Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KINERJA LAPISAN GEOTEKSTIL PADA UMUR 5 TAHUN SETELAH PEMASANGAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Almufid Almufid; Saiful Haq
Jurnal Teknik Vol 4, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v4i1.359

Abstract

Selama proses rekonstruksi jalan negara pada tahun 2009, sebuah tes dengan skala penuh dilakukan pada jalan dengan kinerja perkerasan yang kurang baik, umumnya karena lapisan tanah dasar yang berbentuk lempung kelanauan, tingginya muka air tanah, dan karena lalu lintas berat diatasnya. Penggalian dilakukan 5 tahun setelah instalasi geotekstil kemudian sampel geotekstil, tanah dasar, dan base course diambil untuk diamati di laboratorium. Dilakukan juga in situ soil test untuk lapisan tanah dasar. Walaupun beberapa partikel halus berpindah melalui lapisan geotekstil ke dasar base course, tidak ada bukti selama 5 tahun adanya efek membahayakan terhadap perkerasan. Kerusakan kecil geotekstil yang muncul pada tahap konstruksi mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kinerja perkerasan. Pada semua lapisan tanah dengan geotekstil, ditemukan adanya penurunan yang cukup besar bila dibandingkan dengan lapisan tanah biasa. Namun, secara keseluruhan kinerja geotekstil cukup baik. Kata Kunci: Lapisan tanah dasar, Penggalian setelah 5 tahun, geotektile, penurunan
INOVASI BETON MUTU TINGGI RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGUNAN NASIONAL Almufid Almufid
Jurnal Teknik Vol 7, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v7i1.939

Abstract

Beton adalah material komposit (gabungan) dari partikel-partikel agregat yang saling mengikat menjadi suatu badan atau bagian yang solid dengan ikatan dari material semen. Beton juga dikenal dengan material dengan kekuatan tekan yang memadai, mudah dibentuk, mudah diproduksi secara local, relative kaku, dan ekonomis. Namun di sisi lain, beton juga menunjukan banyak keterbataan baik dalam proses produksi maupun sifat-sifat mekaniknya, sehingga beton pada umumnya hanya digunakan untuk konstruksi dengan ukuran kecil dan menengah.Abu sekam padi dihasilkan dari pembakaran sekam padi. Belakangan ini banyak peneliti yang memanfaatkan abu sekam padi dalam suatu bahan seperti pembuatan keramik, pembuatan batu bata, dan lain-lain.Penggunaan tulang hewan dalam penelitian kami adalah sebagai penambahan agregat kasar dalam pembuatan beton. Hal ini dikarenakan jumlah limbah tulang hewan di Indonesia yang sangat banyak dan belum termanfaatkan secara menyeluruh, Dengan beton mutu tinggi dimensi dari struktur dapat diperkecil sehingga berat struktur menjadi ringan. Hal tersebut menyebabkan beban yang diterima pondasi secara keseluruhan menjadi lebih kecil pula. Jika ditinjau dari segi ekonomi hal tersebut tentu akan lebih menguntungkan. Beton mutu tinggi dapat diartikan sebagai beton yang berorientasi pada kekuatan yang tinggi (high strength concrete) yang mempertimbangkan keawetan (durability) beton serta kemudahan pengerjaan beton (work-ability). Kata Kunci  ;   Beton Komposit , Abu Sekam, Penggunaan Tulang dan Beton Mutu Tinggi
IMPLEMENTASI METODE REP - IBP DALAM ESTIMASI ERROR PADA PELAT LENTUR DENGAN ELEMEN DKMQ UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Almufid Almufid
Jurnal Teknik Vol 2, No 2 (2013): Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v2i2.3948

