Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Usulan Perbaikan Lintasan Produksi Dengan Menggunakan Metode Theory Of Constraint Dan Metode Moddie Young Mifthahul Ahyan; Eddy Kotto; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.36

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut bottleneck. Hal ini dinilai mengakibatkan throughput pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja bottleneck dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja bottleneck sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria line balancing. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah Theory of Constraint (TOC) dan metode Moodie Young yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien. Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan bottleneck yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja skiving, cementing, repairing, envolving dan finishing, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode Moodie Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode Moodie Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.
OPTIMALISASI KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI DENGAN METODE LARGEST CANDIDATE RULE DI PT. PAP edy edy; Mifthahul Ahyan
Jurnal Simetri Rekayasa Vol 2 No 2 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the optimization of the balance of the production line was conducted at PT. PAP, which is a manufacturing company in the tire retreading industry. The not yet optimal production line has the potential to cause bottlenecks on the production line. The existence of workload imbalance can be seen from the significant variation in idle time from each work station. For this reason, this study was conducted with the aim of optimizing the line balancing which refers to indicators such as: balance delay, line efficiency and total idle time. The method used in this study is the Largest Candidate Rule (LCR) method which is part of the heuristic method. The use of heuristic methods is basically designed to get better results based on certain limitations. From the research results obtained: Balance Delay (D) = 25.05%, Line Efficiency (LE) = 74.95%, and the total idle time is 1.515 seconds. When compared with the initial state before optimization, the results are a decrease in Balance Delay (D) of 28.44%, an increase in Line Efficiency (LE) of 28.44%, and a reduction in total idle time of 3,699 seconds.
Usulan Perbaikan Lintasan Produksi Dengan Menggunakan Metode Theory Of Constraint Dan Metode Moddie Young Mifthahul Ahyan; Eddy Kotto; Uun Novalia Harahap
Jurnal VORTEKS Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Teknik mesin, Fakultas Teknik, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/vorteks.v2i1.36

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang vulkanisir ban di Sumatera Utara. Pada kondisi aktual, terjadi antrean pada lantai produksi dikarenakan penumpukan barang yang diproses pada beberapa stasiun kerja atau sering disebut bottleneck. Hal ini dinilai mengakibatkan throughput pada perusahaan dalam proses yang tidak optimal. Oleh karena itu penulis merancang usulan perbaikan dengan menggunakan penjadwalan stasiun kerja berdasarkan stasiun kerja dengan upaya untuk mengeliminasi stasiun kerja bottleneck dan mendapatkan keseimbangan lintasan pada lantai produksi. Penjadwalan tersebut hanya dapat mengurangi jumlah stasiun kerja bottleneck sehingga dilakukan penyusunan stasiun kerja berdasarkan kriteria line balancing. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah Theory of Constraint (TOC) dan metode Moodie Young yang dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga waktu produksi lebih efisien. Perbaikan dilakukan adalah penjadwalan stasiun kerja dengan bottleneck yang menjadi kendala yaitu pada stasiun kerja skiving, cementing, repairing, envolving dan finishing, sehingga diperoleh 7 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 709,43 dan efisiensi lintasan 75,44%. Perbaikan dengan metode Moodie Young terdiri dari dua fase yaitu membuat pengelompokan stasiun kerja dan melakukan redistribusi elemen kerja ke setiap stasiun kerja hasil dari fase satu. Hasil penyeimbangan dengan menggunakan metode Moodie Young diperoleh 8 stasiun kerja dengan nilai smoothing index 917,40 dan efisiensi lintasan 74,70%.