Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI PLASTICIZER SERTA APLIKASINYA PADA BUAH NANAS TEROLAH MINIMAL Rahmi A Mudaffar
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.669

Abstract

Edible film yang terbuat dari pati relatif mudah sobek, sehingga perlu penambahan plasticizer agar lebih lentur. Karakteristik edible film akan menentukan kualitas akhir terhadap aplikasinya pada produk pangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu ; (1) mengetahui karakteristik edible film dari limbah kulit singkong dengan kombinasi perlakuan penambahan plasticizer, (2) mengetahui pengaruh aplikasi pengemasan dengan metode coating dan wrapping pada buah nanas terolah minimal. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu ekstraksi pati kulit singkong. Pati hasil ektraksi kemudian dianalisis; (1) kadar air, (2) kadar pati, (3) kadar amilosa, dan (4) suhu gelatinisasi. Pada tahap ini akan diperoleh pati kulit singkong yang terbaik sebagai bahan dasar edibel film. Tahap kedua yaitu pembuatan edible film pati kulit singkong, dengan menggunakan kombinasi plasticizer dalam berbagai konsentrasi yaitu gliserol (2%, 4%, 6%) dan propilen glikol (2%, 4%, 6%). Edible film yang diperoleh kemudian dianalisis; (1) ketebalan, (2) kuat tarik, (3) persen pemanjangan dan (4) laju transmisi uap air. Analisis data yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktorial dengan dua kali ulangan. Tahap ketiga yaitu aplikasi edible film pada buah nanas terolah minimal, dengan metode; (1)  Kontrol (tanpa perendaman dan pelapisan), (2) Perendaman (coating), dan (3) Pelapisan (wrapping). Tahap aplikasi ini akan dilakukan selama 3 hari dan setiap harinya akan dilakukan pengamatan terhadap susut berat dan warna. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini memperlihatkan suhu gelatinisasi pati ubi kayu 63oC, kadar air pati ubi kayu 10,14%, kadar pati ubi kayu 97,35% dan kadar amilosa 9,584%.  Sedangkan pada sifat fisik dan mekanis edibel film menunjukkan ketebalan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Kuat tarik yang terbaik penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Persen pemanjangan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 6%, gliserol 2%.  Sedangkan untuk laju transmisi uap air yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Selanjutnya hasil pengamatan aplikasi dari edibel film memperlihatkan susut bobot yang terbaik pada perlakuan wrapping yaitu 26,41%.  Sedangkan untuk parameter warna yang terbaik pada perlakuan coating dengan nilai rata–rata panelis ialah 3,34.