Wesman Endom
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor Telp./Fax. : (0251) 8633378/8633413

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRODUKTIVITAS DAN BIAYA ALAT HASIL REKAYASA DALAM PENGELUARAN KAYU JATI DI DAERAH CURAM Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3780.76 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.1.63-74

Abstract

Pada studi ini dikaji pengeluaran kayu balak pada medan sulit dengan sistem kabel layang menggunakan mesin kecil yarder prototipe alat Expo generasi-II yang bertenaga 5,5 PK. Kayu balak ditarik dari petak tebang ke pinggir jalan angkutan yang berada di atas lereng pada jarak sejauh 50 m. Produktivitas yarder baru tercapai rata-rata 0,6363 m3/jam berarti masih di bawah target kisaran 2,5 -5 m3/jam. Biaya investasi Rp 72.000.000 atau sebesar Rp 102.986/jam atau Rp 156.351/m3. Analisis finansial menggunakan data aktual kinerja alat dan pada harga sewa alat sama dengan biaya pengeluaran kayu diperoleh nilai NPV dan IRR negatif. NPV dan IRR positif saat harga sewa lebih besar yaitu Rp 185.000/m3.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA ALAT HASIL REKAYASA DALAM PENGELUARAN KAYU JATI DI DAERAH CURAM Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.1.63-74

Abstract

Pada studi ini dikaji pengeluaran kayu balak pada medan sulit dengan sistem kabel layang menggunakan mesin kecil yarder prototipe alat Expo generasi-II yang bertenaga 5,5 PK. Kayu balak ditarik dari petak tebang ke pinggir jalan angkutan yang berada di atas lereng pada jarak sejauh 50 m. Produktivitas yarder baru tercapai rata-rata 0,6363 m3/jam berarti masih di bawah target kisaran 2,5 -5 m3/jam. Biaya investasi Rp 72.000.000 atau sebesar Rp 102.986/jam atau Rp 156.351/m3. Analisis finansial menggunakan data aktual kinerja alat dan pada harga sewa alat sama dengan biaya pengeluaran kayu diperoleh nilai NPV dan IRR negatif. NPV dan IRR positif saat harga sewa lebih besar yaitu Rp 185.000/m3.