Yunita F Assah
Baristand Industri Manado

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA NILAI KALORI PRODUK GULA AREN PADA PENGKONDISIAN PH GULA MADU BERBEDA DENGAN MENGGUNAKAN BOM KALORIMETER Yunita F Assah
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 12 No. 2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v12i2.6615

Abstract

Gula aren merupakan salah satu produk pemanis yang memiliki jumlah kalori cukup tinggi. Kondisi asam pada bahan baku gula  dapat mempengaruhi karakteristik dari produk gula serta mempengaruhi jenis gula yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang nilai kalori yang terdapat pada 3 jenis produk gula aren, yaitu gula semut, gula cetak dan gula cair, pada pengkondisian pH gula madu yang berbeda. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan dengan perlakuan disesuaikan dengan pH gula madu, yang di ukur pada rentang pH 7.7; 5.9; 5.3; dan 4.5. Dari perlakuan pH tersebut dibuat produk gula cair, gula cetak dan gula semut. Pencatatan dilakukan terhadap kondisi pemasakan produk gula aren. Nilai kalori diukur menggunakan alat bom kalorimeter dengan merek IKA tipe C2000 Basic. Hasil pengamatan terhadap kondisi pemasakan produk gula aren menunjukkan bahwa suhu pemanasan pada pemasakan gula cair adalah 80°C, lama pemanasan 10 menit, rendemen berkisar antara 90.285-94%, dan total padatan akhir antara 75.8 – 77.5 Brix. Sementara itu, suhu pemasakan produk gula semut dan gula cetak ± 120-125°C, lama pemanasan sekitar 20-30 menit, rendemen berkisar antara 55.83 – 78%, dan total padatan akhir >93.5 Brix. Nilai kalori pada produk gula cair, gula cetak dan gula semut aren berada pada rentang 2704 – 3617 kalori/gr. Pada pengkondisian pH gula madu yang berbeda, nilai kalori dari produk gula aren memiliki selisih yang tidak terlalu jauh.Kata Kunci: Bom Kalorimeter, Gula Aren, Nilai Kalori
PENGARUH PENAMBAHAN GULA DAN SARI BUAH TERHADAP KUALITAS MINUMAN SERBUK DAGING BUAH PALA Fetty Indriaty; Yunita F Assah
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Volume 7, No. 1 Juni, Tahun 2015
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.856 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v7i1.4683

Abstract

Daging buah pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan bagian dari buah pala yang beratnya sekitar 70% dari berat utuh, dan telah dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk makanan.Tujuan penelitian ini ialah memanfaatkan daging buah pala untuk pembuatan serbuk instan dan mendapatkan formulasi minuman serbuk instan daging buah pala. Penelitian menggunakan metode percobaan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan penambahan gula 90%, sari buah pala 10%; gula 80%: sari buah pala 20%; gula 70%, sari buah 30%; gula 60%; sari buah pala 40%; dan gula 50%: sari buah 50%. Pengamatan dilakukan menggunakan beberapa parameter pada SNI 01-4320-2004 yaitu kadar gula, kadar air, uji mikrobiologi berupa angka lempeng total dan coliform; uji pH, uji kelarutan, serta uji organoleptik terhadap rasa, aroma, dan penampakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi perbandingan penambahan gula dan sari buah memiliki pengaruh yang nyata terhadap kadar pH, kelarutan, dan parameter organoleptik yang meliputi rasa, aroma, dan penampakan, serta tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air. Serbuk instan daging buah pala memenuhi syarat mutu SNI 01-4320-2004 untuk parameter kadar air dan parameter mikrobiologi yang meliputi angka lempeng total dan coliform. Perlakuan terbaik didapat pada variasi penambahan gula 60%:sari buah 40% yang menghasilkan serbuk minuman instan dengan kadar gula 84,79%, kadar air 0,4%, kadar abu 0,53%, dan kadar kelarutan 99,89%, dengan uji organoleptik terhadap rasa, aroma, dan penampakan cenderung lebih disukai panelis dengan skor penilaian agak suka.  Kata kunci: daging buah pala, serbuk instan daging buah pala
PENGARUH KONSENTRASI SODA ABU TUNGKU KOPRA ASAP DAN ASAP CAIR TERHADAP KUALITAS MI BASAH Shinta W Apriyani; Alim M Nuryadi; Yunita F Assah
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 11 No. 1 Juni 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.541 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v11i1.5073

