Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SENYAWA BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP EKSPRESI CD62L PADA LIMPA MENCIT YANG DIBERI PAPARAN Staphylococcus aureus Faroka, Dia
El-Hayah : Jurnal Biologi Vol 3, No 2 (2013): EL-HAYAH (VOL 3, NO 2, Maret 2013)
Publisher : Department of Biology Science and Technology Faculty UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/elha.v3i2.2610

Abstract

S. aureus dapat menyebabkan penyakit toxic shock syndrome, endokartitis, osteomyelitis, pneumonia, sepsis, serta penyakit meningitis. Superantigen bakteri ini dapat mempengaruhi sistem imun melalui sekresi sitokin proinflamasi secara besar-besaran. Resistensi S. aureus terhadap vancomysin, mendorong masyarakat untuk mencari obat alternatif yang berasal dari bahan alam, yaitu tanaman obat tradisional. Salah satu tanaman obat tradisonal yang memiliki potensi sebagai anti mikroba, anti kanker, anti inflamasi  dan antioksidan adalah buah mengkudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran senyawa dari ekstrak air buah mengkudu terhadap ekspresi CD4+CD62L+ ( sel T naif ) dan CD4+CD62L- ( sel T memori ) pada limpa mencit yang diberi paparan S. aureus. Pada  penelitian ini,  mencit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu infeksi dan non infeksi. Kedua kelompok tersebut diberi ekstrak air M. citrifolia dengan dosis berturut-turut 25 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB selama 20 hari kemudian diinfeksi S. aureus sebanyak 1 x 109 sel. Pengamatan jumlah relatif sel TCD4+CD62L+ dan CD4+CD62L- dianalisis menggunakan flow cytometry melalui progam CellQuest dan dilakukan uji statistik ANOVA RAL faktorial dan uji BNJ melalui progam SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada kelompok non infeksi pemberian dosis 25 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB tidak berbeda nyata dengan kontrol normal, sedangkan dosis 300 mg/kgBB terjadi penurunan sel T naif (P0.05). Sel T naif pada kontol infeksi mengalami penurunan dibandingkan kontrol normal (P0.05). Sel T memori pada kontrol infeksi mengalami peningkatan dibandingkan kontrol normal (P0.05) Pada kelompok infeksi dosis 100 mg/kgBB mampu menurunkan jumlah sel T memori (P0.05)
Profil Gr-1 dan CD34 Mencit yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Pacsa Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Faroka, Dia; Rahayu, Sri; Rifa'i, Muhaimin
The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.293 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2013.003.01.03

Abstract

S. aureus menyebabkan berbagai macam penyakit infeksi sistemik, seperti endokarditis, osteomielitis, sindrom kulit melepuh, pneumonia dan penyakit Toxic Shock Syndrom (TSS). Faktor virulen S. aureus dapat menginduksi peningkatan neutrofil, inflamasi, serta menstimulasi sel T sehingga terjadi sekresi citokin proinflamasi secara besar-besaran. S. aureus resisten terhadap antibiotic sehingga mendorong masyarakat untuk mencari tanaman obat tradisional. Tanaman obat lebih efektif, efek samping lebih kecil, dan harga lebih murah dibandingkan obat sintetik. M. citrifolia dijadikan bahan alternatif pengobatan karena memiliki potensi sebagai anti mikroba, anti kanker, anti inflamasi  dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Gr-1 dan CD34 mencit yang diinfeksi S. aureus pacsa pemberian ekstrak air buah mengkudu (M. citrifolia). Penelitian menggunakan RAL factorial. Terdapat 2 kelompok yaitu kelompok non infeksi dan infeksi. Kedua kelompok diberi ekstrak air buah M. citrifolia dengan dosis berturut-turut 25 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB selama 20 hari kemudian diinfeksi S. aureus sebanyak 1 x 109 sel. Deteksi jumlah relatif Gr-1 dan CD34 menggunakan Flow cytometry, dianalisis dengan progam CellQuest dan dilakukan uji statistik ANOVA dan uji BNJ menggunakan progam SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pada kelompok non infeksi terjadi peningkatan Gr-1 pada dosis 100 mg/kgBB,  dosis 25 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB serta terjadi peningkatan dan penurunan CD34 secara signifikan (P<0.05). Pada kelompok Infeksi terjadi penuruan Gr-1 pada dosis 300 mg/kgBB, dan peningkatan CD34 pada dosis 100 mg/kgBB. Penurunan Gr-1 dimungkinkan karena senyawa M. citrifolia yang berperan sebagai anti inflamasi. Kata kunci: Morinda citrifolia, Staphylococcus aureus, Gr-1, CD34