Bagiya Bagiya
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Jl. KH. Ahmad Dahlan 6 Purworejo 54111

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS FEMINISME SASTRA: EMANSIPASI PEREMPUAN NOVEL TERMINAL HUJAN KARYA HQZOU DAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Rizki Mardiyani; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.937 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) struktur pembangun novel Terminal Hujan karya Hqzou; (2) feminisme sastra: emansipasi perempuan novel Terminal Hujan karya Hqzou;(3) pembelajaran novel di kelas XII SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan feminisme. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mencari masalah emansipasi perempuan dalam novel Terminal Hujan karya Hqzou. Sumber data penelitian ini adalah novel Terminal Hujan. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, teknik mencatat, dan teknik pustaka. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) struktur pembangun novel Terminal Hujan meliputi: (a) tema: (i) tema mayor: semangat dalam memperjuangkan pendidikan untuk anak marginal, (ii) tema minor: meliputi masalah pembuatan sekolah untuk anak marginal, masalah tempat belajar mengajar Terminal Hujan yang kurang memadai, masalah ekonomi warga Kebon Jukut, dan masalah rendahnya pemahaman anak-anak; (b) alur/plot: maju (c) tokoh: (i) tokoh utama: Valesia (murah hati, hebat, dan setia) dan Farah (berbakti kepada orang tua, shalihah, pantang menyerah, dan lapang dada), (ii) tokoh tambahan: Umi Hasna (gigih dan rendah hati), Ibu Siti (kasar dan tegar), dan Agda (baik dan setia); (d) latar/setting: (i) latar tempat: Bogor, Tugu Kujang, Rumah Farah, Kampung Kebon Jukut, Kelurahan, Lapangan, (ii) latar waktu: sore, malam, subuh, pagi, dan ramadan, (iii) latar sosial: status sosial, cara berpikir, dan profesi; (e) sudut pandang/point of view: persona ketiga “dia” serbatahu; (f) gaya bercerita/bahasa: personifikasi, alegori, dan hiperbola; (2) feminisme sastra: emansipasi perempuan: (a) eksistensi (perempuan intelektual, perempuan bekerja, bekerja untuk mencapai transformasi sosial, dan perempuan menjadi subjek); (b) cita-cita (membangun sekolah untuk anak-anak marginal, membina anak-anak Kebon Jukut, menyekolahkan anak, dan menjadi anak pintar); (c) peranan tokoh perempuan dalam hubungannya dengan tokoh lain dan lingkungan sekitarnya (pengajar, ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga, anak perempuan tunggal); (3) pembelajaran novel Terminal Hujan karya Hqzou yakni pada KD. 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Pembelajaran sastra di kelas XII SMA dengan struktur pembangun novel dan feminisme sastra dalam novel Terminal Hujan karya Hqzou disesuaikan dengan K13 dengan model pembelajaran STAD.   Kata kunci: feminisme, novel, pembelajaran SMA
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL MATAHARI KARYA TERE LIYE DAN SKENARIO PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS XII SMK Uty Puspitasari; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.303 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Matahari karya Tere Liye; (2) aspek–aspek sosiologi sastra; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra; dan (4) skenario pembelajaran menulis dalam pengajaran sastra novel Matahari karya Tere Liye di kelas XII SMK. Objek penelitian adalah novel Matahari karya Tere Liye. Fokus penelitian pada struktur karya sastra, aspek–aspek sosiologi sastra serta hubungan an–taraspek sosiologi sastra, dan skenario pembelajaran menulis dalam pengajaran sastra novel Matahari karya Tere Liye di kelas XII SMK. Sumber data penelitian adalah novel Matahari. Pengumpulan data dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dengan teknik analisis isi dan penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) struktur novel Matahari karya Tere Liye, yaitu: a) te–ma: persahabatan tiga remaja; b) tokoh dan penokohan, yaitu: 1) tokoh utama: Raib se–orang remaja penuh prasangka dan tidak pantang menyerah; Seli sosok perhatian dan selalu berpikir positif; dan Ali pemuda jenius dan cerdas serta 2) tokoh tambahan: orang tua Raib dan Seli, Faarazaraaf, dan Marsekal Laar; c) alur: maju–mundur; d) latar dibagi tiga: (1) latar tempat: sekolah, rumah Raib, lembah hijau, kota Zaramaraz, dan markas Dewan Kota; (2) latar waktu: pagi, siang, dan malam; dan (3) latar sosial–budaya ber–kaitan dengan masalah penamaan tokoh; e) sudut pandang: orang pertama serba tahu; dan f) amanat: persahabatan di atas segalanya dan hal paling utama; (2) aspek–aspek sosiologi sastra novel Matahari karya Tere Liye ada tiga aspek, yaitu: a) aspek kekera–batan: hubungan orang tua dengan anak; tiga sahabat, Raib dengan orang tua dari saha–batnya, dan tiga sahabat dengan orang lain; b) aspek moral: berprasangka buruk dan baik terhadap sahabat sendiri, kejujuran orang tua kepada anaknya, dan saling mem–bantu sahabat ketika kesulitan; dan c) aspek cinta kasih: cinta kasih orang tua kepada anaknya, sahabat, dan orang lain; (3) hubungan antaraspek sosiologi sastra novel Matahari karya Tere Liye: a) aspek kekerabatan dan moral: orang tua angkat baik, sahabat saling membantu, dan orang lain suka menolong; b) aspek kekerabatan dan cinta kasih: orang tua angkat menyayangi seperti anak kandungnya, sahabat saling mengasihi satu sama lain, dan orang lain mengasihi sepenuh hati; dan c) aspek moral dan cinta kasih: kebaikan hati orang tua yang tulus dalam menyayangi anaknya meski bukan anak kandungnya; dan (4) skenario pembelajaran menulis dalam pengajaran sastra novel Matahari karya Tere Liye di kelas XII SMK dilaksanakan dengan Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dengan menggunakan.Kata kunci: sosiologi sastra, novel, skenario pembelajaran SMK.
