Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DI KAWASAN PUNCAK KABUPATEN BOGOR Yunita Lisnawati; Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 6, No 1 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.816 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2009.6.1.45-54

Abstract

Kawasan Puncak di Kabupaten Bogor telah ditetapkan sebagai kawasan andalan, kawasan konservasi tanah dan air, daerah wisata dan penyangga ibu kota Jakarta. Akan tetapi kawasan ini telah mengalami banyak perubahan penggunaan lahan yang mempersempit lahan pertanian dan dapat menurunkan daya dukung lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya daya dukung lahan di kawasan Puncak Kabupaten Bogor pada tahun 2005. Daya dukung lahan adalah jumlah penduduk yang dapat didukung atau disokong oleh suatu luas sumberdaya lahan pada lingkungan tertentu dalam keadaan makmur, sesuai dengan teknologi dan pengelolaan usahatani yang dilakukan petani. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus Bayliss-Smith yang diwakili oleh 3 desa contoh yaitu desa Gadog, Batulayang dan Sukakarya. Hasil perhitungan daya dukung menunjukkan daya dukung lahan di desa Sukakarya 84,48 jiwa/ha, desa Batulayang 40,90 jiwa/ha dan desa Gadog sebesar 35,65 jiwa/ha. Dengan angka kepadatan penduduk yang sesungguhnya yaitu desa Sukakarya 14,71 jiwa/ha, Batulayang 26,61 jiwa/ha dan Gadog 36,05 jiwa/ha, maka diketahui bahwa desa Gadog sudah melampaui daya dukung lahannya.
ANALISIS FLUKTUASI DEBIT AIR AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PUNCAK KABUPATEN BOGOR Yunita Lisnawati; Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 7, No 4 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.693 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2010.7.4.221-226

Abstract

Kawasan Puncak yang terletak di Sub DAS Ciliwung Hulu merupakan daerah tangkapan air yang penting bagi kota Jakarta. Namun saat ini dengan terjadinya perubahan penggunaan lahan yang sangat dinamis, terutama peningkatan penggunaan untuk pemukiman telah berdampak pada perubahan debit air maksimum-minimum. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan antara tahun 1995-2003, dalam hubungannya dengan perubahan debit air maksimum-minimum di kawasan Puncak Kabupaten Bogor. Analisis spasial dilakukan dengan menggunakan peta penggunaan lahan tahun 1995-2003 berdasarkan citra satelit landsat ETM+, dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis data atribut menggunakan Analisis Korelasi Berganda dan Analisis Regresi Berganda. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di kawasan Puncak pada periode tahun 1995-2003 cenderung didominasi oleh perubahan lahan kebun campuran menjadi pemukiman. Analisis korelasi berganda menunjukkan adanya korelasi yang cukup tinggi dan berkorelasi negatif antara luas hutan dan selisish debit maksimum-minimum. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa hutan mampu menurunkan selisih debit air maksimum-minimum sebesar 0,027 m3/detik, jika luasan hutan naik sebesar satu hektar.