami berbagai kesulitan lapangan, terutama medan yang curam. Untuk mengangkut bibit di area seperti itu perlu dipertimbangkan solusi untuk cara pemecahannya.  Hasil studi pertama dengan menggunakan rekayasa alat Prototipe-I, telah memberikan hasil cukup nyata. Pada pengujian untuk mengangkut bibit pada medan berat ini, diteliti rekayasa alat angkut bibit yang telah ada perbaikannya dengan sebutan Semanggi-I. Hasilnya memperlihatkan bahwa kinerja Semanggi-I lebih baik dari pada Prototipe-I. Semanggi-I dapat mengangkut sekitar 5.000-6.000 bibit.hm/jam yang adalah dua kali produktivitas Prototipe-I.  Meskipun biaya tetap dan biaya operasi Semanggi-I lebih besar dibanding Prototipe-I rata-rata biaya pengangkutan bibit Semanggi-I adalah hanya Rp 7 per bibit yang kurang lebih setengahnya daripada biaya pengangkutan bibit dengan Prototipe-I.
PERBAIKAN KATROL DAN DRUM BALIK SISTEM KABEL LAYANG EXP0-2000 UNTUK EKSTRAKSI KAYU Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.4.342-361

Abstract

Ada dua kelemahan utama yang perlu diperbaiki dari uji coba Expo-2000 tahun 2005 lalu yaitu 1) drum balik (haulback drum) memerlukan sistem pengunci yang lebih kuat dan 2) katrol penghantar kabel sering masuk di antara rol katrol. Pada tahun 2006, perbaikan drum penarik balik kereta muatan kayu dilakukan dengan membuat model sistern rem cakram, sehingga ekstraksi kayu dapat dilakukan ke arah atas maupun ke arah bawah lereng dan juga dibangun katrol kecil untuk menggantikan katrol lama. Dari perbaikan itu Expo-2000 mencapai produktivitas cukup baik sekitar 5-19 m3.hm/jam tergantung jarak, ukuran kayu, kondisi permukaan lapangan dan kerapatan tegakan. Dengan investasi sebesar Rp 100 juta hasil analisis memperlihatkan biaya pemilikan dan operasi pengeluaran kayu mencapai Rp 60.175/jam atau biaya produksi sebesar Rp 11.620/m3. Dengan suku bunga bank 18%/tahun dan proyeksi biaya 6 tahun, perhitungan bila ada kenaikan biaya operasi 10% mengakibatkan adanya penurunan pendapatan, yang tercermin dari nilai NPV maupun IRR yang akan menjadi positif pada sewa alat Rp 25.000/ m3, padahal bila tidak ada kenaikan, dengan biaya sewa alat Rp 22.500/m3 pun NPV dan IRR sudah positif.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PENGANGKUTAN BIBIT PADA MEDAN SULIT DENGAN SISTEM KABEL LAYANG Wesman Endom; Yayan Sugilar; Silvanus Suprapto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.1.1-14

Abstract

Indonesia saat ini terus giat melakukan upaya rehabilitasi hutan dan lahan. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini mengalami berbagai kesulitan lapangan, terutama medan yang curam. Untuk mengangkut bibit di area seperti itu perlu dipertimbangkan solusi untuk cara pemecahannya.  Hasil studi pertama dengan menggunakan rekayasa alat Prototipe-I, telah memberikan hasil cukup nyata. Pada pengujian untuk mengangkut bibit pada medan berat ini, diteliti rekayasa alat angkut bibit yang telah ada perbaikannya dengan sebutan Semanggi-I. Hasilnya memperlihatkan bahwa kinerja Semanggi-I lebih baik dari pada Prototipe-I. Semanggi-I dapat mengangkut sekitar 5.000-6.000 bibit.hm/jam yang adalah dua kali produktivitas Prototipe-I.  Meskipun biaya tetap dan biaya operasi Semanggi-I lebih besar dibanding Prototipe-I rata-rata biaya pengangkutan bibit Semanggi-I adalah hanya Rp 7 per bibit yang kurang lebih setengahnya daripada biaya pengangkutan bibit dengan Prototipe-I.