Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kuantitas pembelian bahan baku yang optimal, jumlah persediaan pengaman bahan baku, waktu pesanan kembali bahan baku, jumlah persediaan maksimum dan total biaya persediaan bahan baku, pada Usaha Dagang Tempe Bogar di Palopo tahun 2012-2016 dengan menggunakan analisis Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa Usaha Dagang Tempe Bogar tahun 2012 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 3.405,87 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 4.321,04 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp.4.459.949,90,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 915,17 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 1.156,28 kg., tahun 2013 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 3.121,47 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 3.713,84 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 4.869.496,89,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 592,37 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 814,59 kg., tahun 2014 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.185,89 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 6.599,76 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 7.274.613,40,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 413,87 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 830,53 kg., tahun 2015 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.304,67 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 6.754,44 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 8.415.980,80,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 449,77 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 870,88 kg., tahun 2016 dapat memesan bahan baku kedelai secara optimal sebesar 6.644,76 kg per pesanan agar tidak melebihi maximum inventory sebesar 7.416,09 kg dan meminimalisir biaya persediaan sebesar Rp. 9.618.825,51,-, persediaan pengaman yang harus tersedia di gudang sebesar 771,33 kg, melakukan pemesanan bahan baku kembali pada saat persediaan digudang sebesar 1.224,39 kg.