Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANATOMI DAN KUALITAS SERAT ENAM JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI CIANJUR SELATAN, JAWA BARAT Krisdianto Krisdianto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13959.324 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.3.183-202

Abstract

 Bahan baku alternatif  yang digunakan  oleh  industri  perkayuan nasional  saat ini lebih   banyak berasal dari hutan tanaman serta pemanfaatan jenis  kayu kurang dikenal.  Optimalisasi pemanfaatan kayu kelompok  ini memerlukan informasi mengenai struktur anatorni dan kualitas serat  dari  setiap jenis yang  digunakan.   Dalam  penelitian ini  dilakukan determinasi   karakteristik  anatorni  dan kualitas serat pada enam jenis  kayu kurang dikenal  yang telah  digunakan oleh  industri  perkayuan setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kayu yang diamati bervariasi dari coklat kemerahan pada  kayu Huru  mentek  dan  Manglid, sampai coklat pada  kayu Mimba  dan  kuning  pada  kayu Huru   kacang, Tunggeureuk   dan  Beleketebe. Perbedaan  antara  kayu  teras   dan  gubalnya  jelas terlihat,   kecuali pada  kayu Manglid. Lingkaran  tumbuh   jelas   terlihat  kecuali pada  kayu  Huru mentek  tampak  agak samar.  Lingkaran  tumbuh  terbentuk  oleh adanya parenkim  pita  pada  kayu Tunggeureuk,  Manglid,  Beleketebe  dan  Mimba,  sedangkan  pada  kayu Huru   kacang,  lingkaran tumbuh  terlihat  pada  susunan pembuluh  yang berukuran  lebih  kecil dan  tersusun   memanjang terkesan membentuk  garis  memanjang.  Pembuluh  seluruhnya tersebar  membaur  dan kecuali pada kayu tunggeureuk  pembuluh  bersusun   dalarn kelompok  radial  atau  diagonal  miring.  Diameter tangensial pembuluh  pada umurnnya berukuran  agak besar sampai sedang.  Kualitas serat keenam jenis  kayu dalam hubungannya sebagai bahan kertas termasuk dalam kelas sedang (II) sampai bagus (I).
PELENGKUNGAN ROTAN DENGAN GELOMBANG MIKRO Krisdianto Krisdianto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8598.142 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.2.166-181

Abstract

Salah satu penyebab besarnya limbah dalam pelengkungan rotan adalah proses plastisasi  yang kurang tepat. Salah satu proses plastisasi bahan lignoselulosa yang akhir-akhir ini telah dikembangkan adalah pemanasan dengan cara radiasi menggunakan gelombang mikro (microwave). Teknologi ini relatif aman, bersih dan hemat energi. Tulisan ini mempelajari proses plastisasi dengan gelombang mikro pada 10 jenis  contoh rotan bebas cacat berdiameter 20 mm dan panjang  30 cm sebagai perlakuan dalam pelengkungan rotan.  Mesin gelombang  mikro yang digunakan dalam penelitian ini adalah microwave oven SHARP R-240F dengan kekuatan 800 W yang dirancang untuk memanaskan/menghangatkan masakan dengan volume bidang radiasi  23 liter. Hasil  penelitian menunjukkan pemanasan  dengan gelombang mikro dapat meningkatkan kemampuan  dan  mengurangi limbah pelengkungan rotan. Waktu pemanasan rotan dengan gelombang mikro sebaiknya kurang dari 2 menit, karena pemanasan selama 3 menit mengakibatkan beberapa contoh uji hangus dan terbakar. Waktu pemanasan berpengaruh nyata terhadap  kehilangan berat akibat banyaknya komponen dalam  batang rotan yang menguap. Waktu pemanasan tidak berpengaruh  nyata terhadap radius lengkung yang dicapai oleh potongan  rotan. Pemanasan dengan gelombang mikro untuk pelengkungan  rotan sangat potensial untuk dikembangkan.
ANATOMI DAN KUALITAS SERAT ENAM JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI CIANJUR SELATAN, JAWA BARAT Krisdianto Krisdianto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.3.183-202