Abstract

Mi merupakan makanan yang dibuat dari tepung terigu dan dikonsumsi secara luas di masyarakat karena harganya yang murah dan pembuatannya mudah. Mi basah mempunyai kadar air tinggi sehingga tidak dapat disimpan lama. Hal ini menjadikan banyak pihak berlaku curang dengan cara menambahkan bahan makanan non pangan seperti boraks atau formalin untuk mendapatkan mi basah yang kenyal dan memperpanjang masa simpan. Pada penelitian ini, digunakan soda abu tungku kopra asap sebagai bahan pengenyal dan asap cair sebagai bahan pengawet mi basah. Penelitian pertama adalah penambahan larutan soda abu ke dalam adonan mi dengan perlakuan 0, 2, 3, 4, 5 dan 10oBaume untuk kemudian dilanjutkan dengan uji kesukaan. Penambahan soda abu 4oBaume menghasilkan mi basah yang paling disukai. Penelitian dilanjutkan dengan perlakuan penambahan asap cair sebanyak 0% (A), 0,5% (B), 1% (C), 1,5% (D) dan 2% (E). Mi basah yang dihasilkan kemudian diuji kadar protein, kadar abu dan kadar airnya serta uji organoleptik dan cemaran mikrobiologinya selama penyimpanan (hari ke-1, ke-7, ke-14 dan ke-21). Dari hasil pengamatan didapat kadar protein berkisar antara 6,18-7,72%, kadar abu 1,04-1,36% dan kadar air 50,60-55,64%. Dari pengamatan fisik, sampai penyimpanan hari ke-21, mi basah masih kenyal dan tidak tumbuh jamur yang terlihat. Pada hari ke-21 jumlah ALT berkisar antara 1,59×101-1,09×102 cfu, sedangkan jumlah kapang berkisar antara 7,72×100-2,55×101 cfu, masih lebih kecil dari persyaratan SNI (2406-90) yaitu 1,0×106 dan 1,0×104 cfu. Dapat disimpulkan bahwa penambahan soda abu dan asap cair dapat menghasilkan mi basah yang kenyal dan memiliki daya simpan lama.Kata kunci: asap cair, mie basah, soda abu
KARAKTERISTIK KADAR SUKROSA, GLUKOSA DAN FRUKTOSA PADA BEBERAPA PRODUK GULA AREN Yunita F Assah; Ardi K Makalalag
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol 13. No. 1 Juni 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33749/jpti.v13i1.7444

Abstract

ABSTRAKGula aren diperoleh dari proses penyadapan nira aren yang kemudian dikurangi kadar airnya hingga menjadi padat. Produk gula aren ini adalah berupa gula cair, gula cetak dan gula semut. tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan gula pada masing - masing produk olahan gula aren. bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gula madu yang merupakan bahan setengah jadi yang diperoleh dari petani nira aren. penelitian dilakukan secara deskriptif, proses pembuatan gula aren dilakukan dengana metode pemasakan pada waktu tertentu sesuai dengan jenis produk yang akan dihasilkan, dalam hal ini gula cair, gula cetak dan gula semut. hasil penelitian menunjukan produk dari gula aren memiliki kandungan sukrosa, glukosa dan fruktosa yang berbeda-beda, dimana kandungan sukrosa yang tertinggi yaitu pada produk gula aren yang diolah menjadi gula semut dengan kandungan sukrosa sebesar 95,79%. Kandungan glukosa tertinggi pada produk gula cair dengan kandungan glukosa sebesar 1,6% dan kandungan fruktosa tertinggi pada produk gula aren yang diolah menjadi gula semut dengan nilai kandungan fruktosa sebesar 1,525%.Kata kunci: Gula aren, sukrosa, glukosa, fruktosa ABSTRACTPalm sugar is obtained from the process of tapping palm sap which is then reduced in water content until it becomes solid. These palm sugar products are in the form of liquid sugar, molded sugar, and refined sugar. The purpose of this study was to identify the sugar content in each palm sugar processed product. The raw material used in this research is honey sugar which is a semi-finished material obtained from palm sap farmers. The research was carried out descriptively, the process of making palm sugar was carried out by the cooking method at a certain time according to the type of product to be produced, in this case liquid sugar, molded sugar, and refined sugar. The results showed that palm sugar products have different sucrose, glucose and fructose content, where the highest sucrose content is in palm sugar products which are processed into ant sugar with a sucrose content of 95.79%. The highest glucose content in liquid sugar products with a glucose content of 1.6% and the highest fructose content in palm sugar products processed into ant sugar with a fructose content value of 1.525%.Keywords: Palm sugar, sucrose, glucose, fructose