Efrida Basri
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5, Bogor 16610 Telp. (0251) 8633378, Fax. (0251) 8633413

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI ANTIOKSIDAN DAN SIFAT SITOTOKSIS EKSTRAK KULIT KAYU SEMBILAN JENIS TUMBUHAN DARI TAMAN NASIONAL LORE LINDU Saefudin Saefudin; Efrida Basri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.2.137-145

Abstract

Ekstrak kulit sembilan jenis tumbuhan yang ditemukan di lokasi Taman Nasional (TN) Lore Lindu  telah diteliti potensi antioksidan dan efek sitotoksiknya. Aktivitas antioksidan diuji dengan menentukan nilai peroksida(POV) menggunakan metoda iodometri, sedangkan uji toksisitasnya dengan menghitung  kematian larva udang (Artemia salina) menggunakan metoda Brine Schrimp Lethality Test (BSLT). Hasil pengujian menunjukkan tiga komponen bioaktif (saponin, flavonoid, dan polifenol) terbanyak diperoleh pada 3 jenis tumbuhan yang memiliki POV rendah, yaitu Dysoxylum gaudichaudianum, Gardenia augusta, dan Nauclea orientalis. Efek sitotoksik paling mencolok (Lc50 < 200 μg/ml) diperoleh pada ekstrak Koordersiodendron  pinnatum (170,86 μg/ml), Nauclea orientalis (182,89 μg/ml), dan Kleinhovia hospita (191,35 μg/ml).
POTENSI ANTIOKSIDAN DAN SIFAT SITOTOKSIS EKSTRAK KULIT KAYU SEMBILAN JENIS TUMBUHAN DARI TAMAN NASIONAL LORE LINDU Saefudin Saefudin; Efrida Basri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2016.34.2.137-145

Abstract

Ekstrak kulit sembilan jenis tumbuhan yang ditemukan di lokasi Taman Nasional (TN) Lore Lindu  telah diteliti potensi antioksidan dan efek sitotoksiknya. Aktivitas antioksidan diuji dengan menentukan nilai peroksida(POV) menggunakan metoda iodometri, sedangkan uji toksisitasnya dengan menghitung  kematian larva udang (Artemia salina) menggunakan metoda Brine Schrimp Lethality Test (BSLT). Hasil pengujian menunjukkan tiga komponen bioaktif (saponin, flavonoid, dan polifenol) terbanyak diperoleh pada 3 jenis tumbuhan yang memiliki POV rendah, yaitu Dysoxylum gaudichaudianum, Gardenia augusta, dan Nauclea orientalis. Efek sitotoksik paling mencolok (Lc50 < 200 μg/ml) diperoleh pada ekstrak Koordersiodendron  pinnatum (170,86 μg/ml), Nauclea orientalis (182,89 μg/ml), dan Kleinhovia hospita (191,35 μg/ml).