Nuryanto Sasmito Slamet
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

An Application Of Distributed Biosphere Hydrological Model For Past Floods Replication (Case Study : Upper Citarum River Basin, West Java) Nuryanto Sasmito Slamet
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 3, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v3i1.260

Abstract

PEMODELAN NUMERIK BANGUNAN SHIPLOCK DALAM RANGKA PENGURANGAN EMISI CO2 DI LAHAN GAMBUT (STUDI KASUS : SEI AHAS) Nuryanto Sasmito Slamet
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 5, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.678 KB) | DOI: 10.32679/jth.v5i1.299

Abstract

Karakteristik Hidraulik Dan Pengembangan Blok Beton Terkunci Tipe Kubus Kaki Enam Berdasarkan Uji Model Fisik 2D Nuryanto Sasmito Slamet; Marta Nugraha Hidayat
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 4, No 2 (2013): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.875 KB) | DOI: 10.32679/jth.v4i2.517

Abstract

Pengembangan Blok Beton Terkunci (BBT) diinisiasi dalam bidang pengamanan pantai untuk mengamankan dan melindungi infrastruktur di daerah pantai dari bahaya gelombang. Namun demikian dengan kemudahan dan keseragaman yang baik dari Blok Beton, maka adaptasi Blok Beton dalam bidang sungai mulai dikembangkan. Kerusakan yang terjadi pada beberapa BBT-TKE di lapangan dapat dikelompokkan pada kerusakan susunan di lapangan serta kerusakan strukturnya. Kelemahan ini diperbaiki dan dijadikan acuan sebagai dasar untuk pengembangan BBT-TKE. Untuk mendapatkan karakteristik gerak mula BBT-TKE maka uji model hidraulik dua dimensi dilaksanakan di saluran kaca. Penyelidikan ini menggunakan model tanpa distorsi dengan skala model 1:33 ?. Penyelidikan di fokuskan pada kecepatan minimal yang dapat menggerakkan model BBT-TKE. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa material BBTTKE mempunyai bagian paling lemah pada susunan paling. BBT-TKE mengalami penurunan kinerja dengan bertambahnya jumlah lapisan yang disusun akibat dari efek pembendungan yang terjadi. Secara satuan pengembangan BBT Tipe Kubus Kaki Enam hasil pengembangan dapat meningkatkan kecepatan aliran minimal yang menggerakkan dari 1,3 m/s menjadi 2,07 m/s. Pengujian secara tersusun menunjukkan rentang pergerakan BBT Tipe Kubus Kaki Enam hasil pengembangan berkisar pada kecepatan 0,55 m/s hingga 3,21 m/s, sedangkan BBT Tipe Kubus Kaki Enam berada pada kisaran 0,7 m/s hingga 1,7 m/s.