Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sunnah, Sains dan Peradaban Manusia; Menelaah Kembali Pemikiran Yusuf Al Qardhawi Ahmad Putra; Prasetio Rumondor
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.665 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.1-19

Abstract

Di era ini, muncul beranekaragam pemikiran yang berujung pada permasalahan dalam bidang sains (ilmu pengetahuan). Maka kajian tentang pemikiran Yusuf al Qardhawi menarik dikupas kembali untuk memberikan kerangka berpikir yang bersandar pada as Sunnah sebagai dasar hukum Islam yang kedua. Studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Yusuf al Qardhawi tentang Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan peradaban. Selanjutnya artikel ini diharapkan dapat merefleksikan pemikiran tersebut dalam kehidupan intelektual. Penulis berkesimpulan bahwa, bagi Yusuf al Qardhawi, Sunnah merupakan tafsir praktis terhadap al-Qur’an dan aplikasi ideal dalam peradaban Islam. Sunnah juga memberikan keterkaitan yang kuat pada perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Penulis berargumen, dengan menjadikan Sunnah sebagai sumber pengetahuan dan peradaban, sebenarnya al Qardhawi menekankan pada penggunaan akal yang merujuk kepada Sunnah sebagai sumber kontekstual.
Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Kenakalan Siswa (Studi Kasus di MA Muhammadiyah Lakitan Sumatera Barat) Ahmad Putra; Prasetio Rumondor
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.924 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i1.2172

Abstract

This paper discusses several forms of student delinquency that occurred at MA Muhammadiyah Lakit, West Sumatra, the things that influence and how Islamic religious education efforts in preventing phenomena that occur. This research uses a qualitative approach with qualitative descriptive analysis. Based on the results and data obtained, the problems that occur in students are considered to be serious, often repeated and make the school and the teacher worry about the habits of some students, such as being caught smoking in school stalls, jumping school fences, skipping school hours, fighting, and coming to school late. The school has also often warned and the last solution is the calling of parents of students involved in delinquency. The causes of delinquency done by students are due to the influence of peers, environmental influences, weak parental supervision and the influence of social media. There are two attempts by the school in preventing student delinquency, the first giving advice, and the second punishment. Although not yet running optimally. However, there has been a bright spot for students, so they understand the impact he has. In fact, the rules made by schools to shape themselves as moral and educated students, and make both parents happy.Tulisan ini membahas tentang beberapa bentuk kenakalan siswa yang terjadi di MA Muhammadiyah Lakitan Sumatera Barat, hal-hal yang mempengaruhi serta bagaimana upaya pendidikan agama Islam dalam mencegah fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan data yang diperoleh, permasalahan yang terjadi pada siswa sudah dianggap serius, sering terulang dan membuat pihak sekolah beserta guru khawatir dengan kebiasaan yang dilakukan beberapa siswa, seperti ketahuan merokok di warung sekolah, melompat pagar sekolah, bolos pada jam sekolah, berkelahi, dan telat datang ke sekolah. Pihak sekolah juga telah sering memperingatkan dan solusi terakhir ialah pemanggilan orang tua siswa yang terlibat kenakalan. Penyebab dari kenakalan yang dilakukan siswa dikarenakan pengaruh teman sepermainan, pengaruh lingkungan, pengawasan orang tua yang lemah dan pengaruh media sosial. Ada dua upaya yang dilakukan sekolah dalam mencegah kenakalan siswa, yang pertama memberikan nasehat dan kedua hukuman. Walaupun belum berjalan maksimal. Akan tetapi telah ada titik terangnya kepada siswa, sehingga mereka paham akan dampak yang ia didapatkan. Sejatinya, aturan yang dibuat sekolah untuk membentuk diri siswa yang bermoral dan berpendidikan, serta membahagiakan kedua orang tua.
POLA INTERAKSI GURU PAI DENGAN SISWA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SMA NEGERI 1 BELANG Prasetio Rumondor; Ridwan Nur Sineke
AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/al-hikmah.v2i2.482

