Lia Handayani
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan. Universitas Abulyatama. Jalan Blang BIntang Lama Km. 8,5 Lampoh Keudee, Aceh Besar. Provinsi Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas penambahan nano CaO cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) kedalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan frekuensi molting udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Saidi Zufadhillah; Azwar Thaib; Lia Handayani
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Vol. 5 No. 2 (2018): Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i2.811

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2017 sampai dengan November 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Pada perlakuan A (pakan komersial tanpa penambahan nano CaO, perlakuan B (pakan komersial dengan penambahan 1% nano CaO), perlakuan C (pakan komersial dengan penambahan 2% nano CaO), perlakuan D (pakan komersial dengan penambahan 3% nano CaO). Hasil penelian menunjukkan bahwa frekuensi molting yang dihasilkan masing-masing perlakuan yaitu A 1,33 kali/ekor, B 1,67 kali/ekor, C 197 kali/ekor dan D 2,14 kali/ekor. Pertumbuhan bobot yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,77 g, B 2,02 g, C 2,39 g, dan D 2,58 g. Pertumbuhan panjang yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,63 cm, B 1,76 cm, C 2,11 cm, dan D 2,29 cm.Kata kunci: penggantian cangkang; nano kalsium; pertumbuhan; udang galahAbstractThis research began in August 2017 until November 2017. The experimental design used was 4 treatments and 2 replications. In treatment A (commercial feed without addition of nano CaO), treatment B (commercial feed with the addition of 1% nano CaO), treatment C (commercial feed with the addition of 2% nano CaO), treatment D (commercial feed with the addition of 3% nano CaO). the results showed that the frequency of molting produced by each treatment was 1.33 times / head, B 1.67 times / head, C 197 times / head, and D 2.14 times / head. the weight growth produced in each treatment was A 1.77 g, B 2.02 g, C 2.39 g, and D2.58 g. Long growth produced in each treatment is A 1.63 cm, B 1.76 cm, C 2.11 cm, and D 2.29 cm.Keywords: molting; nano calcium; growth; prawn
Pemanfaatan limbah kulit ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebagai gelatin: Hidrolisis menggunakan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda Dayva Putri Moranda; Lia Handayani; Suraiya Nazlia
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Vol. 5 No. 2 (2018): Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i2.850

Abstract

AbstrakKulit ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Kulit ikan dapat dimanfaatkan sebagai gelatin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi HCl terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 48 jam (1;2 b/v). Ekstraksi gelatin dilakukan menggunakan akuades (1:2 b/v, 80ÂșC, selama 6 jam). metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi HCl yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihasilkan menggunakan konsentrasi HCl 3% yaitu 7,92% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 1,75%, abu 1,51% dan lemak sebesar 22,02%. Gugus fungsi yang dihasilkan pada perlakuan terbaik terdapat amida A, II dan III.Kata kunci: FTIR, gelatin, HCL, kulit ikan tuna, rendemenAbstractYellowfin tuna skin is one of the most potential solid waste of fisheries product that have not been maximally utilized. Fish skin can be used as gelatin, because it is contained collagen. Collagen of fish skin can be hydrolyzed into a gelatin. The purpose of this research is to study the effect of adding HCl with different concentration. The treatment apllied was the addition of HCl with different concentrations 1%, 2% and 3% with immersion of fish bone for 48 hours (1:2 w/v). HCl concentrations used has an effect for the gelatin yield. HCl 3% concentration was the best treatment of concentration with the best yield. The yield of gelatin obtained was 7.92% from total fish skin samples. It has moisture content of 1.75%, ash content of 1.51% and fat content of 22.02%. There was functional groups amida A, II and III.Keywords: FTIR; gelatin; HCL; tuna skin; rendemen