Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI MENGGUNAKAN TEKNIK DRAMATISASI PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH KUTOWINANGUN TAHUN AJARAN 2013/2014 Iis Wulandari
SURYA BAHTERA Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.45 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca puisi menggunakan teknik dramatisasi pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kutowinangun, mendeskripsikan pengaruhnya terhadap sikap dan motivasi siswa dalam pembelajaran membaca puisi menggunakan teknik dramatisasi pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kutowinangun, dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca puisi setelah memperoleh pembelajaran membaca puisi menggunakan teknik dramatisasi pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kutowinangun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Teknik pengumpulan data diperoleh dari teknik tes dan nontes. Teknik tes terdiri dari kemampuan siswa dalam membaca puisi dari tahap prasiklus sampai siklus II. Teknik nontes terdiri dari observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa; (1) pembelajaran membaca puisi menggunakan teknik dramatisasi diterapkan pada siklus I dan siklus II, dengan proses pembelajaran yang meliputi, (a) penyampaian teknik membaca puisi, (b) mendatangkan model untuk memberikan contoh pembacaan puisi, dan (c) siswa membacakan puisi; (2) proses pembelajaran tersebut terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran membaca puisi menggunakan teknik dramatisasi; (3) peningkatan motivasi belajar siswa membaca puisi diikuti dengan peningkatan keterampilan siswa membaca puisi. Hasil tes pada prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,4 (cukup). Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 69 (cukup baik). Selanjutnya, pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 73,5 (baik). Hal ini menunjukkan peningkatan dari prasiklus ke siklus II sebesar 10,1 poin.   Kata kunci: kemampuan membaca puisi, teknik dramatisasi
PERANCANGAN SKENARIO FILM PAKSA BERBASIS KASUS KEKERASAN INSES DI MEDIA DARING Iis Wulandari; Koes Yuliadi; Purwanto Lephen
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 22, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v22i1.13896

Abstract

Kekerasan inses menjadi fenomena yang mengkhawatirkan, dimana pelaku dan korban memiliki hubungan darah. Diantara berbagai jenis kekerasan, inses adalah yang paling sulit untuk diidentifikasi dan dilaporkan. Faktor lainnya karena stigma dalam masyarakat, yang masih menganggap tabu kekerasan inses untuk dibicarakan di ruang publik. Pendekatan perancangan skenario film Paksa menggunakan beberapa pendekatan antara lain: analisis wacana, dan kreativitas. Pendekatan analisis wacana digunakan untuk mengubah berita menjadi wacana yang dapat dimaknai serta untuk mengetahui lebih jelas pola-pola kekerasan inses. Setelah berita dianalisis, tahap selanjutnya menggali kreativitas untuk mengubah fakta menjadi karya fiksi. Kreativitas adalah keahlian seseorang dalam menciptakan bentuk baru dari karya sebelumnya. Setelah ide muncul, metode untuk mengolahnya menggunakan metode transformasi distorsi. Transformasi distorsi, adalah sebuah metode dimana pencipta bebas dalam menstransformasikan fakta tersebut. Setelah data dan fakta diolah, maka tahap terakhir perancangan skenario film. Penciptan skenario film menggunakan struktur tiga babak dan in medias res. Paksa menceritakan seorang penyintas kekerasan inses yang berjuang menyelamatkan muridnya. Perjuangannya tidak mudah karena peristiwa terjadi di lingkungan masyarakat yang masih tabu dengan kekerasan inses serta kontruksi sosial yang begitu kuat memagari pemikiran masyarakat desa. Diharapkan karya skenario film menjadi media edukasi dan advokasi untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kekerasan inses.