TINDAK TUTUR KOMISIF PADA DIALOG FILM STIP DAN PENSIL SUTRADARA ARDY OCTAVIAND DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN SISWA KELAS XI SMA Asep Nugroho; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.015 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) macam-macam tindak tutur komisif yang digunakan antartokoh pada dialog film Stip dan Pensil; (2) wujud tindak tutur komisif yang digunakan antartokoh pada film Stip dan Pensil; (3) relevansi tindak tutur komisif antartokoh dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah film Stip dan Pensil. Objek penelitian ini berupa tindak tutur komisif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu alat pencatat data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah model padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa film Stip dan Pensil terdapat (1) macam-macam tindak tutur komisif yang meliputi: (a) kategori promises (menjanjikan) sebanyak 62 tuturan, yang terbagi menjadi mengutuk 2 tuturan, bersumpah 2 tuturan, berkontrak 31 tuturan, bertaruh 3 tuturan, menjamin 10 tuturan, menyerah 2 tuturan, dan mengundang 12 tuturan, (b) kategori offers (menawarkan) sebanyak 10 tuturan, yang terbagi menjadi mengusulkan 5 tuturan dan menawarkan sebanyak 5 tuturan; (2) wujud tuturan yang digunakan antartokoh pada film Stip dan Pensil adalah wujud tuturan langsung dan tuturan tidak langsung; (3) relevansi antara tindak tutur komisif pada dialog film Stip dan Pensil dengan pembelajaran menyimak dan berbicara di SMA meliputi: (a) keterampilan menyimak: peserta didik mampu memahami tuturan langsung dan tuturan tidak langsung, (b) kete-rampilan berbicara: peserta didik mampu berbicara dengan tepat dan santun yang sesuai dengan konteks dan mampu menerapkan di kehidupan sehari-hari.   Kata kunci: tindak tutur komisif, film, keterampilan menyimak dan berbicara
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA DIALOG FILM AKU, KAU DAN KUA SUTRADARA MONTY TIWA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Siti Maryamah; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.824 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa, dan (2) skenario pembelajaran tindak tutur direktif di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah tuturan pada tokoh film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa dengan fokus penelitian tindak tutur direktif dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Dalam pengumpulan data digunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan (1) bentuk tindak tutur direktif pada dialog film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa terdiri dari: (a) permintaan terdiri dari: fungsi meminta, mendoa, menekan, mengajak; (b) pertanyaan terdiri dari: fungsi bertanya; (c) perintah terdiri dari: fungsi memerintah; (d) larangan terdiri dari: fungsi melarang; (e) pemberian izin terdiri dari: fungsi menyetujui, mengizinkan, dan memaafkan; (f) nasihat terdiri dari: fungsi menasehatkan, memperingatkan, dan menyarankan; dan (2) skenario pembelajaran tindak tutur direktif pada film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa dilaksanakan dengan model pembelajaran TS-TS (Two Stay-Two Stray). Langkah-langkah pembelajaran ini ada 5 tahap, yaitu: (a) mengamati, pada tahap ini guru mengajak peserta didik untuk mengamati dan memahami materi pembelajaran; (b) menanyakan, pada tahap ini peserta didik menyakan materi tentang aspek kebahasaan dan tindak tutur; (c) mengeksplorasi, pada tahap ini peserta didik dibentuk menjadi beberapa kelompok kemudian mengidentifikasi pengertian tindak tutur direktif dan maksud tuturan dalam film; (d) mengasosiasi, pada tahap ini dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka kepada tamu dari kelompok lain kemudian dua orang lainnya yang bertamu mohon diri kembali ke kelompok mereka sendiri untuk melaporkan temuan mereka dari kelompok lain; (e) mengomunikasikan, pada tahap ini peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya. Kata kunci: Tindak tutur direktif, film, skenario pembelajaran SMA.
