Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REVITALISASI PROFESI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA INDUSTRI 4.0 Siti Makhmudah; Luluk Indarinul Mufidah
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): September 2021
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v20i2.319

Abstract

Perkembangan pesat di era globalisasi atau era modernisasi dalam bidang sains, politik,, dan teknologi. Berbagai definisi pemikiran yang kontra dari dunia Barat maupun yang pro. Pertumbuhan yang cepat dan hilangnya hubungan antara kekuatan netika tradisional dan norma agama, merupakan akibat dari masalah lain dan perang brutal pada periode ini. Tujuan penelitian ini untuk menambah khazanah intelektual muslim Indonesia, kususnya mengenai karya ilmuwan tentang pendidikan profesi guru terutama guru pendidikan agama islam yang sesungguhnya. Didalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fisiologis dimana prosedur dalam pemecahan masalah yang akan diselidiki nanti dilakukan secara rasional melalui sebuah penalaran yang terarah dan perenungan yang mendasar dan mendalam tentang hakikat sesuatu. Hasil dari penelitian ini nantinya dengan adanya revitalisasi profesi guru, maka akan menumbuhkan dan memaksimalkan peran pendidik sebagai orang tua kedua, dimana hubungan emosional keduanya sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Pendidik juga harus mampu membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki pola perilaku akhlakul karimah. Kesimpulan penelitian ini bahwa perlu adanya kerjasama antar semua elemen pendidikan untuk memajukan kualitas pendidikan bangsa. Karena kemajuan pendidikan suatu bangsa merupakan cerminan dari kesejahteraan masyrakatnya dan itu dimulai dari kualitas pendidik dan juga genrasi muda bangsa. Kata Kunci: Revitalisasi, modernisasi, guru, pendidikan
KEPRIBADIAN ANAK DARI POLA ASUH AUTHORITARIAN DALAM PRESPEKTIF ISLAM Siti Makhmudah
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 4, No 2 (2020): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v4i2.259

Abstract

The problem of children and education is a very interesting problem for an educator and parents who face children who need education all the time. Nurturing and raising a child means caring for his life and health and educating him with full sincerity and affection also also forgive the mistakes of children. Departing from this fundamental reason researchers are interested in discussing further related to this issue in the hope that it can provide educational development going forward. This study aims to determine how the child's personality from authoritarian parenting. This research method uses descriptive qualitative case study approach. The subject of this study was a 10-year-old girl who was in elementary school. The results showed that the authoritarian parenting mother had a great influence on the formation of the child's personality, the child became bolder, easily rebelled and easily influenced, the child must be on the other hand to be disciplined and learn to respect time. The subject of this study was a 10-year-old girl who was in elementary school.
Pendidik dan upaya manajemen formulasi lembaga pendidikan Islam yang kreatif menghadapi masa pandemi covid-19 Siti Makhmudah
Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2021): EVALUASI: Edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/evaluasi.v5i2.653

Abstract

AbstracThis research shows several activities carried out in the home, working from home and studying from home. Learning from home is called online (learning with online sites). The design and application of long-distance learning literacy with the topic of Corona Virus 2019 Covid-19 aims to avoid this pandemic which is currently spreading completely and is very deadly. With this pandemic, it has not made the world of education lack sense in developing learning in the world of education at the RA, SD, SMP, SMA and Higher Education levels as well as Ponpes. Especially for students / learners who are still using via online as an intermediary for connecting their knowledge, while still minimizing the obstacles that occur during the online period. Therefore this discussion will be interesting. (1) the obstacles faced by students / learners, (2) the efforts made by the teachers / teachers / lecturers / educators, (3) the solutions made by the students / students and the teachers / teachers / lecturers / educators. This research uses a case study method and the research approach uses a qualitative case study method which is used to obtain information on the online learning process at the level of students who are still active in the world of higher education and Islamic boarding schools. The aim of the research is to find out to what extent, since the existence of Covid-19, all economies in the first world have collapsed as well as the world of education, including universities and boarding schools. The online school system will be implemented starting in the month of 2020. Not only in Indonesia but throughout the world. The correct formulation in this title is based on the formulation and composition in the right form in the form of the impact that occurs on students / students and teachers / teachers / lecturers / educators during the Covid-19 pandemic.Key words: Lecture Formulation, Creative Lectures, Covid Pandemic -19
Kecerdasan Moral Anak di Era Globalisasi Menurut Perspektif Imam Ghozali Siti Ima Makhmudah
Al Hikmah Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v8i1.12407

