Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS HIDROLIKA JARINGAN IRIGASI PIPA BERTEKANAN (STUDI KASUS DI DESA CIKURUBUK BUAH DUA SUMEDANG) Dadang Ridwan; Dadan Rahmandani
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 6, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2336.247 KB) | DOI: 10.32679/jth.v6i1.508

Abstract

Penggunaan jaringan pipa pada sistim irigasi dimasa mendatang, dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi kehilangan air di jaringan irigasi. Namun demikian, penerapan jaringan pipa untuk irigasi belum banyak dikaji secara mendalam, terutama dalam aspek hidrolikanya. Kehilangan energi akibat gesekan, belokan, perubahan penampang, dan lain-lain seringkali menjadi kendala, sehingga kecepatan aliran air semakin lemah dan mengecil. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung perencanaan hidrolika jaringan irigasi pipa, terutama dalam penerapan jaringan irigasi pipa di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Sumedang. Metode yang digunakan adalah analisis data skunder, dan difokuskan kepada analisis hidrolika jaringan irigasi pipa bertekanan dengan prinsip persaman kontinuitas dan teorema bernouli. Dari hasil penelitian didapat bahwa debit yang dibutuhkan untuk tanaman padi terbesar adalah sebesar 0,913 l/s/ha. Dimensi pipa untuk ruas BC-BS3 diperoleh 4-6 inchi dan untuk ruas BC-BK4-13 adalah 2-4 inchi. Jenis aliran air yang masuk pada jaringan pipa merupakan jenis aliran"Turbulen", dengan kehilangan energi gesekan (major losses) masingmasing sebesar 11,21 m, dan 14,42 m. Sementara kehilangan tinggi lokal (minor losses), ruas saluran utama BC BBS3 adalah sebesar 5,21 m, dan ruas BC-BK4-13 adalah 5,38 m. Kecepatan aliran 0,83-1,35 m/s, sehingga jaringan pipa selain mampu membawa sedimen dengan ukuran butir 0.018 mm, juga cukup aman dari kerusakan jaringan.
PINTU SORONPintu Sorong Tonjol Berbahan Fiberglass Sebagai Inovasi Alat Ukur Debit Dalam Operasi Irigasi TONJOL BERBAHAN FIBERGLASS SEBAGAI INOVASI ALAT UKUR DEBIT DALAM OPERASI IRIGASI Hanhan A. Sofiyuddin; M. Muqorrobin; Dadan Rahmandani; Ahmad Tusi; Budi I. Setiawan
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.979 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v8i1.354

Abstract

Discharge regulation and measurement in the irrigation scheme are needed to improve water distribution equity and reliability which are often constrained by damaged sluice gates and discharge measuring devices. Sluice gates which are generally made of iron are often damaged because of corrosion or theft. Whereas the discharge measuring devices are often inaccurate because the required flow condition is often eligible and demolished since in the opinion of the farmers these devices are blocking the water flow. In order to solve this problem, a research was conducted to create sluice gates that can be both, a discharge regulator and measuring device. These gates are made of fiberglass/Glass Fiber Reinforced Plastic (GFRP), which is lighter and more corrosion resistant than steel. The shape of this gate is a rounded sluice gate so that it can be used as a measuring device. Tests were then conducted to determine the hydraulic characteristics of flow and discharge formulas that can be used. These tests resulted a contraction coefficient of 0,867 with error rate (Mean Absolute Percentage Error/MAPE) of 3,8% for free flow and 10,4% for submerged flow or an average of 8,71%. This indicates that this rounded sluice gate is feasible to be used as a measuring device. For operational convenience in the field, operators can be equipped with discharge charts or discharge calculators in Java programs that can be operated on a Java MIDP 2.0 cell phone.