Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIFAT PEMESINAN LIMA JENIS KAYU ASAL RIAU Achmad Supriadi; Abdurachman Abdurachman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3059.007 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.2.85-100

Abstract

Pemesinan  kayu  merupakan  salah  satu  sifat  pemanfaatan  kayu  yang  perlu  diketahui,  terutama untuk jenis kayu kurang dikenal. Tulisan ini mempelajari studi sifat pemesinan beserta kemungkinan pemanfaatan lima jenis kayu yaitu punak (Tetramerista glabra Miq.), meranti bunga (Shorea teysmanniana Dryer  ex  Brandis),  mempisang  (Alphonsea  spp.),  suntai  (Palaquium  burckii  H.J.L.)  dan  pasak  linggo (Aglaia argentea Blume) dari Riau. Pengujian sifat pemesinan mengacu pada ASTM D-1666-64 yang dimodifikasi  dengan  jumlah  sampel  20  buah  untuk  setiap  jenis  kayu  untuk  setiap  sifat  pemesinan yang meliputi penyerutan, pembentukan, pemboran, pembubutan, dan pengampelasan. Pengamatan dilakukan secara visual dengan bantuan kaca pembesar perbesaran 10 x. Hasil penelitian menunjukkan sifat penyerutan, pembentukan, pemboran, pembubutan dan pengampelasan kelima jenis kayu berbeda secara  nyata  dipengaruhi  oleh  jenis  kayu. Mutu  pemesinan  kayu  punak  dan  pasak  linggo  termasuk baik  sampai  sangat  baik,  kayu  mempisang  termasuk  jelek  sampai  sangat  baik,  kayu  suntai  sedang sampai  baik  dan  kayu  meranti  bunga  jelek  sampai  baik.  Hasil  analisis  regresi  menunjukkan  makin tinggi berat jenis kayu, semakin baik sifat pemesinannya. Kayu dengan hasil pemesinan baik sampai sangat baik dapat disarankan untuk diolah menjadi beragam produk pengerjaan. Kecuali pada kayu mempisang dan meranti bunga, memerlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya terutama pemboran dan pembubutan.
SIFAT PEMESINAN LIMA JENIS KAYU ASAL RIAU Achmad Supriadi; Abdurachman Abdurachman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2018.36.2.85-100

Abstract

Pemesinan  kayu  merupakan  salah  satu  sifat  pemanfaatan  kayu  yang  perlu  diketahui,  terutama untuk jenis kayu kurang dikenal. Tulisan ini mempelajari studi sifat pemesinan beserta kemungkinan pemanfaatan lima jenis kayu yaitu punak (Tetramerista glabra Miq.), meranti bunga (Shorea teysmanniana Dryer  ex  Brandis),  mempisang  (Alphonsea  spp.),  suntai  (Palaquium  burckii  H.J.L.)  dan  pasak  linggo (Aglaia argentea Blume) dari Riau. Pengujian sifat pemesinan mengacu pada ASTM D-1666-64 yang dimodifikasi  dengan  jumlah  sampel  20  buah  untuk  setiap  jenis  kayu  untuk  setiap  sifat  pemesinan yang meliputi penyerutan, pembentukan, pemboran, pembubutan, dan pengampelasan. Pengamatan dilakukan secara visual dengan bantuan kaca pembesar perbesaran 10 x. Hasil penelitian menunjukkan sifat penyerutan, pembentukan, pemboran, pembubutan dan pengampelasan kelima jenis kayu berbeda secara  nyata  dipengaruhi  oleh  jenis  kayu. Mutu  pemesinan  kayu  punak  dan  pasak  linggo  termasuk baik  sampai  sangat  baik,  kayu  mempisang  termasuk  jelek  sampai  sangat  baik,  kayu  suntai  sedang sampai  baik  dan  kayu  meranti  bunga  jelek  sampai  baik.  Hasil  analisis  regresi  menunjukkan  makin tinggi berat jenis kayu, semakin baik sifat pemesinannya. Kayu dengan hasil pemesinan baik sampai sangat baik dapat disarankan untuk diolah menjadi beragam produk pengerjaan. Kecuali pada kayu mempisang dan meranti bunga, memerlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya terutama pemboran dan pembubutan.