Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggukuran Kinerja Rantai Pasok Berbasis Lean dan Green dengan Perspektif Balance Scorecard di PT. XYZ Rianda Cakasana; Sunardi Sunardi
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.621 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.17

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. PT. XYZ memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenali luas, seperti sampoerna kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Belum ada tindakan yang mengevaluasi kinerja rantai pasok selama ini maka akan dilaksanakan pengukuran kinerja rantai pasok untuk mengetahui bagaimana kinerja rantai pasok di PT. XYZ .Guna menciptakan rantai pasok yang lebih efektif dan lebih efisien dari segi biaya dan dampak lingkungan. Perancangan model pengukuran kinerja rantai pasok berbasis Lean dan Green dengan menggunakan pendekatan perspektif Balance Scorecard. Penggunakan konsep Lean dan Green pada sistem rantai pasok dapat menjadi suatu keunggulan kompetitif bagi PT. XYZ guna menciptakan sebuah strategi rantai pasok yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan dampak lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di PT. XYZ Penelitian ini telah menghasilkan sekumpulan Key Performance Indicator (KPI) yang diperoleh dari integrasi konsep Lean and Green pada aktivitas kinerja rantai pasok dengan perspektif Balance Scorecard. Penentuan prioritas KPI secara keseluruhan dilakukan dengan mengurutkan KPI mulai dari yang memiliki bobot yang paling tinggi hingga KPI yang memiliki bobot paling terrendah. KPI yang memiliki prioritas tertinggi itu artinya KPI ini merupakan KPI yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja rantai pasok perusahaan. Pada penelitian ini, perspektif Customer merupakan prioritas yang paling membuktikan dari 3 KPI tertinggi bobotnya pada model penilaian kinerja rantai pasok yang dirancang. Yaitu, Key Performance Indicator (KPI) Market Share dengan bobot (0,161), Key Performance indicator (KPI) Tingakat Kepuasan Pelanggan dengan bobot (0,112), Dan yang terakhir Key Performance Indicator (KPI) Jumlah Pelanggan dengan bobot (0,081).
Perencanaan Pegawai Berbasis Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya Moch. Satria Handoko; Sunardi Sunardi
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.116 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.73

Abstract

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya adalah badan usaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa yang ada di Surabaya. Jumlah pegawai bagian sekretariat adalah 1 orang; pegawai sub bagian umum dan kepegawaian adalah 10 orang; pegawai sub bagian keuangan adalah 24 orang; pegawai sub bagian penyusunan perencanaan kegiatan adalah 4 orang. Masalah yang dihadapi pegawai tersebut yaitu beban kerja terlalu berlebih yang ditandai dengan tidak ada waktu istirahat di sela-sela kerjanya dan pegawai sering pulang telat dikarenakan adanya tugas yang belum terselesaikan, pegawai juga terkadang lembur di hari sabtu hal ini mengakibatkan pegawai terlalu sibuk dan mudah mengalami kelelahan sehingga akan berdampak pada performa kerjanya, untuk itu perlu dilakukan pengukuran perencanaan pegawai agar beban kerja pegawai merata. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian perencanaan pegawai dengan metode Full Time Equivalent di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya, dengan harapan dapat mengoptimalkan kinerja pegawai sekretariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total FTE pegawai bagian sekretariat sebesar 1,0735 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 1 orang, total FTE sub bagian umum dan kepegawaian sebesar 10,70103 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 10 orang, total FTE sub bagian keuangan sebesar 25,62824 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 26 orang, dan total FTE pegawai sub bagian penyusunan perencanaan kegiatan sebesar 4,294 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 4 orang.