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK NOVEL CINTA DUA KODI KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANYA DI KELAS XII SMA Amir Salis Hidayat; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.775 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan  penelitian ini adalah  mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai pendidikan akhlak, (3) unsur kebahasaan, dan (4) skenario pembelajaran  novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia di kelas XII SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia. Objek penelitian ini adalah unsur instrinsik, nilai pendidikan akhlak, dan kebahasaan yang terdapat dalam novel Cinta Dua Kodi. Fokus penelitian ini adalah unsur instrinsik, nilai pendidikan akhlak, unsur kebahasaan, dan skenario pembelajaran novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik catat. Instrumen penelitian menggunakan kartu pencatat data. Teknik analisis data dilakukan secara content analysis. Teknik penyajian hasil analisis adalah teknik informal. Hasil penilitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur instrinsik novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia meliputi: (a) tema: cobaan yang bertubi-tubi dalam berkeluarga, (b) tokoh utama: Kartika berwatak amanah ketika berjanji; tokoh tambahan Aryani, Bagya, Farid, Anton, Deni, Suci, Mak Ijah dan yang lainya (c) alur: maju, (d) latar tempat: Jakarta, rumah, kos Kartika, sekolah, dan masjid; latar waktu: September, malam hari, siang hari, dan sore hari;  latar sosial: kebiasaan hidup bekerja keras dan adat istiadat budaya Minang (e) amanat: hendaknya manusia selalu bertawakal kepada Allah; (2) nilai pendidikan akhlak meliputi: (a) akhlak kepada Allah: takwa, solat, ikhlas, syukur, dan taubat, (b) akhlak pribadi: shidiq (jujur), amanah, iffah (menjaga kehormatan diri), dan sabar, (c) akhlak dalam berkeluarga: birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua), hak, kewajiban dan kasih sayang suami istri, dan kasih sayang dan tanggung jawab orang tua terhadap anak; (3) unsur kebahasaan meliputi: (a) majas, (b) peribahasa, dan (c) ungkapan; (4) skenario pembelajaran dilaksanakan menggunakan model pembelajaran discovery learning, langkah-langkah pembelajaranya meliputi: (a) guru membuka pelajaran dengan salam, (b) guru memberi tugas siswa membaca novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia, (c) guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk menganalisis unsur instrinsik, kebahasaan dan nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia, (d) guru memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil analisisnya, (e) guru memberikan kesempatan kepada siswa lainya untuk bertanya setelah kegiatan presentasi selesai, (f) guru mengomentari hasil presentasi yang telah dilakukan, (g) guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Kata kunci : nilai pendidikan akhlak, novel, skenario pembelajaran, dan model discovery learning.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE OUTDOOR STUDY PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Sri Junjung Bagus Harimukti; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.81 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan (1) proses pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan metode outdoor study pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2017/2018; (2) pengaruh metode outdoor study terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2017/2018; (3) peningkatan kemamampuan menulis puisi dengan menggunakan metode outdoor study pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 9 Purworejo tahun pembelajaran 2017/2018 sebanyak 24 siswa, sedangkan objek penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menulis puisi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik tes dan nontes.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan nontes. Dalam analisis data, digunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengecek keabsahan data, digunakan teknik validitas data melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Dalam penyajian analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan:(1) proses pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan metode outdoor study pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejomeliputi: (a) guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dicapai siswa, (b) guru menumbuhkan pemahaman siswa tentang materi puisi, (c) guru meminta siswa mengidentifikasi unsur pembangun puisi, (d) guru meminta siswa untuk mengamati lingkungan di luar kelas, (e) siswa mencatat semua hasil pengamatan di luar kelas, (f) guru meminta siswa untuk membuat puisi dari hasil pengamatan, dan (g) guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan; (2) pengaruh metode outdoor study terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejo sangat baik dalam pembelajaran menulis puisi. Hal ini terbukti dari jumlah persentase minat siswa yang diperoleh pada tahap prasiklus sebesar 39,13%. Setelah diterapkan metode outdoor study, minat siswa meningkat menjadi 52,72% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 76,36% pada siklusII; (3) peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan metode outdoor study pada siswa kelas X SMA Negeri 9 Purworejo dapat dilihat dari hasil rata-rata siswa pada setiap tindakannya. Pada prasiklus nilai rata-rata sebesar 59,08 atau masih dalam kategori kurang. Rata-rata nilai pada siklus I sebesar 64,45 atau dalam kategori cukup dan pada siklus II sebesar 77,45 atau dalam kategori baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode outdoor study dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan skor dari prasiklus sampai dengan siklus II mencapai 18,37.   Kata kunci: kemampuan menulis puisi, metode outdoor study, kelas X SMA
