Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN BAHAN BAKU KEDELAI LOKAL DENGAN KEDELAI IMPORT TERHADAP MUTU TAHU Jhon David Haloho; Tietyk Kartinaty
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 1: MEI 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.267 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v4i1.363

Abstract

Proteien nabati yang dihasilkan oleh kacang kedelai sangat potensial dibandingkan  dengan jenis kacangan lainnya karena nilai gizinya yang sangat tinggi. Olahan kedelai cukup digemari dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, berupa tahu, tempe, kecap, tauco, air susu kedelai. Manfaat tahu dapat berperan sebagai bahan subtitusi bagi protein susu, daging dan telur. Tujuan penelitian untuk melihat perbandingan tahu  yang berbahan baku kedelai lokal dan impor terhadap mutu tahu. Penelitian dilaksanakan di laboratorium pasca panen BPTP Kalbar pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kedelai Grobogan memiliki kualitas terbaik dengan standar mutu yang diamati meliputi kadar protein, kadar air, pH, rasa-aroma tekstur  dengan nilai berturut turut 8,21%, 74,76%, pH 5,84, rasa-aroma 4,25 dan tekstur 4,05.
PENAMPILAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LIMA VARIETAS BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum ) DI KALIMANTAN BARAT Tietyk Kartinaty; Hartono Hartono; Serom Serom
BUANA SAINS Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.436 KB) | DOI: 10.33366/bs.v18i2.1183

Abstract

Introduction of high yielding varieties of red onion (Allium ascalonicum) is an effort that can be done to increase red onion production in West Kalimantan. This research aims to introduce new varieties that can adaptive for the conditions of the land in West Kalimantan in order to obtain location-specific varieties as well as to accelerate the deployment of red onion Agency for Agricultural Research and Development. The research was conducted from May to July 2014 at the Visitor BPTP Plots of West Kalimantan. Research using randomized block design with four replications. The varieties used are Katumi, Bima, Mentes, Pikatan and Manjung. Variables observed included: height of plant (cm), number of tillers (clumps), number of leaves (strands), bulbs diameter (mm), weight bulbs (g), production (tons / ha). The results showed that of the five varieties of onion were tested superior results achieved ranged from 6.11 to 9.37 tons / ha. The Varieties Bima and Katumi to give the highest production of 9.37 tons / ha and 9.09 tons / ha. Both of these varieties are recommended for development in West Kalimantan.
KERAGAAN VARIETAS UNGGUL BARU PADI PADA LAHAN SUB OPTIMAL PASANG SURUT DI KALIMANTAN BARAT Agus Subekti; Tietyk Kartinaty; Muhammad Arifin Muflih
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i1.1451

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama bagi penduduk di Kalimantan Barat yang kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Budidaya padi dilakukan oleh petani pada berbagai agroekosistem lahan yang sebagian besar merupakan lahan suboptimal diantaranya adalah lahan pasang surut. Pengembangan padi pada lahan pasang surut dihadapkan pada berbagai kendala fisiko kimia lahan diantaranya genangan air, kemasaman tanah yang tinggi, intrusi air asin, dan keracunan Fe. Upaya untuk meningkatkan produktivitas padi pada lahan pasang surut adalah dengan mengintroduksikan VUB padi yang adaptif. Tujuan dari uji coba/pengkajian ini adalah untuk mengetahui keragaan VUB padi pada lahan suboptimal pasang surut di Kalimantan Barat. Uji coba menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang dicobakan berupa tiga varietas unggul baru padi yaitu Baroma, Inpari IR Nutri Zinc, dan Inpago 9, dengan enam ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, persentase gabah isi per malai, berat 1000 butir gabah, dan produktivitas GKP. Data dianalisis dengan Anova dan di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan VUB padi yang keragaannya baik dan cocok dikembangkan pada lahan sub optimal pasang susut di Kalimantan Barat adalah Inpari IR Nutri Zinc dengan produktivitas GKP 4,00 t/ha, Kata Kunci : keragaan, VUB padi, sub optimal ,pasang surut.
TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI INPARI 43 SISTEM TABELA DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN KUBU RAYA Tietyk Kartinaty; Sri Sunardi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1149

