Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAWETAN TUJUH JENIS KAYU SECARA SEL PENUH DENGAN BAHAN PENGAWET IMPRALIT 16 SP DAN IMPRALIT CKB Sasa Abdurohim
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1954.661 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.121-130

Abstract

Penelitian pengawetan kayu secara  sel penuh  sampai   saat ini  hanya  menggunakan bahan pengawet CCA. Penggunaan   bahan pengawet lain yang   diizinkan belum dilakukan karena  harganya relatif mahal. Penelitian secara sel penuh dengan bahan pengawet lain yang diizinkan perlu dilakukan karena penggunaan  bahan pengawet yang mengandung arsen telah dilarang.Tujuh jenis  kayu dalam keadaan kering  udara  berukuran 5 cm x  5cm x 50 cm, diawetkan  secara sel penuh menggunakan lmpralit 16 SP dan Impralit CKB dengan konsentrasi larutan 3% dan 5% Vakum awal dan vakum akhir yang     digunakan  sebesar 65 cm Hg masing-masing   selama 30 menit dan 15 menit; tekanan sebesar   10 atm selama satu  jam dan dua jam.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa enam jenis kayu. yaitu damar, melina; rengas.   sengon. sumpung dan tusam, dapat diawetkan dengan bagan yang digunakan  dalam penelitian ini, sedangkan suren tidak ada contoh uji yang memenuhi persyaratan  yang  ditentukan. Dari percobaan  ini dapat disusun  bagan pengawetan yang dianjurkan  untuk enam jenis kayu tersebut.
PENGAWETAN TUJUH JENIS KAYU SECARA SEL PENUH DENGAN BAHAN PENGAWET IMPRALIT 16 SP DAN IMPRALIT CKB Sasa Abdurohim
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.16.3.121-130

Abstract

Penelitian pengawetan kayu secara  sel penuh  sampai   saat ini  hanya  menggunakan bahan pengawet CCA. Penggunaan   bahan pengawet lain yang   diizinkan belum dilakukan karena  harganya relatif mahal. Penelitian secara sel penuh dengan bahan pengawet lain yang diizinkan perlu dilakukan karena penggunaan  bahan pengawet yang mengandung arsen telah dilarang.Tujuh jenis  kayu dalam keadaan kering  udara  berukuran 5 cm x  5cm x 50 cm, diawetkan  secara sel penuh menggunakan lmpralit 16 SP dan Impralit CKB dengan konsentrasi larutan 3% dan 5% Vakum awal dan vakum akhir yang     digunakan  sebesar 65 cm Hg masing-masing   selama 30 menit dan 15 menit; tekanan sebesar   10 atm selama satu  jam dan dua jam.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa enam jenis kayu. yaitu damar, melina; rengas.   sengon. sumpung dan tusam, dapat diawetkan dengan bagan yang digunakan  dalam penelitian ini, sedangkan suren tidak ada contoh uji yang memenuhi persyaratan  yang  ditentukan. Dari percobaan  ini dapat disusun  bagan pengawetan yang dianjurkan  untuk enam jenis kayu tersebut.