Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Pengelolaan Limbah Covid-19 di RSUD KH. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar Marwah Marwah; Muhammad Hasan; Muh. Saleh
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.176 KB)

Abstract

Limbah medis di Rumah Sakit meningkat pada masa pandemi Covid-19 Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu hal yang penting dalam penanganan pandemi (Covid-19). RSUD KH. Hayyung Kepulauan Selayar merupakan salah satu rumah sakit yang menerima pasien Covid-19 yang menghasilkan limbah medis khusus. Sehingga perlu adanya evaluasi pengelolaan limbah medis Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Peneliti melakukan evaluasi kinerja pengelolaan limbah medis covid-19 dari bulan Maret 2021 – Maret 2021. Data sekunder diperoleh dari unit kesehatan lingkungan rumah sakit. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2021. Analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan kondisi eksisting pengelolaan limbah medis covid-19. Pengelolaan limbah di RSUD KH. Hayyung Kepulauan Selayar meliputi pengumpulan, pengangkutan, penimbangan, penyimpanan sementara, dan penyerahan limbah pada pihak ketiga. Berdasarkan hasil evaluasi maka kinerja pengelolaan limbah RSUD KH. Hayyung Kepulauan Selayar adalah 8,7%.  kata Kunci : covid-19, pengelolaan limbah, rumah sakit.
Gambaran Kualitas Kesehatan Lingkungan Pasar Tradisional Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Solo Tahun 2020 Ulfa Ade Irma; Muhammad Hasan; Muh. Saleh
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 2 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.739 KB)

Abstract

Pasar merupakan salah satu tempat-tempat umum yang sering dikunjungi oleh orang banyak untuk mengadakan interaksi jual beli. Pasar berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan terutama bagi golongan masyarakat bawah. Pasar jalur utama untuk penyebaran penyakit seperti kasus kolera di Amerika Latin, SARS dan Flu Burung (Avian Influenza) dan Covid 19. Pasar tradisional yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Solo belum tertata dengan baik dan belum memenuhi persyaratan pasar sehat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas kesehatan lingkungan pasar tradisional yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Solo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari Tahun 2020 di tiga pasar di wilayah kerja UPTD Puskesmas Solo yaitu Pasar Solo, Pasar Pattangnga dan Pasar Manurung. Variabel yang diteliti adalah lokasi, bangunan, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, keamanan dan fasilitas lainnya menggunakan form inspeksi kesehatan lingkungan pasar. Hasil penelitian tiga pasar yang berada diwilayah kerja UPTD Puskesmas Solo belum memenuhi syarat.
FAKTOR DENGAN STATUS IBU MELAHIRKAN DI BAGIAN KEBIDANAN PUSKESMAS TOLINGGULA KABUPATEN GORONTALO UTARA IRZAL AYUBA; MUHAMMAD HASAN
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1821

Abstract

Faktor umur mempunyai pengaruh yang erat kaitannya dengan perkembangan alat-alat reproduksi wanita, dimana umur reproduksi sehat bagi seorang wanita melahirkan adalah umur 25-35 tahun, status paritas yang tinggi, jumlah anak yang lebih dari tiga dapat mempengaruhi status kesehatan ibu. Jarak kehamilan adalah waktu sejak ibu hamil sampai terjadinya kehamilan berikutnya, jarak kehamilan yang terlalu dekat meningkatkan risiko ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Faktor-Faktor dengan Status Ibu Melahirkan dibagian Kebidanan Puskesmas Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penelitian dengan menggunakan desain Penelitian Cross Sectional Study. Yaitu suatu rancangan penelitian untuk melihat apakah ada hubungan antara umur ibu, jumlah melahirkan (Paritas), dan jarak kehamilan. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan uji Chi-Square. Sampel 298 Responden. Hasil penelitian ada hubungan antara umur ibu, jumlah melahirkan (Paritas), dan jarak kehamilan dengan nilai p : 0,000<0,005. Kesimpulan dalam penelitian adalah ada hubungan antara faktor umur ibu, jumlah melahirkan (Paritas), dan jarak kehamilan dengan status ibu melahirkan. Kata Kunci : Jarak Kehamilan, Kebidanan, Paritas, Status Ibu Melahirkan, Umur
Hubungan kepadatan Anopheles sp. dengan Kejadian Malaria di Desa Bontosunggu Kabupaten Kepulauan Selayar Risky Risky; Muhammad Hasan
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2018): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.215 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v13i1.95

