Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Consumer Behavior as a Potential Acceptance of Renewable Energy Source in Indonesia Fitria Avicenna; Nufian S Febriani
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 1 (2021): June 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i1.525

Abstract

The trend of using renewable energy (RE) as a substitute for fossil energy is increasing as the issue of global warming continues to be echoed. Previous studies about RE focusing much on the availability and infrastructure of RE, yet no study about potential acceptance of RE in Indonesia has been conducted. Therefore, this study will fill the gap in the topic of RE consumer behavior. Qualitative approach was used in this study, by conducting literature reviews to relevant studies about consumer behavior towards RE in various countries. The results show that income, education level, infrastructure, and government policies will have a major influence in the transition process. The government occupies a strategic position with the authority in terms of supportive policies, fulfillment of infrastructure, and education of the public as potential consumers. Two scenarios are proposed for starting a shifting energy campaign in Indonesia. Finally, this study aims to enrich the contribution of communication science in the field of energy security. It can also be a reference for comparison for similar studies that focus on communication issues related to RE.
Social Media Marketing: Consumer Behavior on The Cruelty Free Concern of Beauty Brand Wayan Weda Asmara Dewi; Fitria Avicenna
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.2379

Abstract

Penelitian ini bertujuan pada produk kecantikan yang peduli dengan isu “be cruelty-free” yang berarti perusahaan tersebut tidak mengujikan produknya pada hewan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan instrumen wawancara. Responden wawancara dipilih secara purposive sampling dengan syarat bahwa responden berumur 17-35 tahun, pengguna Instagram, dan sudah menggunakan produk kecantikan selama kurang lebih 1 tahun. Hasil menunjukkan bahwa Instagram menjadi media sosial yang diakses hampir setiap hari, baik untuk mencari hiburan, sekedar mengisi waktu, maupun mencari informasi. Terdapat kemungkinan isu “be cruelty free” diketahui melalui Instagram. Isu “be cruelty free” dapat dikemas secara kreatif menjadi informasi yang menarik perhatian, mudah diakses, dan menjadi topik diskusi di Instagram. Selanjutnya, “be cruelty free” memberikan kesan positif yang menunjukkan kepedulian perusahaan pada kesejahteraan hewan dan dampaknya pada keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang. Isu ini bukanlah faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap manfaat individu, sehingga tidak memberikan pengaruh yang dominan pada keputusan pembelian. Terlebih lagi, konsumen mungkin tidak akan melakukan pembelian ulang, jika harganya mahal. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan kepada perusahaan agar lebih memperhatikan lagi kesejahteraan kepada hewan dengan tidak menguji coba produk kepada hewan.
Application of Attribution Theory to Understand Renewable Energy Users’ Perceptions Nufian S Febriani; Fitria Avicenna
Komunikator Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.12936

Abstract

Weiner’s attribution theory is used in this study to explain the perceptions and attitudes of early adults in using renewable energy. Energy policy in Indonesia supports the development of the use of renewable energy. However, this policy contradicts the still high use of fossil energy as the biggest support for the national electricity demand. This policy raises various perceptions in society, especially in early adulthood. The method used is quantitative with a survey of 135 respondents. Sampling using simple random to respondents with an age range of 18-40 years. The results of this study indicate that the perceptions and attitudes formed are quite positive. They show a high interest in using renewable energy whose information they get from social media. Researchers found that early adults’ perceptions and attitudes toward information on social media were predictable and explainable. The early adult age group showed a higher internal attribution value than external attribution on the use of renewable energy provided by social media. This shows that the perception and attitude toward using renewable energy are positive and the behavior that may arise from the information it consumes. Thus, the results of this study can be used as recommendations for policymakers to use social media as the main media to gain trust from early adults, especially for the use of renewable energy in Indonesia. 
Kampanye Pemasaran Sosial Penggunaan Energi Surya Menghadapi Perubahan Iklim Di Indonesia Nufian Febriani; Fitria Avicenna; Pratisara Bumi
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i1.2434

Abstract

Kampanye Pemasaran Sosial Penggunaan Energi Surya Menghadapi Perubahan Iklim Di Indonesia ditujukan untuk Meningkatkan jumlah partisipasi publik/masyarakat terkait penggunaan energi surya sebagai energi alternatif pengganti energi berbahan fosil seperti yang disediakan PLN (Perusahaan Listrik Negara). Bekerjasama dengan Pratisara Bumi yang fokus pada pelestaraian lingkungan termasuk perhatian pada penurunan penggunaan fosil dan penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia. Melalui komunikasi lingkungan, tim penulis dapat merencanakan strategi melalui produk komunikasi dan media untuk mendukung pembuatan kebijakan yang efektif, mengajak partisipasi masyarakat, mengimplementasikan proyek-proyek kelestarian lingkungan serta meningkatkan hubungan pemerintah dalam melakukan advokasi untuk mendorong suatu kebijakan yang pro terhadap isu lingkungan khususnya penggunaan energi terbarukan melalui panel surya.