Suryo Daru Santoso
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Jl. KH. Ahmad Dahlan 6 Purworejo 54111

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GAYA BAHASA NOVEL MEMELUK KEHILANGAN KARYA FAISAL SYAHREZA DAN RENCANA PELAKSAANYA DENGAN TEKNIK INKUIRI PADA SISWA DI KELAS XII SMK Erma Wijiatun; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.651 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa pada novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza di Kelas XII SMK. Subjek penelitian ini adalah novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza, objek penelitian ini adalah gaya bahasa novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza yang terdiri atas 4 gaya bahasa, yaitu: gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa pertautan dan gaya bahasa perulangan. Fokus penelitian ini gaya bahasa dalam novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza. Dalam pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik observasi dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan menggunakan kartu pencatat data. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Dalam penyajian hasil analisis data, digunakan teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) gaya bahasa dalam novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza menggunakan beragam gaya bahasa, yakni gaya bahasa perbandingan meliputi: perumpamaan, metafora, personifikasi, pleonasme, antisipasi; gaya bahasa pertentangan meliputi: hiperbola, paradoks, antiklimaks; gaya bahasa pertautan meliputi: sinekdoke, epipet, metonimia, asidenton, polisidenton; gaya bahasa perulangan meliputi: asonansi; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel; metode pembelajaran yang digunakan adalah metode inkuiri; langkah-langkah pembelajaran terdiri dari: (a) pendahuluan, (b) kegiatan inti, (c) orientasi siswa pada masalah, (d) mengorganisir siswa untuk belajar, (e) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, (f) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dan kegiatan penutup. Kata kunci: gaya bahasa, novel dan rencana pembelajaran.
ANALISIS NILAI RELIGIUS PADA NOVEL PESANTREN IMPIAN KARYA ASMA NADIA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS XI SMA Zaimatul Khasanah; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.523 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian; (2) nilai religius novel Pesantren Impian; dan (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di kelas XI SMA dengan metode inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatis. Fokus penelitian ini ini adalah nilai religius dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia dan rencana pelaksanaan pembelajaran-nya di kelas XI SMA dengan metode inkuiri. Sumber data penelitian ini novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan  bahwa (1) unsur intrinsik novel Pesantren Impian, yaitu (a) tema minor: masalah cinta kasih, teka-teki, kematian. Tema mayor sebuah perjalanan hidup Gadis untuk menemukan titik balik dan bertaubat. (b) Tokoh utama Gadis, tokoh tambahan yaitu: Umar, Rini, Teuku Hasan, Butet,  Eni, Bagus, Kusno, Anton, Sinta, dan Santi, (c) alur campuran; (d) latar tempat: Tiara Hotel, Pulau Lhok Jeumpa di, Pesantren Impian, Pantai, Perkebunan karet, dan RS. Darmo, latar waktu: dini hari, pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari, latar  sosial: pandangan hidup Teungku Hasan dan kebiasaaan hidup perempuan Aceh untuk berkerudung, (e) sudut pandang orang ketiga ia, dan (f) amanatnya adalah bertaubatlah, jangan mengulangi lagi kesalahan-kesalahan masa lalu. Tidak ada kata telat, Allah selalu menerima taubat semua makhluknya jika benar-benar bertaubat. (2) Terdapat empat aspek nilai religius yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: salat fardu, salat jamaah, membaca Al quran, mengaji/menuntut ilmu, menutup aurat, bersyukur, jujur, berdoa, dan bertaubat, (b) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi pantang menyerahdan mengingatkan diri sendirinya, (c) hubungan manusia dengan manusia yaitu: saling menghormati, tolong menolong, silaturrahim, peduli sesama, menikah dan musyawarah, dan (d) hubungan manusia dengan lingkungan yakni memanfaatkan dan membangun fasilitas umum. (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel Pesantren Impian di kelas XI SMA diterapkan pada KD 3.11. Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dengan  metode inkuiri.   Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, dan rpp.