Fahri Polii
Baristand Industri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENELITIAN PEMBUATAN ETANOL DARI SERAT/AMPAS SAGU Fahri Polii
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 8 No. 1 Juni 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.217 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v8i1.1302

Abstract

Penelitian pembuatan etanol dari serat/ampas sagu baruk dan sagu rumbia telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan etanol dari serat/ampas sagu dengan perlakuan proses hidrolisis asam dan lamaproses hidrolisis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini berupa serat/ampas sagu baruk (Arenga microcarpa Beccari) dan sagu rumbia (Metroxylon sagu) yang merupakan limbah dari proses pengambilan tepung pati sagu.  Serat/ampas sagu dipersiapkan melalui proses pengeringan, pengilingan, pengayakan hingga diperoleh serbuk berukuran 40 mesh. Sebelum digunakan sebagai bahan baku pembuatan etanol, terhadap serat/ampas sagu yang telah disiapkan dianalisis untuk mengetahui kadar karbohidrat dan gula. Hasil uji bahan baku menunjukkan kadar karbohidrat serat/ampas sagu baruk dan sagu rumbia berturut-turut adalah 41,22-49,18% dan 52,78-62,85%, sedangkan kadar gula bahan baku berturut-turut adalah 1,91-3,19% dan 1,28-3,19%. Selanjutnya ke dalam bahan baku yang telah disiapkan ditambahkan asam sulfat dengan konsentrasi 0,5 N;1,0 N;  1,5 N  dan dihidrolisis selama 2, 3, dan 4 jam  pada temperature 121 oC. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar gula serat/ampas sagu dipengaruhi oleh konsentrasi asam sulfat yang ditambahkan serta lama proses hidrolisis pada temperature 121 oC. Kadar gula tertinggi ditemukan pada serat/ampas sagu rumbia dengan perlakuan penambahan asam sulfat 1,5 N yang dihidrolisis selama 3 jam, yakni 13,90%. Kadar etanol tertinggi juga diperoleh pada hasil fermentasi serat sagu rumbia yang diperlakukan dengan penambahan asam sulfat 1,0 N yang dihidrolisis selama 3 jam, yakni 13,60%. Limbah pengolahan pati sagu dari tanaman sagu baruk dan sagu rumbia berupa serat/ampas dapat diolah menjadi etanol melalui proses hidrolisis asam sulfat konsentrasi rendah dengan pemanasan bertekanan.Kata Kunci: etanol, serat, sagu baruk, sagu rumbia konsentrasi, hidrolisis
PENELITIAN PENYULINGAN MINYAK PALA ”SIAUW” METODE UAP BERTEKANAN DAN KARAKTERISTIK MUTU MINYAK PALA Fahri Polii
Jurnal Penelitian Teknologi Industri Vol. 8 No. 1 Juni 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.876 KB) | DOI: 10.33749/jpti.v8i1.1301

Abstract

Penelitian penyulingan minyak pala ”Siauw” metode uap bertekanan dan karakteristik minyak pala telah dilakukan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui metode penyulingan yang dapat memberikan hasil optimal terhadap kuantitas maupun kualitas minyak biji pala ”Siauw”. Bahan baku Penelitian adalah biji pala yang berasal dari Pulau Siau yang  dikenal secara internasional sebagai pala ”Siauw”. Dalam penelitian ini dilakukan penyulingan minyak pala sistem tekanan uap. Alat yang memiliki beberapa komponen, yaitu ketel uap, ketel penyulingan dan kondensor (pendingin), serta pemisah minyak (florentine flask). Proses penyulingan diawali dengan melakukan pencacahan/penghancuran biji pala dengan ukuran 0,5-1,0 cm yang selanjutnya dimasukkan ke dalam ketel penyulingan yang telah dipanaskan. Ketel uap dipanaskan sehingga tekanan mencapai 1,5 barr lalu uap dialirkan ke ketel suling. Proses penyulingan dilakukan selama 7 dan 14 jam dengan aliran tekanan uap 1 barr. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tekanan ketel uap 1 barr akan tercapai setelah ketel dipanaskan selama 2 jam, akan tetapi ketika uap dialirkan ke dalam ketel suling (berisi bahan biji pala), maka tekanan akan turun menjadi 0,25 barr. Pada pemanasan ketel uap selama 3 jam diperoleh tekanan 1,5 bar dan ketika uap dialirkan ke dalam ketel suling, maka tekanan turun menjadi 1 barr, dimana tekanan 1 bar ini akan konstan selama proses penyulingan selama 14 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen total minyak pala berkisar antara 5,63-6,84%,  berat jenis minyak pala berkisar antara 0,9022-0,9042 (penyulingan 7 jam) dan 0,9057-0,9181 (penyulingan 14 jam), indeks bias minyak pala 1.472-1,482 (7 jam) dan 1,484-1,490 (14 jam), sisa penguapan memberikan hasil antara 2,2-2,5% (7 jam) dan 2,6-2,9% (14 jam). Uji kelarutan dalam alkohol menunjukkan pada perbandingan 1 bagian minyak pala dan setelah ditambahkan 3 bagian alkohol 90% memberikan penampakan jernih baik yang disuling selama 7 jam maupun 14 jam, zat asing: negatif, bau adalah khas minyak pala dan kadar miristicin 8,56-8,58% (7 jam) dan 12,58-12,60% (14 jam). Rendemen dan komponen/senyawa fisiko-kimia minyak pala secara kuantitatif dan kualitatif akan meningkat seiring dengan lamanya waktu penyulingan. Kata kunci: uap bertekanan, miristicin, pala siauw.