Mohammad Zaini
Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Geliat Teori Sistem dalam Membaca Fenomena Pendidikan Mohammad Zaini
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2017): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.695 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2017.7.1.96-115

Abstract

Artikel ini berbicara mengenai dunia pendidikan khususnya pesantren dalam bingkai teori sistem. Melihat dunia pendidikan sebagai satu struktur masyarakat, tulisan ini bertujuan membaca aktifitas manusia sebagai rangkaian fungsi-fungsi yang berperan dan bernilai. Dalam perspektif teori sistem pesantren merupakan satu contoh sebuah sistem terbuka. Artinya segala aspek yang berhubungan dengan proses pendidikan di dalamnya, secara terus menerus telah memicu pertukaran informasi. Ia juga terbentuk karena adanya komitmen; consensus; solidaritas; kerja sama; selain itu sistem sosial cenderung untuk bertahan dan berintegrasi. Oleh karena itu, dalam sistem sosial selalu dibutuhkan adanya otoritas dan legitimasi. Sehingga dunia pendidikan dapat dikatakan telah melakukan proses asimilasi bahkan Islamisasi sumber daya dari dan untuk lingkungan. Proses ini berlangsung secara kontinyu dan berulang-ulang.
Pendidikan Remaja dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Mohammad Zaini
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.388 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2018.8.1.99-117

Abstract

Remaja (adolescere) merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yang selalu diiringi dengan pelbagai pematangan fisik dan psikologis. Perubahan dramatis tersebut turut menyertakan perubahan yang signifikan terhadap pola pikir, sikap, perilaku dan mental spiritual. Metode pengajaran yang berlaku efektif bagi mereka tidak sama dengan masa sebelum ataupun sesudanya. Ini disebabkan perbedaan persoalan yang dihadapi, di antaranya: remaja disebut sebagai periode peralihan, perubahan, usia bermasalah, mencari identitas. Oleh karena itu, pada dasarnya metode yang paling optimal bagi usia remaja adalah pembelajaran yang menekankan pada etika-sosial mampu mengendalikan impelementasi dari id, ego dan super ego-nya. Sehingga mampu menumbuhkembangkan sekaligus menguatkan relasi yang terbentuk antara bakat dan minat yang inheren dalam diri remaja tanpa takut akan terjerumus sikap negatif.