Listiyanto Khabib Bagiya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU TIKUS-TIKUS KANTOR, ASIK NGGAK ASIK, DAN 17 JULI 1996 KARYA IWAN FALS DAN SKENARIO PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS XII Listiyanto Khabib Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.392 KB)

Abstract

  ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: bentuk dan makna bahasa kias yang terkandung dalam 3 (tiga) buah lirik lagu yang berjudul Tikus-Tikus Kantor, Asik Nggak Asik, dan17 Juli 1996 karya Iwan Fals, dan implementasi gaya bahasa kias dalam 3 (tiga) buah lirik lagu yang berjudul Tikus-Tikus Kantor, Asik Nggak Asik, dan17 Juli 1996 karya Iwan Fals dalam pembelajaran keterampilan berbicara pada kelas XII SMA. Penelitian ini difokuskan pada aspek gaya bahasa, yakni gaya bahasa kias jenis metafora, yang meliputi bentuk dan makna bahasa kias yang terkandung dalam 3 (tiga) buah lirik lagu yang berjudul Tikus-Tikus Kantor, Asik Nggak Asik, dan17 Juli 1996 karya Iwan Fals dan skenario pembelajaran pada kelas XII SMA. Instrumen penelitin adalah penulis sendiri sebagai peneliti dengan alat bantu kartu data. Data penelitian adalah 3 buah lirik lagu Iwan Fals, yakni: bentuk dan makna bahasa kias yang terkandung dalam 3 (tiga) buah lirik lagu yang berjudul Tikus-Tikus Kantor, Asik Nggak Asik, dan17 Juli 1996 karya Iwan Fals. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan metode analisis mengalir Miles dan Humberman. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil analisis berupa 27 gaya bahasa kias metafora dengan rincian, 15 data dalam lagu Tikus-Tikus Kantor, 9 data dalam lagu Asik Nggak Asik, dan 3 data dalam lagu 17 Juli 1996, skenario pembelajaran keterampilan berbicara dengan menggunakan media lagu yang berjudul Tikus-Tikus Kantor, Asik Nggak Asik, dan17 Juli 1996 karya Iwan Fals pada siswa kelas XII semester I SMA dengan kompetensi dasar 6.2 mengomentari pembacaan puisi baru tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual tipe problem bassed learning dengan tiga langkah kegiatan pembelajaran yakni pendahuluan, inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), dan penutup. Guru memberikan salam dan memimpin doa dengan penuh religious, Guru memberikan contoh puisi dan meminta siswa untuk menafsirkan kata-kata dalam puisi tersebut agar dapat memahami tujuan yang ingin disampaikan penulis, Guru bersama-sama dengan siswa melakukan releksi pembelajaran, Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran dengan disiplin.   Kata Kunci: gaya bahasa kias metafora, iwan fals, skenario pembelajaran.