Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA ENAM JENIS TUMBUHAN STERCULIACEAE Saefudin Saefudin; Sofnie Marusin; Chairul Chairul
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.2.103-109

Abstract

Banyak jenis tanaman dari famili Sterculiaceae telah dikenal pemanfaatannya sebagai obat tradisional. Sembilan ekstrak daun, kulit batang dan biji tanaman dari enam jenis Sterculiaceae diteliti dan dievaluasi aktivitas antioksidannya. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menguji penangkalan radikal bebas secara in vitro menggunakan 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Vitamin C digunakan sebagai kontrol. Hasil pengujian menunjukkan, dari 9 ekstrak bahan tersebut, sebanyak 8 ekstrak menunjukkan aktivitas antiradikal DPPH atau antioksidan lebih dari 50%. Bagian kulit tanaman menunjukkan aktivitas paling tinggi, di mana kulit kayu Pterospermum javanicum menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi (92,02%). Hasil penapisan fitokimia terhadap 3 senyawa antioksidan menunjukkan adanya keterkaitan tingginya aktivitas antioksidan dengan banyaknya senyawa polifenol yang terkandung dalam tanaman. Bagian tanaman yang kandungan polifenolnya sedang sampai banyak, umumnya memiliki aktivitas antioksidan di atas 80%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA ENAM JENIS TUMBUHAN STERCULIACEAE Saefudin Saefudin; Sofnie Marusin; Chairul Chairul
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.2.103-109

Abstract

Banyak jenis tanaman dari famili Sterculiaceae telah dikenal pemanfaatannya sebagai obat tradisional. Sembilan ekstrak daun, kulit batang dan biji tanaman dari enam jenis Sterculiaceae diteliti dan dievaluasi aktivitas antioksidannya. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan menguji penangkalan radikal bebas secara in vitro menggunakan 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Vitamin C digunakan sebagai kontrol. Hasil pengujian menunjukkan, dari 9 ekstrak bahan tersebut, sebanyak 8 ekstrak menunjukkan aktivitas antiradikal DPPH atau antioksidan lebih dari 50%. Bagian kulit tanaman menunjukkan aktivitas paling tinggi, di mana kulit kayu Pterospermum javanicum menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi (92,02%). Hasil penapisan fitokimia terhadap 3 senyawa antioksidan menunjukkan adanya keterkaitan tingginya aktivitas antioksidan dengan banyaknya senyawa polifenol yang terkandung dalam tanaman. Bagian tanaman yang kandungan polifenolnya sedang sampai banyak, umumnya memiliki aktivitas antioksidan di atas 80%.