Abstract

 Bahan baku alternatif  yang digunakan  oleh  industri  perkayuan nasional  saat ini lebih   banyak berasal dari hutan tanaman serta pemanfaatan jenis  kayu kurang dikenal.  Optimalisasi pemanfaatan kayu kelompok  ini memerlukan informasi mengenai struktur anatorni dan kualitas serat  dari  setiap jenis yang  digunakan.   Dalam  penelitian ini  dilakukan determinasi   karakteristik  anatorni  dan kualitas serat pada enam jenis  kayu kurang dikenal  yang telah  digunakan oleh  industri  perkayuan setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kayu yang diamati bervariasi dari coklat kemerahan pada  kayu Huru  mentek  dan  Manglid, sampai coklat pada  kayu Mimba  dan  kuning  pada  kayu Huru   kacang, Tunggeureuk   dan  Beleketebe. Perbedaan  antara  kayu  teras   dan  gubalnya  jelas terlihat,   kecuali pada  kayu Manglid. Lingkaran  tumbuh   jelas   terlihat  kecuali pada  kayu  Huru mentek  tampak  agak samar.  Lingkaran  tumbuh  terbentuk  oleh adanya parenkim  pita  pada  kayu Tunggeureuk,  Manglid,  Beleketebe  dan  Mimba,  sedangkan  pada  kayu Huru   kacang,  lingkaran tumbuh  terlihat  pada  susunan pembuluh  yang berukuran  lebih  kecil dan  tersusun   memanjang terkesan membentuk  garis  memanjang.  Pembuluh  seluruhnya tersebar  membaur  dan kecuali pada kayu tunggeureuk  pembuluh  bersusun   dalarn kelompok  radial  atau  diagonal  miring.  Diameter tangensial pembuluh  pada umurnnya berukuran  agak besar sampai sedang.  Kualitas serat keenam jenis  kayu dalam hubungannya sebagai bahan kertas termasuk dalam kelas sedang (II) sampai bagus (I).
PELENGKUNGAN ROTAN DENGAN GELOMBANG MIKRO Krisdianto Krisdianto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.2.166-181

Abstract

Salah satu penyebab besarnya limbah dalam pelengkungan rotan adalah proses plastisasi  yang kurang tepat. Salah satu proses plastisasi bahan lignoselulosa yang akhir-akhir ini telah dikembangkan adalah pemanasan dengan cara radiasi menggunakan gelombang mikro (microwave). Teknologi ini relatif aman, bersih dan hemat energi. Tulisan ini mempelajari proses plastisasi dengan gelombang mikro pada 10 jenis  contoh rotan bebas cacat berdiameter 20 mm dan panjang  30 cm sebagai perlakuan dalam pelengkungan rotan.  Mesin gelombang  mikro yang digunakan dalam penelitian ini adalah microwave oven SHARP R-240F dengan kekuatan 800 W yang dirancang untuk memanaskan/menghangatkan masakan dengan volume bidang radiasi  23 liter. Hasil  penelitian menunjukkan pemanasan  dengan gelombang mikro dapat meningkatkan kemampuan  dan  mengurangi limbah pelengkungan rotan. Waktu pemanasan rotan dengan gelombang mikro sebaiknya kurang dari 2 menit, karena pemanasan selama 3 menit mengakibatkan beberapa contoh uji hangus dan terbakar. Waktu pemanasan berpengaruh nyata terhadap  kehilangan berat akibat banyaknya komponen dalam  batang rotan yang menguap. Waktu pemanasan tidak berpengaruh  nyata terhadap radius lengkung yang dicapai oleh potongan  rotan. Pemanasan dengan gelombang mikro untuk pelengkungan  rotan sangat potensial untuk dikembangkan.