This Author published in this journals
All Journal Jurnal RISA
Natasha Octavian Namoru ; Yuswadi Saliya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELASI PURA BESAKIH DENGAN HOTEL THE APURVA KEMPINSKI BALI DITINJAU DARI TATA MASSA, TATA RUANG, DAN SOSOK BANGUNAN Natasha Octavian Namoru ; Yuswadi Saliya
Riset Arsitektur (RISA) Vol 5 No 03 (2021): RISET ARSITEKTUR "RISA"
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v5i03.4736.207 - 222

Abstract

Abstrak Persebaran agama Hindu di Pulau Bali dipercaya dimulai pada abad pertama Masehi oleh seorang pemuka agama Hindu asal India bernama Hyang Rsi Markandeya. Bagi orang Hindu, pura paling penting di Bali adalah Pura Besakih yang terletak dekat kaki Gunung Agung. Pura Penataran Agung Besakih merupakan pura pusat yang terletak di dalam kawasan Pura Besakih. Area Pura Penataran Agung dilingkupi oleh dinding dan memiliki tujuh mandala atau tingkatan. Sosok Pura Besakih merupakan cerminan arsitektur Indonesia kuno peninggalan nenek moyang kita yang masih dapat ditemukan dan dipelihara pada jaman modern ini. Di sisi lain, arsitektur modern turut berkembang pesat di Indonesia, terutama dibidang pariwisata di Pulau Bali. Hotel The Apurva Kempinski Bali dirancang oleh arsitek Budiman Hendropurnomo dari Duta Cermat Mandiri Jakarta. Hotel resor ini menerapkan konsep perpaduan antara arsitektur kuno dan modern. Sejauh mana citra Pura Besakih dapat diadaptasi ke dalam desain hotel The Apurva Kempinski Bali akan menjadi isi penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kualitatif. Dalam studi ini, akan dicari persamaan dan perbedaan kedua objek ditinjau dari segi tata massa, tata ruang, dan sosok bangunan dengan didasari oleh teori prinsip penyusunan Francis D.K. Ching. Hasil penelitian ini menunjukkan kemiripan antara tata massa dan tata ruang Pura Penataran Agung Besakih pada hotel The Apurva Kempinski Bali dari segi sumbu, simetri, hirarki, datum, dan irama walaupun ada perbedaan dalam skala, proporsi, maupun fungsi. Hal ini membuktikan bahwa arsitektur kuno dapat menjadi inspirasi untuk rancangan arsitektur modern dengan cara diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan fungsi, material, dan kebutuhan rancangan. Kata Kunci: pura, Bali, hotel, relasi, tata massa, tata ruang, sosok bangunan