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Ika Yuniarti; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.226 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel PBS karya Abidah El Khalieqy dan film Kartini karya Hanung Bramantyo; (2) intertekstualitas sastra meliputi persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi; (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya novel PBS Karya Abidah El Khalieqy dan film Kartini karya Hanung Bramantyo di kelas XII SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel PBS dan film Kartini. Dalam pengumpulan data adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur instrinsik tema dan fakta novel PBS (a) tema: usaha menuntut hak-hak perempuan; (b) alur: maju (Progresif); (c) tokoh: (i) tokoh utama: Annisa bersifat gigih atau pantang (ii) tokoh tambahan: Lek Khudori (protagonis), Hanan Abdul Malik (antagonis); (d) latar: (i) latar tempat: Pondok pesantren, (ii) latar waktu: pagi, (iii) latar suasana: bahagia dan menyedihkan. Unsur instrinsik film Kartini, (a) tema: usaha menuntut hak-hak perempuan; (b) alur: maju (Progresif); (c) tokoh: (i) tokoh utama: Kartini bersifat gigih atau pantang menyerah (ii) tokoh tambahan: Ario Sosroningrat (protagonis), Moeryam (antagonis); (d) latar: (i) latar tempat: pendopo (ii) latar waktu: pagi, (iii) latar suasana: bahagia dan mengharukan. (2) Intertekstual sastra persamaan novel PBS dan film Kartini, (a) tema: Usaha menuntut hak-hak perempuan, dan terjadi ekspansi; (b) beralur maju mengalami modifikasi; (c) tokoh utama: memiliki sifat yang hampir sama, mengalami modifikasi; (d) latar: (i) latar tempat mengalami modifikasi; (ii) latar waktu: pagi, siang, dan malam hari menga­­­lami modifikasi; (iii) latar suasana: bahagia, menyedihkan, dan mengharu­kan menga­lami modifikasi. Perbedaan novel PBS dan film Kartini: (a) tema: perjodo­han yang dilakukan kedua orangtua; (b) latar: (i) latar tempat: novel PBS terjadi di Yogyakarta dan film Kartini di Jepara. Hipogram: (a) ekspansi: tema; (b) konver­si: gaya bahasa­/diaolog; (c) modifikasi: tokoh dan latar tempat; (d) ekserp: latar suasana. Transformasi: wujud transformasi alur dan latar; (3) rencana pelak­sanaan pembelajaran di kelas XII SMA, (a) guru menyampaikan unsur intrinsik; (b) guru menyuruh siswa menganalisis unsur intrinsik; (c) siswa mempresen­tasikan hasil belajar­nya; (d) guru memberi tugas untuk menganalisis interteks­tualitas.   Kata kunci: Intertekstualitas, novel dan film, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL BERSANDARLAH DI BAHUKU KARYA ENI MARTINI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE KUANTUM DI KELAS XII SMA Wahyu Noor Lita Dewi; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.878 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik, (2) aspek sosiologi sastra, (3)  rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMA dengan metode kuantum.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Bersandarlah di Bahuku karyaEni Martini. Objek penelitian ini adalah analisis sosiologi sastra novelBersandarlah di Bahuku Karya Eni Marini. Fokus penelitian adalah unsur-unsur intrinsik, aspek-aspek sosiologi dalam novel Bersandarlah di Bahuku Karya Eni Martini, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode kuantum di SMA. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Instrumen penelitiannya adalah penulis sendiri sebagai peneliti, kartu pencatat data, dan alat tulis. Teknik analisis data ini menggunakan teknik content analysis atau teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel Bersandarlah di Bahuku Karya Eni Martini meliputi,  tema:lika-liku kehidupan cinta dalam pernikahan. Tokoh utama: Nadia Lubis, Wahyu Handjojo, dan Bu Haryo. Tokoh tambahan: Rama Haryo, dan Tika. Latar meliputi tempat, waktu, dan suasana. Sudut pandang novel tersebut menggunakan sudut pandang orang tiga serba tahu. (2) Aspek-aspek sosiologi sastra dalam novel Bersandarlah di BahukuKarya Eni Martini meliputi (a) aspek religi solat dan berdoa, puasa senin kamis; (b) aspek budaya pakem-pakem berbusana, mempertahankan filosofi batik; (c) aspek ekonomi menghandle perusahaan batik keluarga; (d) aspek cinta kasih kasih sayang terhadap keluarga, kecintaannya terhadap batik. (3) Pembelajaran novel Bersandarlah di BahukuKarya Eni Martini di SMA menggunakan metode kuantum dengan langkah: (a) tumbuhkan; (b) alami; (c) namai; (d) demonstrasi; (e) ulangi; (f) rayakan.   Kata kunci: unsur intrinsik, sosiologi sastra, novel Bersandarlah di Bahuku.