Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMI PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN DIPTEROKARPA DENGAN TEKNIK SILIN (STUDI KASUS PT. SARI BUMI KUSUMA, KALIMANTAN BARAT) Dhany Yuniati
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 8, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2011.8.4.239-249

Abstract

Pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan teknik SILIN berkaitan dengan investasi dalam jangka waktu pengusahaan yang panjang. Diperlukan analisis kelayakan finansial dan ekonomi untuk mengetahui manfaat bagi perusahaan dan masyarakat secara luas serta analisis sensitivitas untuk mengetahui kepekaan pembangunan hutan tanaman dipterokarpa terhadap berbagai kemungkinan dan perubahan pada arus biaya atau pendapatan. Mengacu kepada suku bunga sebesar 6,4%, untuk analisis finansial dan 4,04% untuk analisis ekonomi penelitian ini menganalisa kelayakan dari pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan teknik SILIN di PT. Sari Bumi Kusuma (PT. SBK). Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa dari empat skenario penilaian, tiga diantaranya secara finansial pembangunan hutan tanaman dipterokarpa di PT. SBK layak untuk diusahakan sedangkan satu skenario dimana pendapatan yang diperoleh dari tebangan dijalur tanam tidak layak untuk diusahakan. Sedangkan dari hasil analisis ekonomi pembangunan hutan tanaman dipterokarpa layak untuk diusahakan dari semua skenario pendapatan yang ada. Nilai yang paling tinggi baik dari hasil analisis finansial maupun ekonomi ditunjukkan oleh skenario dimana pendapatan diperoleh dari tebangan persiapan, jalur tanam dan jalur antara dengan nilai NPV Rp. 3.274.809.355.926, BCR 2.02 dan IRR 19% untuk analisis finansial dan NPVRp.11.484.650.969.272,BCR3.77 dan IRR108% untu kanalisis ekonomi. Hasil analisis sensitivitas finansial menunjukkan skenario perhitungan dimana pendapatan yang diperoleh dari tebangan di jalur tanam tidak kuat menghadapi penurunan hasil sebanyak 15% dan 30%. Sedangkan skenario perhitungan dimana pendapatan yang diperoleh dari tebangan di jalur tanam dan jalur antara tidak kuat menghadapi penurunan hasil sebanyak 30% tetapi masih cukup kuat menghadapi penurunan hasil sebanyak 15%. Hasil analisis sensitivitas ekonomi menunjukkan bahwa penurunan hasil sebanyak 30%, pembangunan hutan tanaman dipterokarpaceae tetap memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
ANALISIS FINANSIAL PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN DIPTEROKARPA: STUDI KASUS DI PT INHUTANI II PULAU LAUT PROP. KALIMANTAN SELATAN PULAU LAUT PROPINSI KALIMANTAN SELATAN Dhany Yuniati; Lydia Suastati
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.37-48

Abstract

Pembangunan hutan tanaman dipterokarpa berkaitan dengan investasi dalam jangka waktu pengusahaan yang panjang. Diperlukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui manfaat dan analisis sensitivitas dari investasi untuk mengetahui kepekaan pembangunan hutan tanaman dipterokarpa terhadap berbagai kemungkinan dan perubahan pada arus biaya atau pendapatan. Mengacu kepada suku bunga sebesar 6.78%, penelitian ini menganalisa kelayakan dari pembangunan hutan tanaman ditperokarpa oleh PT. Inhutani II di Kalimantan Selatan. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa pembangunan hutan tanaman dipterokarpa di PT Inhutani II layak untuk dilaksanakan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai NPV  Rp. 14.976.282, BCR 1,91 dan IRR 6,84 untuk pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan bibit cabutan sedangkan untuk bibit yang berasal dari stek hasil koffco dengan nilai NPV Rp. 2.377.782, BCR 1,08 dan IRR 6,79. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan bibit cabutan  cukup kuat untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam hal ini penurunan hasil sebesar 30% dan kenaikan suku bunga sampai 8%. Bertolakbelakang, sistem KOFFCO tidak cukup kuat menghadapi perubahan yang sama.
ANALISIS FINANSIAL PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN DIPTEROKARPA: STUDI KASUS DI PT INHUTANI II PULAU LAUT PROP. KALIMANTAN SELATAN PULAU LAUT PROPINSI KALIMANTAN SELATAN Dhany Yuniati; Lydia Suastati
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.37-48

Abstract

Pembangunan hutan tanaman dipterokarpa berkaitan dengan investasi dalam jangka waktu pengusahaan yang panjang. Diperlukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui manfaat dan analisis sensitivitas dari investasi untuk mengetahui kepekaan pembangunan hutan tanaman dipterokarpa terhadap berbagai kemungkinan dan perubahan pada arus biaya atau pendapatan. Mengacu kepada suku bunga sebesar 6.78%, penelitian ini menganalisa kelayakan dari pembangunan hutan tanaman ditperokarpa oleh PT. Inhutani II di Kalimantan Selatan. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa pembangunan hutan tanaman dipterokarpa di PT Inhutani II layak untuk dilaksanakan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai NPV  Rp. 14.976.282, BCR 1,91 dan IRR 6,84 untuk pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan bibit cabutan sedangkan untuk bibit yang berasal dari stek hasil koffco dengan nilai NPV Rp. 2.377.782, BCR 1,08 dan IRR 6,79. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan bibit cabutan  cukup kuat untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam hal ini penurunan hasil sebesar 30% dan kenaikan suku bunga sampai 8%. Bertolakbelakang, sistem KOFFCO tidak cukup kuat menghadapi perubahan yang sama.