Abdulloh Sadjad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Akhlak Perspektif al-Imam Al-Ghazali Abdulloh Sadjad
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan mempunyai pengertian yang tidak hanya terbatas pada pendidikan formal yang kebanyakan dipahami oleh masyarakat, oleh sebab itu pendidikan adalah salah satu hal yang diwajibkan oleh agama maupun negara. Pendidikan mempunyai dua pengertian, yakni pengertian pendidikan dalam arti umum dan pendidikan dalam arti khusus. Pendidikan dalam arti khusus adalah bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, sedangkan pendidikan dalam arti umum adalah suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup kognitif, psikomotor dan afektif dalam rangka mencapai kepribadian individu yang lebih baik. Akhlak dapat diartikan sebagai budi pekerti, watak, tabiat. Dalam bahasa sehari-hari ditemukan pula istilah etika ataupun moral, yang diartikan sama dengan akhlak, walaupun sebenarnya yang sama antara istilah-istilah tersebut adalah pembahasannya, yaitu tentang baik dan buruk. Budi pekerti merupakan perpaduan dari hasil ratio dan rasa yang bermanifestasi pada karsa dan tingkah laku manusia. Konsep pendidikan akhlak menurut Al- Ghazali yaitu meningkatkan kualitas moral serta mengatasi degradasi moral atau degradasi akhlak manusia yang semakin hari semakin menurun. Dengan adanya konsep pendidikan akhlak di era globalisasi ini, diharapkan mampu menjadi motivasi terkhusus dalam lembaga pendidikan, dan umumnya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Konsep yang berlandaskan al-Qur’an dan al-Hadits harus muncul sebagai kekuatan moral dan memberikan stimulus, sehingga menumbuhkan pemahaman agama yang dinamis dan kreatif bukannya pasif. Konsep pendidikan akhlak harus diberdayakan agar dapat memberikan respon terhadap globalisasi.
Pembelajaran Aktif Melalui Metode Imla’ untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Huruf Arab pada Siswa Kelas VIIA SMPN 2 Tulakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/ 2019 Abdulloh Sadjad
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 12 No. 2 (2019): JULI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.226 KB)

Abstract

In the development of science today is supposed to be the method of teaching reading adapted to the context and the use of acceptable language students, not giving words - words without context and meaning. Likewise, teaching writing, writing skills (hand writing) with the copy, imitate, and so is the way it - it (Godman and his friends: 1986). Teaching literacy is not only learning rang and wrote letters by stringing-rangkainya but an attempt to develop the literacy skills (reading and writing) that is based upon the ability to speak. So that the child's cognitive ability in using the language would be better.               In Religion Islamic learning in primary school / madrasah rely heavily on the use of methods that attractive and interesting. Learning that a draw would entice children to keep and bear studying Islamic religion as a 2nd language after their mother tongue. If students are interested in learning it will easily improve student achievement in language. In some students, learning Islamic religion is very boring because they already feel able and delivery of material that is less attractive thus indirectly becoming weaker students in the arrest of the material. Writers as a teacher of Religion Islam strongly felt problem that occurred during this study.