Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TEGAKAN Acacia auriculiformis SEBAGAI POHON PENAUNG DAN INANG TANAMAN CENDANA (Santalum Album Linn) I Komang Surata
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 7, No 5 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.046 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2010.7.5.241-251

Abstract

Tegakan acasia (Acacia auriculiformis) adalah salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai pohon penaung dan inang cendana. Penggunaan acasia sebagai pohon penaung atau inang yang terlalu rapat dan dalam waktu yang lama akan menurunkan pertumbuhan tanaman cendana karena persaingan akan semakin meningkat, oleh sebab itu pada kerapatan penaung dan umur tertentu perlu dilakukan pengurangan penutupan tajuk salah satunya dengan cara pemangkasan cabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengurangan penutupan tajuk A. auriciliformis sebagai pohon penaung dan inang dengan cara pemangkasan cabang terhadap pertumbuhan tanaman cendana. Penanaman cendana dilakukan di bawah tegakan A. auriculiformis hasil dari tanaman reboisasi yang telah berumur 5 tahun dengan kerapatan tegakan 6 x 6 m dan tajuknya mulai menutup. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Berblok dengan perlakuan pemangksan cabang tegakan A. auriculiformis : 0 %, 25 %, 50 %, 75 %, 100 % per pohon yang dilakukan pada umur 2 tahun setelah tanam dan selanjutnya setiap tahun dilakukan pemangkasan terubusan cabang sampai umur 8 tahun. Perlakuan terdiri dari 3 blok dan setiap blok terdiri dari 25 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 8 tahun pemangkasan cabang pohon penaung atau inang nyata meningkatkan tinggi, diameter, dan persen hidup tanaman cendana masing-masing 45 %, 48 %, dan 107 %. Persen hidup tanaman cendana paling baik dihasilkan pada perlakuan pemangkasan cabang umur 3 tahun sebanyak 76 % dan umur 8 tahun 91 %. Pemangkasan cabang dapat meningkatkan temperatur udara 14 % dan intensitas cahaya matahari 53 %. Intensitas cahaya matahari nyata meningkatkan persen hidup tanaman cendana.
PEMUPUKAN NPK PADA TANAMAN Eucalyptus camaldulensis Dehnh DI LAHAN SAVANA, KABUPATEN SUMBA TIMUR, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR I Komang Surata
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 6, No 1 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.329 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2009.6.1.9-18

Abstract

Tanah marginal di daerah savana pulau Sumba, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) umumnya mempunyai kekurangan unsur hara makro seperti N, P, dan K. Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman E. camaldulensis dalam rehabilitasi lahan kritis di daerah ini diperlukan pemupukan NPK. NPK adalah pupuk kompleks anorganik yang mengandung Nitrogen (N), Phosphor (P), dan Kalium (K) yang dikenal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman pada tanah-tanah marginal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis optimum pemupukan NPK terhadap pertumbuhan tanaman E. camaldulensis di lapangan. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan 4 dosis pupuk NPK antara lain: 0, 50, 100, 150 g /pohon , yang terdiri 3 ulangan dengan 49 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan NPK nyata meningkatkan persen tumbuh dan tinggi serta tidak nyata meningkatkan diameter tanaman E. camaldulensis pada umur 15 bulan. Persen tumbuh dan tinggi tanaman yang terbaik dihasilkan dengan menggunakan konsentrasi pupuk NPK 50 g/pohon. Urutan persen tumbuh yang terbaik sampai terendah adalah pada perlakuan dosis : 50, 0, 100, 150 g/pohon, dengan nilai masing-masing persen tumbuh 67,35; 40,24; 18,36; 12,24 %. Pemupukan NPK lebih dari 50 g/pohon menyebabkan pertumbuhan tanaman lebih rendah dari pada kontrol.