Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Keidentitasan Kewarganegaraan Pada Kalangan Mahasiswa Dalam Mencegah Gaya Hidup Hedonisme Patma Tuasikal; Beatus Mendelson Laka
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya pemahamana keidentitas kewarganegaraan pada kalangan mahasiswa diakibatkan oleh pengetahuan mengenai kewarganegaraan hanya sebatas (1) Identitas pada KTP (Kartu Tanda Penduduk), (2) kurangnya pengetahuan mengenai kedudukan Warga Negara Asing (WNA) dan kedudukan Warga Negara Indonesia (WNI), (3) kurangnya pengetahuan mengenai Hak dan Kewajiban dalam status kewarganegaraan. Permasalahan di atas menunjukan bahwa perlu adanya penguatan kewarganegaraan dalam kalangan mahasiswa Hal demikian dipertegas berdasarkan observasi awal pada Tiga Perguruan Tinggi dengan jumlah keseluruhan mahasiswa 327 pada 8 kelas.Hal demikian mengakibatkan berkembangnya gaya hidup hedonistic semakin meningkat pada bangsa Indonesia saat ini, sebab gaya hedonisme merupakan sebuah doktrin hidup yang tujuanny mencari kesenangan semata. Tujuan Penelitian untuk memberi penguatan Kidenntitasan Kewarganegaraan pada Kalangan Mahasiswa di Kabupaten Biak Papua.Jenis Penelitiannya adalah Kualitatif dengan pendekatan fenemonologi untuk menjelaskan serta mengungkapkan makna atau peristiwa fenemonologi dilapangan sehingga dapat memberi penguatan Keidentitasan Kewarganegaraan pada mahasiswa guna mencegah gaya hidup hedonisme Teknik pengumpulan data terdiri atas Observasi Partisipatif, Wawancara Semistruktural dan Dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan tahap verifikasi dengan pendekatan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan enam puluh persen pengetahuan mengenai kewarganegaraan hanya sebatas Identitas pada KTP sedangkan dua puluh persen pengetahuan kewarganegaraan sebatas peningkatan nilai-nilai dalam ideologi Negara sedangkan lima belas persen pengetahuan sebatas status kewarganegaraan.