King boba merupakan salah satu kedai minuman boba ternama di Indonesia. Permasalahan yang muncul pada kedai King Boba Medokan ini dirasa pada minat beli kembali menurun karena kualitas jasa seperti pelayanan karyawan, fasilitas yang ditawarkan, penampilan kebersihan tempat dan karyawan menjadi pertimbangan serta dirasa kafe belum mempunyai strategi pemasaran yang tepat untuk mengatasi masalahnya. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan jasa serta mengetahui strategi pemasaran yang tepat dilakukan penelitian menggunakan metode service quality (SERVQUAL) dan SWOT. Setelah dilakukan analisa menunjukkan bahwa Kualitas pelayanan pada King Boba ini berdasarkan nilai persepsi 4,50, harapan 3,91 dengan nilai gap positif 0,59 dapat dilihat bahwa nilai persepsi melampaui nilai harapan maka kualitas pelayanan di anggap baik. Strategi perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan mempertahankan harga produk yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, meningkatkan promosi terhadap calon konsumen dengan memberikan tester produk, melakukan pemasangan iklan yang lebih banyak serta lebih menonjolkan ciri khusus produk dan image King Boba yang baik dan menguasai minuman boba di sekitar wilayah tersebut. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan jasa yaitu mempertahankan atau meningkatkan kualitas produk dengan harga yang stabil agar tetap dapat bersaing dengan produk pesaing dan mengadakan pelatihan kepada seluruh karyawan secara continues.