Abstract

Dalam tulisan ini akan dibahas penerapan metode pemulihan gaya dalam yaitu REP (Recovery By Equilibrium In Patches) yang diperkenalkan oleh Zienkiewicz-Zhu untuk problem pelat lentur dengan menggunakan elemen DKMQ (Discrete Kirchoff Mindlin Quadrilateral). Penulisan kali ini akan menggunakan metode Interfaced Base Patch sebagai cara untuk pembentukan patch.  Metode ini digunakan untuk memperoleh solusi gaya dalam yang lebih baik dengan memanfaatkan konsep titik superkonvergen. Untuk elemen quadrilateral titik superkonvergen ini berimpit dengan titik integrasi Gauss. Metode REP-Interfaced Based Patch ini kemudian memanfaatkan metode Least Square Fit terhadap titik superkonvergen tersebut untuk memperoleh peningkatan akurasi solusi gaya dalam. Dalam tulisan ini akan disertai pula uji numerik di mana penulis menggunakan tiga metode pemulihan gaya dalam lainnya yaitu metode rata-rata langsung, metode proyeksi dan REP- Interfeced Based Patch sebagai perbandingan.                                                                                                                                Penelitian akan dilanjutkan dengan menggunakan keempat metode pemulihan gaya dalam yang telah disebutkan di atas sebagai pembentuk estimator error Zienkiewicz-Zhu (Z2) untuk mengestimasi error solusi elemen hingga. Pada bagian ini dengan didukung hasil uji numerik kita akan mencoba membuktikan bahwa metode pemulihan gaya dalam REP- Interfaced Based Patch, akan selalu menunjukkan estimasi error yang asimtotik eksak pada contoh kasus yang memiliki solusi eksak maupun yang tidak. Dalam uji numerik tersebut proses modelisasi struktur dilakukan dengan penghalusan jaringan elemen (mesh) tipe-h secara seragam maupun adaptif.            Dalam penelitian ini penulis menggunakan program Finite Element Analysis Program (FEAP) v7.1 sebagai program utama untuk melakukan uji numerik. Dalam program tersebut telah disertai subrutin formulasi elemen DKMQ dan Error Estimator Z2 yang ditulis dalam bahasa FORTRAN yang penulis dapatkan dari hasil penelitian sebelumnya. Dalam hal ini penulis cukup menambahkan subrutin yang terkait dengan perhitungan metode REP.
PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 04/SE/Db/2017 DAN METODE AASHTO 1993 Almufid Almufid
Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v9i2.3076

Abstract

Jalan merupakan salah satu prasarana perhubungan darat yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia. Selain perencanaan geometrik jalan, perkerasan jalan merupakan bagian dari perencanaan jalan yang harus direncanakan secara efektif dan efisien, karena kebutuhan tingkat pelayanan jalan semakin tinggi. Jalan Perjuangan  merupakan salah satu bagian jalan di Jakarta barat yang jalannya sudah digunakan. Pekerjaan jalan ini menggunakan perkerasan kaku, agar perkerasan tahan sampai pada masa layannya, maka perlu metode desain yang tepat dalam perencanaannya. Terdapat banyak metode untuk mendesain tebal pelat beton ini, diantaranya metode Bina Marga 2017 dan AASHTO 1993. Tugas Akhir ini bertujuan untuk menganalisis alternatif desain tebal perkerasan mengkaji pada parameter perencanaan kedua metode, perencanaan tebal pelat beton, dan melakukan analisa perbandingan hasil kedua metode. Metode ini dimulai dengan pengumpulan data primer berupa data lalu lintas dan data tanah. Setelah itu pengumpulan data sekunder yang berupa data pertumbuhan lalu lintas dan data hidrologi, kemudian dilakukan perhitungan tebal pekerasan dengan menggunakan kedua metode, dan hasil perhitungannya lalu dilakukan perbandingan antara kedua metode tersebut. Dalam perencanaan perhitungan tebal pelat dibutuhkan parameter input untuk masing-masing metode. Parameter input perencanaan tebal perkerasan untuk metode Bina Marga 2017 adalah parameter lalu lintas, tanah dasar, pondasi bawah, pondasi bawah material berbutir, dan kekuatan beton. Parameter input perencanaan tebal perkerasan untuk metode AASHTO 1993 adalah parameter lalu lintas, modulus reaksi tanah dasar,  material konstruksi perkerasan,  realibility,  dan koefisien drainase.  Untuk  studi kasus yaitu pada jalan perjuangan grogol Jakarta barat, tebal pelat beton berdasarkan perhitungan metode Bina Marga 2017 adalah 28,5 cm, sedangkan berdasarkan metode AASHTO 1993 adalah 26 cm. Selisih yang didapat cukup kecil yaitu 2,5 cm. Hal ini dikarenakan perbedaan parameter input dari masing-masing metode dan data lalu lintas kendaraan yang melintasi jalan tersebut yang cukup kecil.Kata kunci : Tebal perkerasan kaku, Bina marga 2017, AASHTO 1993
PERANAN PROJECT MANAGER TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONTRUKSI (PROJECT MANAGER ROLE ON CONSTRUCTION PROJECTS SUCCESS) Hesty Erviani Zulaecha; Almufid Almufid; Zamroni Zamroni; Ryan Novianto
Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v10i1.4026