Abstract

Tanpa adanya interaksi dengan siswa guru tidak akan bisa mengetahui apa saja yang dapat membuat siswa semangat sehingga kedekatan antara keduanya haruslah ditingkatkan atau guru berinisiatif untuk terlebih dahulu berinteraksi dengan para siswanya. Karena siswa pasti akan berinteraksi dengan siswa yang seumuran dengannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi guru PAI dan siswa dalam meningkatkan hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis dan pedagogig. Adapun hasil penelitian ini menemukan: Pertama, pola interaksi antara guru dengan siswa adalah pola interaksi tiga arah, pola seperti ini memberikan keleluasaan kepada guru dan murid di dalam kelas. Hal ini dikarenakan tingkat pola interaksi ketika yang digunakan hanya satu arah, maka guru saja yang akan terus berbicara, berbeda dengan menggunakan pola interaksi dua arah dan bahkan tiga arah. Setelah itu nilai yang para siswa dapatkan meningkat. Kedua, proses interaksi guru dan siswa cukup sederhana. Dimana guru melakukan proses senyum, salam, dan sapa. Lalu guru bertanya kepada siswa mengenai pelajaran sebelumnya, sehingga proses pembelajaranpun berjalan sebagaimana mestinya, hal ini dikarenakan guru telah mengetahui mana siswa yang sudah mengerti akan pelajaran kemarin dan mana siswa yang belum mengerti. Proses interaksi tidak hanya berlangsung di dalam kelas, melainkan ada proses interaksi di luar kelas melalui kegiatan tazkir keliling di rumah-rumah para siswa itu sendiri. Without interaction with students, the teacher will not be able to know anything that can make students excited so that the closeness between the two must be increased or the teacher takes the initiative to interact with their students first. Because students will definitely interact with students who are the same age as him. This study aims to determine the interaction patterns of PAI teachers and students in improving learning outcomes. The research method used was qualitative with a sociological and pedagogical approach. The results of this study found: First, the pattern of interaction between teacher and student is a three-way interaction pattern, this pattern provides flexibility to the teacher and students in the class. This is because of the level of interaction patterns when only one direction is used, the teacher will continue to talk, in contrast to using two-way and even three-way interaction patterns. After that the grades that students get an increase. Second, the process of teacher and student interaction is quite simple. Where the teacher processes smile, greetings, and greetings. Then the teacher asks students about the previous lesson, so the learning process runs as it should, this is because the teacher already knows which students have understood the lesson yesterday and which students have not yet understood. The interaction process does not only take place in the classroom, but there is a process of interaction outside the classroom through the Tazkir activities around in the homes of the students themselves.
UPAYA GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KOGNITIF DAN KEPRIBADIAN SISWA DI MTs NEGERI 1 BONGKUDAI Prasetio Rumondor; Nailil Maslukiyah
EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.085 KB) | DOI: 10.33650/edureligia.v3i1.903

Abstract

In the world of formal education, the teacher is an important part of the success of students. In this country education serves to educate the nation which aims to develop the potential of students while at the same time becoming a man of faith and devotion to God, mastering science and technology as stated in Law no. 20 of 2003. In this study using qualitative research methods. The results of the study show that the efforts made by PAI teachers in improving students' cognitive and personality competencies include initiatives to create learning forums outside school hours, advise, and direct students to study in the library. Then, the average cognitive ability of students is good. And, in terms of personality students have good personalities such as honesty, politeness, and exemplary it's just not prominent. In order for students to have good personalities, the teacher invites students to pray in the congregation at the mosque, provide knowledge and understanding such as advice and if wrong then given a law that educates, tells the stories of prophets, friends and scholars. From the efforts made by the teacher, there are factors that support such as the teacher having competence, the convenient location of the school and the school infrastructure facilities are adequate while the obstacles are the environment, student association, family problems, and the surrounding community, as well as the current technology.
Pendidikan Agama Islam dalam Mencegah Kenakalan Siswa (Studi Kasus di MA Muhammadiyah Lakitan Sumatera Barat) Ahmad Putra; Prasetio Rumondor
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.068 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i1.2172

Abstract

This paper discusses several forms of student delinquency that occurred at MA Muhammadiyah Lakit, West Sumatra, the things that influence and how Islamic religious education efforts in preventing phenomena that occur. This research uses a qualitative approach with qualitative descriptive analysis. Based on the results and data obtained, the problems that occur in students are considered to be serious, often repeated and make the school and the teacher worry about the habits of some students, such as being caught smoking in school stalls, jumping school fences, skipping school hours, fighting, and coming to school late. The school has also often warned and the last solution is the calling of parents of students involved in delinquency. The causes of delinquency done by students are due to the influence of peers, environmental influences, weak parental supervision and the influence of social media. There are two attempts by the school in preventing student delinquency, the first giving advice, and the second punishment. Although not yet running optimally. However, there has been a bright spot for students, so they understand the impact he has. In fact, the rules made by schools to shape themselves as moral and educated students, and make both parents happy.Tulisan ini membahas tentang beberapa bentuk kenakalan siswa yang terjadi di MA Muhammadiyah Lakitan Sumatera Barat, hal-hal yang mempengaruhi serta bagaimana upaya pendidikan agama Islam dalam mencegah fenomena yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil dan data yang diperoleh, permasalahan yang terjadi pada siswa sudah dianggap serius, sering terulang dan membuat pihak sekolah beserta guru khawatir dengan kebiasaan yang dilakukan beberapa siswa, seperti ketahuan merokok di warung sekolah, melompat pagar sekolah, bolos pada jam sekolah, berkelahi, dan telat datang ke sekolah. Pihak sekolah juga telah sering memperingatkan dan solusi terakhir ialah pemanggilan orang tua siswa yang terlibat kenakalan. Penyebab dari kenakalan yang dilakukan siswa dikarenakan pengaruh teman sepermainan, pengaruh lingkungan, pengawasan orang tua yang lemah dan pengaruh media sosial. Ada dua upaya yang dilakukan sekolah dalam mencegah kenakalan siswa, yang pertama memberikan nasehat dan kedua hukuman. Walaupun belum berjalan maksimal. Akan tetapi telah ada titik terangnya kepada siswa, sehingga mereka paham akan dampak yang ia didapatkan. Sejatinya, aturan yang dibuat sekolah untuk membentuk diri siswa yang bermoral dan berpendidikan, serta membahagiakan kedua orang tua.