Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PRODUKTIVITAS ANGKUT TRUK DAN TRUK SEMI-TRAILER Apul Sianturi; Djaban Tinambunan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2871.5 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1985.2.1.1-3

Abstract

An investigation on log hauling by truck and semi-trailer truck has been carried out at 14 concession  areas in Sumatera and  5 concession  areas in South  Kalimantan in 1980  and  1981. The  investigation  comes to  the following conclussions :1.    Logging Companies in Riau, Jambi and South Sumatera  use poorly constructed forest roads without any graveling.2.    On the other  hand  those in South Kalimantan are relatively good  graveled  roads.3.    Effective  hauling  outputs of  trucks range from 91 to 361 m3km/round trip hour, with an average of 247 m3 km/round  trip hour, and those of semi-trailer  truck  from  265  to 841 m3 km/round  trip hour,  with an average of 494 m3 km/round  trip hour.There is pronounced linier relation  between hauling  distance and round trip time.
PENGGUNAAN ALAT DAN MESIN BESAR-BESAR DALAM PEMBANGUNAN HUTAN : KEUNTUNGAN, KERUGIAN DAN UPAYA MENGOPTIMALKANNYA Djaban Tinambunan; Yuniawati Yuniawati
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.121 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2005.2.2.77-87

Abstract

Alat dan mesin berkekuatan 50 HP atau lebih masuk dalam kategori alat dan mesin besar. Oleh karena sebagian besar alat dan mesin dalam pembangunan hutan (alsinhut) di Indonesia berkekuatan di atas 50 HP maka mereka pun termasuk kategori alat dan mesin yang besar. Penggunaan alsinhut yang besar-besar telah terbukti memberi banyak keuntungan, namun sekaligus juga membawa banyak kerugian yang sulit untuk diatasi. Oleh karena itu, untuk masa datang, upaya pengoptimalannya perlu diusahakan dengan cara melakukan analisa krisis terhadap berbagai aspek pengoperasian alsinhut besar tersebut seperti aspek-aspek teknis, ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan dan sumberdaya manusia dan kemudian mengelola pengoperasiannya secara profesional. Pengambil kebijakan dan pelaksana pembangunan hutan perlu memahami semua aspek pengoptimalan penggunaan alsinhut di atas dan merealisasikannya dalam praktek di lapangan agar pembangunan hutan dapat berjalan baik dengan dampak negatif yang minimal.
PENGGUNAAN SISTEM KABEL DALAM PEMANENAN HUTAN ALAM INDONESIA Djaban Tinambunan
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.262 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2006.3.2.71-86

Abstract

Kondisi hutan alam Indonesia yang masih tersisa sekarang ini menunjukkan bahwa sistem pemanenan dengan penyaradan di permukaan tanah sudah sangat sulit dilakukan karena medannya kebanyakan mempunyai kelerengan curam atau terpotong-potong oleh sungai, lembah dan berbagai rintangan lainnya. Penerapan sistem penyaradan di permukaan tanah untuk kondisi tersebut akan menyebabkan operasi pemanenan tidak efektif, tidak efisien, merusak lingkungan hutan dan membahayakan pekerja lapangan.  Di sisi lain, sampai saat ini teknologi sistem kabel sudah berkembang jauh dan berbagai macam tipe sudah tersedia di pasaran. Beberapa ujicoba dan penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan sistem kabel untuk pemanenan hutan alam adalah baik. Salah satu tuntutan yang makin menonjol dalam pemanenan hutan dewasa ini adalah perlindungan terhadap lingkungan hutan. Karena itu sistem yang menjadi pilihan adalah yang ramah terhadap lingkungan. Hal tersebut sudah banyak ditunjukkan oleh sistem kabel. Oleh karena itu sudah saatnya mendorong pemanfaatan sistem kabel di Indonesia. Untuk membangun dan memajukan penggunaan sistem kabel di Indonesia diperlukan adanya upaya-upaya membangun kemampuan menggunakan sistem kabel, mencakup bidang teknis, sumberdaya manusia, kelembagaan, penelitian dan pengembangan, pengetatan pelaksanaan peraturan, pembangunan kesadaran dan kemauan para pihak terkait dan pemasyarakatan sistem kabel.
PRODUKTIVITAS ANGKUT TRUK DAN TRUK SEMI-TRAILER Apul Sianturi; Djaban Tinambunan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1985.2.1.1-3

Abstract

An investigation on log hauling by truck and semi-trailer truck has been carried out at 14 concession  areas in Sumatera and  5 concession  areas in South  Kalimantan in 1980  and  1981. The  investigation  comes to  the following conclussions :1.    Logging Companies in Riau, Jambi and South Sumatera  use poorly constructed forest roads without any graveling.2.    On the other  hand  those in South Kalimantan are relatively good  graveled  roads.3.    Effective  hauling  outputs of  trucks range from 91 to 361 m3km/round trip hour, with an average of 247 m3 km/round  trip hour, and those of semi-trailer  truck  from  265  to 841 m3 km/round  trip hour,  with an average of 494 m3 km/round  trip hour.There is pronounced linier relation  between hauling  distance and round trip time.