Abstract

The role of a project manager can be seen from a knowledge, performance and personal perspective. Meanwhile, the success of a construction project can be seen from the efficiency of the project being managed and the project that is managed, which can be of the right quality, on time and on cost from customer desires and contribution to a company. The purpose of this study is to determine the stages of competence that are very influential on the success of a construction project and to find out how much influence the project manager's competence has on the success of a construction project. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 6 building construction projects that are being carried out by private companies such as contractors, construction management and owners. Data processing using statistical analysis method using SPSS software. The results of the analysis of the knowledge, performance and personal variables show that the variable that most influences the success of a building construction project is the performance variable followed by the knowledge and performance variables with standardized regression coefficient (Beta) of X1 =, X2 = and X3 =.Keywords: project success, project management competence, project manager, multiple linear regress.(Peranan seorang project manager dapat dilihat dari segi pengetahuan, kinerja dan pribadi. Sedangkan keberhasilan proyek konstruksi dilihat dari efisiensi proyek yang di kelola dan proyek yang di kelola dapat tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya dari keinginan pelanggan dan kontribusi pada sebuah perusahaan. Dari tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tahapan kompetensi yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek konstruksi serta mengetahui seberapa banyak pengaruh kompetensi project manager terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 6 proyek konstruksi gedung yang sedang dikerjakan perusahaan swasta seperti kontraktor, management kontruksi dan owner. Pengolahan data menggunakan metode analisis stastitik menggunakan software SPSS. Hasil analisis dari variabel pengetahuan, kinerja dan pribadi menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan proyek konstruksi gedung adalah variable kinerja dan di ikuti oleh variabel pengetahuan dan kinerja dengan nilai koefisien regresi yang terstandarisasi (Beta) sebesar X1=, X2= dan X3=.Kata Kunci: keberhasilan proyek, kompetensi manajemen proyek,  project manager , uji regresi linier berganda)
Beton Mutu Tinggi dengan bahan Tambahan Almufid Almufid
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.569 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1239

Abstract

Beton adalah element yang digunakan sebagai struktur dalam konstruksi teknik sipil yang dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Dalam teknik sipil struktur beton digunakan untuk bangunan pondasi, kolom, balok, plat/plat cangkang. Beton dikategorikan mempunyai mutu tinggi jika kuat tekannya 30 Mpa. Pada tahun 1960-1970, kriterianya naik menjadi 40 Mpa. Saat ini beton dikatakan sebagai beton mutu tinggi jika kuat tekannya diatas 50 Mpa dan diatas 80 Mpa adalah beton dengan mutu sangat tinggi (supartono,1998)pada tahun 1980an beton mutu tinggi banyak digunakan untuk bangunan tingkat, terutama untukelement struktur kolom.Didalam beton , agregat mempunyai peran penting yaitu 60% - 80% , dari volume beton, dari segi ekonomis harga agregat lebih rendah dibandingkan dengan PC, namun agregat terlal u banyak menyebabkan pasta cemen tidak mampu menyelimuti dan mengisi atau merekatkan seluruh permukiman butiran agregat .Beberapa cara meningkatkan kinerja beton menjadi beton bermutu tinggi dan berkinerja tinggi adalah Mengurangi porositas beton dengan cara mengurangi air dalam adukan beton ,Menambahkan aditif mineral seperti silicafume atau abu terbang ,Menambahkan serat (beton berserat), Beton dengan pemadatan mandiri (self compacting concrete)