Israhnanto Isradji
Sultan Agung Islamic Universty, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA SECARA IN VITRO Mohammad Akbaruddin Sholeh; Israhnanto Isradji; Deny Prima Oktaviyanti; Dina Fatmawati
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang diduga mengandung senyawa glikoalkaloid berupa solasodin yang diduga dapat menurunkan kualitas spermatozoa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak terung ungu (Solanum melongena L.) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa secara in vitro. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test control group design ini menggunakan sampel semen yang diperoleh dari pria sehat usia 25-35 th berjumlah 10 orang dengan kriteria jumlah sperma minimal 20 juta/ml dan volume semen minimal 2 ml yang dibagi menjadi 4 kelompok, KK (kelompok kontrol), KP1 (ekstrak terung ungu 2%), KP2 (ekstrak terung ungu 4%) dan KP3 (ekstrak terung ungu 8%). Pemeriksaan motilitas dan viabilitas spermatozoa diperiksa menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x. Hasil: penelitian ini didapat rerata motilitas spermatozoa KK=82,16; KP1=39,33; KP2=23,83; K-P3=7,16 dan rerata viabiltas spermatozoa KK=79,50; KP1=26,83; KP2=15,67; KP3=9,00. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way Anova, hasilnya terdapat perbedaan kualitas spermatozoa antar berbagai kelompok (p<0,05), kemudian data dianalisis dengan uji Post Hoc menunjukan ada perbedaan signifikan antar kelompok(p<0,05). Kesimpulan: Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak terung ungu dapat menurunkan motilitas dan viabilitas spermatozoa.