Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Lama Kontak dan Kerapatan Tanaman Kangkung Air Dalam Mereduksi Fosfat Pada Air Larutan Deterjen Buatan Sri Seprianto Maddusa; Afnal Asrifuddin; Rahayu H. Akili
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 2 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.991 KB)

Abstract

Penggunaan deterjen per kapita bergerak sejalan dengan pertumbuhan gross domestik product (GDP) setiap tahun, artinya semakin meningkat pendapatan masyarakat , maka konsumsi deterjen juga meningkat.  Bila deterjen tidak terdegradasi secara sempurna di perairan dan masuk  kedalam jaringan tubuh, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh yang bersifat toksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efisiensi tanaman kangkung dalam menurunkan kandungan fosfat pada limbah deterjen berdasarkan kerapatan dan lama kontak tanaman. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan eksperimen semu, dengan desain penelitian yang digunakan adalah pretest – posttest design with Control Group. Populasi pada penelitian ini adalah larutan deterjen yang dibuat menggunakan air yang bersal dari Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) sebanyak 315 liter dicampurkan dengan 1.350 gr deterjen merek Daia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 11 buah, yang terdiri dari satu sampel pretest,satu sampel kontrol dan 9 sampel perlakuan. Kandungan fosfat pada wadah pretest sebesar 65 mg/l. Efisiensi penurunan kandungan fosfat selama 9 hari yaitu menggunakan 12 individu sebesar 76,32%, 24 individu sebesar 72,38% dan 34 individu sebesar 73,11%.  Pada hasil uji, didapatkan hasil p-value = 0,097 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata penurunan kadar fosfat pada larutan pupuk sebelum dan setelah perlakuan dengan variasi kerapatan tanaman dengan variasi waktu kontak. Kata kunci: deterjen, limbah, fosfat, sampel
Analisis Kandungan Kadmium (Cd) pada Sedimen di Perairan Teluk Totok, Minahasa Tenggara Glorya Claritha Mongkau; Sri Seprianto Maddusa; Jane M.F. Tahulending
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/qb9nmf07

Abstract

Heavy metal contamination in coastal waters is an environmental issue that affects ecosystem balance and public health. Cadmium (Cd) is a non-essential heavy metal that is toxic, persistent, and has the potential to accumulate in aquatic sediments. This study aimed to analyze cadmium (Cd) concentrations in sediments from Totok Bay and compare the results with the applicable sediment quality standards. A quantitative descriptive design was employed using field surveys and laboratory analyses. Sediment samples were collected from 16 sampling points using a purposive sampling method at a depth of 10–15 cm. Cadmium concentrations were analyzed using the Inductively Coupled Plasma (ICP) method at the Makassar Public Health Laboratory. The results showed that cadmium concentrations in all 16 sediment samples were below the instrument detection limit (<0.00003 mg/kg). These values were far below the NOAA Sediment Quality Guidelines threshold of 36.6 mg/kg, indicating that all samples met environmental safety requirements. In conclusion, sediments in Totok Bay have not been contaminated with cadmium at levels that pose a risk to the ecosystem or public health. Nevertheless, periodic monitoring remains necessary due to ongoing mining activities in the surrounding area. This study was limited to the analysis of cadmium in sediment media only. Future studies are recommended to investigate other heavy metals and include water and aquatic biota as environmental media to support more comprehensive environmental monitoring.
Analisis Kandungan Kadmium (Cd) pada Sedimen di Teluk Totok Glorya C. Mongkau; Sri Seprianto Maddusa; Jane M.F Tahulending
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.991

Abstract

Pencemaran logam berat di wilayah perairan pesisir merupakan permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik, tidak memiliki fungsi biologis, serta mudah terakumulasi dalam sedimen dan organisme perairan. Teluk Totok, yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, merupakan kawasan pesisir yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber hasil laut dan berada di sekitar aktivitas penambangan emas sehingga berpotensi mengalami pencemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kadmium (Cd) pada sedimen di Teluk Totok. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Sampel sedimen diambil pada 16 titik menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Inductively Coupled Plasma (ICP) di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium (Cd) pada seluruh sampel sedimen berada di bawah batas deteksi alat, yaitu <0,00003 mg/kg, dan masih berada jauh di bawah baku mutu NOAA Sediment Quality Guidelines. Hal ini menunjukkan bahwa sedimen di Teluk Totok masih berada dalam kondisi aman terhadap pencemaran kadmium.