Abstract

Teknologi TABELA merupakan rekayasa komponen teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani melalui efesiensi penggunaan tenaga kerja, rasionalisasi sarana produksi, optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil serta analisa usahatani padi melalui penerapan teknologi budidaya padi Inpari 43 sistem TABELA di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Terus, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya seluas ± 2 ha dengan 3 petani kooperator yang terbina dalam kelompok tani Setia Usaha. Kegiatan dilaksanakan pada musim rendengan Agustus sampai dengan Desember 2018. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil padi sistem tanam TABELA dan pola petani yang diuraikan secara deskriptif terhadap parameter pertumbuhan dan hasil padi yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur panen dan berat gabah kering panen. Analisis kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui biaya dan tingkat produktivitas usahatani padi sistem TABELA dan pola petani dengan menggunakan analisis biaya dan penerimaan, analisis kelayakan usahatani ( R/C ratio) dan analisis B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan keragaan pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpari 43 sistem tanam TABELA memiliki tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif yang lebih tinggi dibandingkan pola petani (TAPIN). Untuk umur panen dengan sistem TABELA lebih pendek yaitu 98 hari sedangkan pola petani (TAPIN) umur panen berkisar 112 hari. Hasil gabah kering panen pada sistem TABELA sebesar 5,83 t/ha lebih tinggi dibandingkan pola petani (TAPIN) sebesar 4,50 t/ha. Usahatani padi sistem TABELA nilai R/C ratio sebesar 2,01 dan nilai B/C ratio sebesar 1,01. Dengan demikian usahatani padi sistem TABELA layak untuk diusahakan. Kata kunci: Padi, TABELA, analisis usahatani, efisiensi usahatani
KARAKTER AGRONOMIS TIGA VARIETAS JAGUNG DAN DOSIS PEMUPUKAN PADA SISTEM TANAM TUMPANGSARI DI LAHAN KERING Tietyk Kartinaty; Jhon David Halono; Melia Puspitasari
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.328 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v4i2.638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang terbaik dan dosis pemupukan anorganik N, P dan K yang tepat dalam meningkatkan hasil tanaman jagung pada sistem tanam tumpang sari di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Landak pada bulan Oktober 2018 sampai dengan Februari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 kali ulangan dengan ukuran tiap petak 2 m x 4 m. Petak Utama adalah Varietas Jagung Komposit yang terdiri tiga perlakuan yaitu varietas Sukmaraga, Lamuru dan Jagung Pulut (Lokal). Sedangkan Anak Petak adalah dosis pupuk anorganik N, P dan K yang terdiri dari empat taraf yaitu 50 %, 75 %, 100 % dan 125 % dari dosis anjuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung varietas Sukmaraga memberikan karakter agronomis yang paling baik dan berbeda nyata dengan varietas lainnya. Sedangkan dosis pupuk pada taraf 125 % dari anjuran (375 kg NPK/ha, 125 kg TSP/ha, 125 kg urea/ha) + 1,5 ton/ha pupuk organik kotoran ayam menunjukkan hasil jagung yang paling baik dan berbeda nyata dengan level dosis lainnya yaitu dapat menghasilkan jagung 5,0 ton/ha pipilan panen
Adaptation of Several New Superior Varieties of Rice under the Shade of Coconut Sution Sution; Tietyk Kartinaty
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v9i1.2092

Abstract

One of the efforts to increase rice production can be done by utilizing land between plantation crops. However, the obstacle faced by intercrops among plantation crops is the low light intensity received by plants. The solution that can be done is to use new high yielding varieties that are shade tolerant. This study aims to produce several varieties of rice that have good adaptation to growth and yield in shaded conditions under coconut stands. The study used a Randomized Block Design (RBD) which consisted of 7 treatment varieties, namely Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8, Inpago 9, Situ Bagendit, Inpari 32 and Jeliteng, then repeated 4 times. The results showed that the Rindang 1, Rindang 2, Inpago 8 and Inpago 9 varieties were higher than the high yielding varieties between 15.16-52.04 cm. The number of contents and the number of grain per panicle was highest in the Inpago 8 and Inpago 9 varieties. The highest 1000 grain weight was in the Rindang 2 variety, which was 31.09 g. VUB adaptation test under the shade of coconut varieties Inpago 8 and Inpago 9 productivity above 4 tons-1, while the varieties Rindang 1 and Rindang 2 productivity 3.7 tons-1 and 3.9 tons-1