Nurkanti Nurkanti
SMP Negeri 4 Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK TEKS DRAMA Nurkanti Nurkanti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.284

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sastra merupakan salah satu pembelajaran yang dirasakan berat oleh siswa, terutama ketika siswa harus menikmati suatu karya sastra. Meskipun karya sastra drama sering dihadapi oleh siswa namun ketika harus menikmati, dalam arti menganalisis naskah drama, siswa masih banyak mengalami kesulitan. Kegagalan siswa dalam menganalisis teks drama tampak ketika hanya siswa tertentu yang dapat menyebutkan unsur intrinsik teks drama. Selama ini, guru kurang menyadari bahwa metode diskusi yang diterapkan ternyata kurang efektif. Sebagian siswa hanya menggantungkan diri pada teman sekelompok. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ini memberikan perbaikan sekaligus solusi terhadap rendahnya tingkat apresiasi sastra. Hal ini tampak ketika setiap siswa akan dapat menganalisis unsur intrinsik teks drama. Dengan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ini semua siswa betul-betul mampu menganalisis teks drama dan mempunyai keberanian untuk menyampaikan hasil pekerjaannya. Pembelajaran sastra akan menyenangkan apabila guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat. Hal ini berdampak pada meningkatnya hasil belajar dan keaktivan siswa di kelas. Kata kunci: analisis, teks drama, NHT
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI “STRATEGI TIGA KATA” Nurkanti Nurkanti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 1 (2014): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i1.154

Abstract

Abstrak: Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kemampuan yang diujikan di kelas IX SMP. Menulis cerpen memang tidak mudah, namun siswa harus menguasainya. Selama ini hasil belajar untuk menulis cerpen tergolong kurang baik. Kebanyakan siswa merasa kesulitan ketika akan memulai menulis. Siswa merasa kebingungan dengan kata pertama yang akan digunakan dalam menulis cerpen. Dalam kondisi seperti itu, siswa cenderung menggunakan kata-kata yang klise yang biasa dipakai dalam cerita-cerita lama. Penggunaan model pembelajaran tertentu diharapkan dapat membantu memancing kreativitas siswa. Karena kesulitan siswa pada diksi/pilihan kata di awal cerpen, maka guru perlu memilih suatu strategi agar siswa tidak terjebak pada kata-kata klise yang banyak digunakan orang. Strategi Tiga Kata merupakan cara mengawali penulisan cerpen dengan mengambil tiga kata acak agar terhindar dari kata-kata klise. Dengan model pembelajaran yang sesuai, siswa akan lebih mudah mengikuti pembelajaran. Tentu saja berdampak pada hasil belajar yang lebih baik. Untuk itu guru juga sebaiknya lebih bijak dalam menggunakan model pembelajaran. Kata kunci : kreativitas, menulis, cerpen, Strategi Tiga Kata