Penelitian uji coba mutu bibit dua jenis meranti merah telah dilakukan di areal IUPHHK PT Erna Juliawati, Kalimantan Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi mutu bibit dua jenis meranti merah setelah satu tahun ditanam di lapangan. Bibit yang telah dipelihara selama tujuh bulan di persemaian, sebelum ditanam di lapangan diseleksi terlebih dahulu berdasarkan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI 01-5005.1-1999) yaitu berdasarkan kriteria tinggi dan diameter bibit serta nilai kekokohan bibit. Perlakuan terdiri dari dua jenis meranti merah dan tiga mutu bibit asal cabutan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dalam pola acak lengkap berblok yang diulang sebanyak 4 kali. Setiap perlakuan ditanam sebanyak 100 tanaman dengan jarak tanam 20 x 2,5 m. Jumlah tanaman yang diamati sebanyak 2.400 bibit. Parameter bibit yang diuji adalah persen hidup dan pertumbuhan (tinggi dan diameter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis, mutu bibit, interaksi antara jenis dan mutu bibit tidak berpengaruh nyata terhadap persen hidup, namun block dan mutu bibit berpengaruh nyata terhadap persen hidup, sedangkan. untuk pertumbuhan (tinggi dan diameter) hanya blok yang berpengaruh nyata. Berdasarkan uji beda nyata Tukey menujukkan bahwa persen hidup bibit untuk ke dua jenis meranti pada blok II antara mutu bibit satu dengan mutu bibit yang lainnya berpengaruh nyata yaitu 88,8 % and 84,3 %. Pertumbuhan tinggi dan diameter bibit pada blok III untuk kedua jenis meranti lebih tinggi dibandingkan pada blok lainnya, sementara untuk S. parvifolia. yang berasal dari mutu bibit satu lebih tinggi dibandingkan dengan interaksi antara jenis dan mutu bibit lainnya, yaitu sebesar 184,6 cm. Dengan demikian jenis S. parvifoliadari cabutan dengan mutu bibit satu, yaitu tinggi antara (50 - 65 cm ) atau rata-rata sebesar 59,3cm dengan diameter antara (5 - 8 mm) atau rata-rata sebesar 5,8 mm dapat dijadikan standard mutu bibit untuk ditanam dalam program silin dengan sistem TPTI Intensif.