Abstract

AbstracEarly childhood is an age where all knowledge and development must begin to be stimulated. Knowledge as a source of world life and the hereafter. Children's moral education or better known as child morals will be perfect when using the correct religious order. One of the basic attitudes that must be possessed by children in order to have a good and right attitude is to have a good attitude, morals and religion as God's people. Therefore, a teacher in early childhood education must always try in various ways in order to be able to guide children to have a good personality that is based on moral and religious values. According to Imam Ghozali moral is the same as khuluq, which means morals. In his view, moral cultivation is better and more advisable from an early age. The purpose of moral education in the view of Imam Ghozali is to form a pure human soul in order to draw closer to Allah. The source of moral education according to Ghozali is revelation and through strict guidance through shaykh (teacher) so that it does not optimize the functioning of reason. Moral Ghozali's educational material is: the habituation method, the exemplary method, and the tazkiyah an-nafs (soul-cleansing) method. Therefore, a PAUD teacher must strive in various ways in order to be able to guide his students to achieve true moral intelligence in order to have a good personality. One of them is Imam Ghozali's understanding of early childhood moral intelligence that is widely known.Kerword : Intelligence Morals Analysis, Imam Ghozali Perspective, Early ChildhoodAbstrakAnak merupakan usia dimana semua pengetahuan dan perkembangan harus mulai di rangsangkan. Pengetahuan sebagai sumber kehidupan dunia dan akhirat. Pendidikan moral anak atau lebih dikenal dengan akhlak anak akan menuju sempurna apabila menggunakan tatanan agama yang benar. Salah satu sikap dasar yang harus dimiliki oleh anak agar mempunyai sikap yang baik dan benar adalah memiliki sikap, moral dan keagamaan yang baik sebagai umat Tuhan. Oleh karena itu seorang guru dalam pendidikan Anak harus selalu berupaya dalam berbagai cara agar dapat membimbing anak mempunyai kepribadian yang baik yang dilandasi dengan nilai moral dan agama. Menurut Imam Ghozali moral sama dengan khuluq, yang artinya akhlak. Dalam pandangannya, penanaman moral lebih baik dan lebih dianjurkan sejak usia dini. Tujuan pendidikan moral dalam pandangan Imam Ghozali adalah membentuk manusia yang suci jiwanya dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sumber pendidikan moral menurut Ghozali adalah wahyu dan melalui bimbingan yang ketat melalui syaikh (guru) sehingga kurang mengoptimalkan fungsi akal. Materi pendidikan moral Ghozali adalah: metode pembiasaan, metode keteladanan, dan metode tazkiyah an-nafs (penyucian jiwa). Oleh karena itu seorang guru PAUD harus berupaya dengan berbagai cara agar dapat membimbing anak didiknya mencapai kecerdasan moral yang sebenar-benarnya agar mempunyai kepribadian yang baik. Salah satunya pemahaman imam Ghozali tentang kecerdasan moral Anak yang sudah banyak diketahui. 
Pembelajaran Calistung Menggunakan Metode Iqro’ Pada Anak Untuk Membangun Generasi Rabbani Di Era Globalisasi Siti Makhmudah Parti
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 9 No. 01 (2019): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, April 2019
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v9i01.830

Abstract

Artikel ini didasarkan atas fenomena penggunaan metode iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung), supaya anak merasa tertarik dan berminat untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa ada paksaan. Sesuai dengan fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada pertanyaan dasar, bagaimana penerapan Metode Iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung)?. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang: 1) latar belakang diterapkannya Metode Iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung), 2) penerapan Metode Iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung). Hasil makalah ini menunjukkan bahwa penerapan metode iqro’ pada pembelajaran calistung di keaksaraan berdasarkan atas latar belakang anak yang lebih bisa mengaji/membaca huruf arab daripada membaca huruf alfabeth, penerapannya hanya dasar-dasarnya saja yang kemudian dikembangkan lagi dengan memberikan bacaan-bacaan pendek/ayat- ayat pendek yang disadur dari Al-Qur’an beserta pemaknaannya disertai tekhnik penyampaian yang menyenangkan telah mampu menjawab kebutuhan anak tentang belajar sehingga dapat menarik minat anak untuk belajar dan dalam penerapannya juga terdapat kelebihan antara lain Metode Iqro’ dapat memberikan kemudahan bagi Tutor dalam menyampaikan materi dan bagi anak belajar mendapatkan kemudahan dalam menerima materi sedangkan kekurangannya antara lain jika anak belajar tidak rajin menghadiri proses pembelajaran, karena penerapan metode ini dilakukan secara beruntun atau bersambung. Sehingga semakin sering anak belajar tidak hadir maka akan semakin tertinggal, anak sama sekali tidak memahami huruf arab/ ataupun latin, karena permulaan penyampaian materi dengan menggunakan huruf arab. Kekurangan dalam penerapan Metode Iqro’ tersebut jika tidak diatasi akan berimbas pada lambatnya proses pembelajaran.