Abstract

Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan  oleh protozoa dari genus plasmodium yang ditularkan  melalui gigitan nyamuk Anopheles betina serta dapat juga ditularkan secara langsung  melalui transfusi darah, jarum suntik serta ibu hamil kepada bayinya. Terdapat  empat spesies Plasmodium yaitu  P. falcifarum, P. vivax, P. malariae, dan P.  ovale. Penelitian bertujuan untuk mengetahui  hubungan kepadatan  nyamuk Anapholes sp dengan kejadian malaria di desa Bontosunggu Kab. Kepulauan Selayar tahun 2013. Penelitian dilakukan secara Observasional dengan pendekatan  cross sectional study.  Observasi  Anopheles sp. dengan penangkapan nyamuk malam hari dengan umpan manusia (HLC), sedangkan   penemuan penderita malaria menggunakan kit RDT (Rapid Diagnostic Test) bantuan Global Foundation (GF). Anopheles yang ditangkap  dari hasil penangkapan malam hari dengan metode HLC  diidentifikasi sebagai An. subpictus dan An.barbirostris. Angka kepadatan per jam penangkapan  (MHD) An. Subpictus, tertinggi pada  jam 22.00 sebesar 0,083. MHD An. Barbirostris sebesar 0,016 pada masing-masing jam 23.00 dan 24.00. Ditemukan 3 orang (7,1%) Penderita Malaria  melalui RDT dari 42 orang sampel. Analisis bivariat  menunjukkan ada hubungan antara kepadatan Anopheles sp. dengan kejadian malaria dengan nilai p=0,032 < 0,05. Analisis bivariat  juga menunjukkan adanya  hubungan antara keberadaan plasmodium  dengan kejadian malaria dengan nilai p=0,000 < 0,05.Kata kunci:  Anopheles sp.,  Malaria,  Analisis Bivariat.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTANG KOTA MAKASSAR Suhaela Suhaela; Muhammad Hasan
-
Publisher : Andragogi Kesehatan BBPK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.091 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyakit menular yang endemis di Indonesia yakni penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memperlihatkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi dalam waktu yang singkat. Berdasarkan data dari Dinkes Kota Makassar bulan Januari tahun 2020, jumlah kasus DBD tertinggi dilaporkan terjadi di Puskesmas Antang Kec. Manggala. Kejadian DBD di Puskesmas ini mengalami peningkatan jumlah kasus DBD yang sangat signifikan dengan 41 kasus terjadi pada tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Penentuan informan menggunakan metode purpossive sampling dengan informan sebanyak 13 orang yang terdiri dari petugas kesehatan, tokoh masyarakat, kader kesehatan, masyarakat yang pernah dan tidak pernah menderita DBD. Pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Untuk keabsahan data dilakukan triangulasi teknik, data dan sumber. Analisis data menggunakan content analysis yang disajikan secara naratif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi advokasi, informan telah mewujudkan kegiatan atau pendekatan dalam penerapan advokasi, melalui lobbying/pendekatan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Makassar dan pelatihan peningkatan kemampuan beradvokasi, tetapi tidak ada dukungan politik yang tertuang dalam bentuk peraturan atau undang-undang. Dari segi dukungan sosial menunjukkan tidak ada keterlibatan pihak swasta atau bisnis dalam menangani masalah DBD di wilayah kerja Puskesmas Antang. Dari segi pemberdayaan masyarakat, menunjukkan petugas kesehatan selama ini lebih sering melakukan penyuluhan tentang DBD di Posyandu saat memasuki musim hujan, selain itu warga juga mengalami hambatan komunikasi dalam menerima pesan kesehatan karena peserta penyuluhan yang melebihi kapasitas. Penelitian ini menyarankan kepada Puskesmas Antang untuk meningkatkan komitmen politik ke tingkat pemerintah kota oleh Dinkes Kota Makassar dan meningkatkan dukungan sosial dengan membangun kemitraan yang lebih luas. Disarankan pula untuk memberikan penyuluhan tentang DBD kepada masyarakat secara intensif dengan menggunakan metode penyuluhan yang efektif, baik secara lisan maupun dalam memanfaatkan media cetak dan media terproyeksi.Kata Kunci             : Strategi, promosi kesehatan, pencegahan, DBD ABSTRACTOne of the infectious diseases that are endemic in Indonesia, namely Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) shows high morbidity and mortality rates in a short time. Based on data from the Makassar City Health Office in Januari 2020, the highest number of dengue cases was reported at Puskesmas Antang Kec. Manggala. The incidence of DHF in this Puskesmas has increased the number of dengue cases which is very significant with 41 cases occurring in 2019.This research is a qualitative research with a phenomenological design. Determination of informants using purposive sampling method with 13 informants consisting of health workers, community leaders, health cadres, people who have or have never suffered from dengue. Data collection in the form of in-depth interviews and observations. For data validity, techniques, data and sources were triangulated. Data analysis using content analysis which is presented in a narrative.The results of this study indicate that in terms of advocacy, informants have embodied activities or approaches in the application of advocacy, through lobbying / approaches involving the Makassar City Health Office and training to increase advocacy skills, but there is no political support in the form of regulations or laws. In terms of social support, it shows that there is no involvement of the private sector or business in dealing with DHF problems in the working area of the Antang Health Center. In terms of community empowerment, it shows that health workers have been doing outreach on DHF at Posyandu more often when entering the rainy season. In addition, residents also experience communication barriers in receiving health messages because extension participants have exceeded their capacity. This research suggests that Puskesmas Antang increase political commitment to the city government level by the Makassar City Health Office and increase social support by building wider partnerships. It is also recommended to provide counseling about DHF to the public intensively by using effective extension methods, both verbally and in utilizing printed and projected media.Keywords: Strategy, health promotion, prevention, DBD