Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Difusi Inovasi Pada Institut Pertambangan Nemangkawi di Papua Oleh PT Freeport Indonesia Don Bosco Loho; Gitta Valencia
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v3i1.145

Abstract

This research is done based on having an interest in development in developing countries by western assumption on diffusion innovation. The literature review, we could see how the Latin American countries being developed economically through capital-intensive industries. Surprisingly, it didn’t give any significant progress as the western researcher thought it would be. Meanwhile that happens, the urges of economic development in Papua, Indonesia has risen. Most Papuan has a low number of quality education this matters also to its human resources growth. As the biggest most influential corporation in Papua, PT Freeport Indonesia has given a chance to fulfill its act of corporate responsibility and the needs of Papuan society for human resources development through Nemangkawi Mining Institute. It is a training and education centre consist of innovative programs.  As time goes by, critics emerge demanding the needs of a new alternative perspective for using diffusion of innovation in diverse nation. The research method used is qualitative, with personal interviews from corporate sources as well as participants of the Nemangkawi Mining Institute. Result of this research is a new explanation and understanding of the other side of PT Freeport Indonesia, which implemented through an innovative program at the Nemangkawi Mining Institute for the development of human resources in Papua that is self-reliant and qualified.Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan minat pembangunan di negara berkembang dengan asumsi barat terhadap difusi inovasi. Tinjauan literatur, kita melihat bagaimana negara-negara Amerika Latin dikembangkan secara ekonomi melalui industri padat modal. Anehnya, hal itu tidak memberikan kemajuan signifikan seperti yang diperkirakan oleh peneliti barat. Sementara itu yang terjadi, desakan pembangunan ekonomi di Papua, Indonesia telah meningkat. Kebanyakan orang Papua memiliki jumlah pendidikan yang rendah. Sebagai perusahaan terbesar yang paling berpengaruh di Papua, PT Freeport Indonesia telah memberikan kesempatan untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan dan kebutuhan masyarakat Papua untuk pengembangan sumber daya manusia melalui Institut Pertambangan Nemangkawi. Ini adalah pusat pelatihan dan pendidikan yang terdiri dari program inovatif. Seiring berjalannya waktu, kritik muncul menuntut kebutuhan perspektif alternatif baru untuk menggunakan difusi inovasi di berbagai negara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan
Analisis Kegiatan Marketing Public Relations Pada Museum Angkut, Batu Jawa Timur Don Bosco Loho; Jovani Shaloom
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v3i1.148

Abstract

The research focused on Marketing Public Relations program of Museum Angkut Batu, East Java. Although the interest of people in Indonesia to visit the museum is still low, Museum Angkut is able to attract many visitors. The purpose of this study is to know how the Marketing Public Relations program is run by Museum Angkut, and the obstacles and efforts to overcome obstacles in the Marketing Public Relations program. The research method used in this research is descriptive qualitative research. The result of this research shows that Museum Angkut uses all of the seven Marketing Public Relations Tools by Kotler and Keller. The obstacles of this program are promos not reaching all public targets due to varied customers, complaints that customer visits are sometimes not in accordance with the agenda that has been prepared by Museum Angkut. The efforts to overcome the constraints are to do a more vigorous promo, innovation in every Marketing Public Relations program, provide better service to customers and conduct surveys and mapping before doing an activity.Penelitian ini membahas mengenai kegiatan Marketing Public Relations pada Museum Angkut Batu, Jawa Timur. Meskipun minat masyarakat di Indonesia untuk berkunjung ke museum masih rendah, namun Museum Angkut mampu menarik minat banyak pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kegiatan Marketing Public Relations yang dijalankan oleh Museum Angkut, hambatan dan upaya mengatasi hambatan pada kegiatan Marketing Public Relations tersebut. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Museum Angkut melakukan ke-tujuh alat Marketing Public Relations yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller. Hambatan yang ditemui adalah promo tidak sampai ke semua target publik karena customer yang bervariasi, complaining dan kunjungan pengunjung yang terkadang tidak sesuai dengan agenda yang sudah disiapkan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah melakukan promo yang lebih gencar, inovasi dalam kegiatan Marketing Public Relations yang dijalankan, memberikan pelayanan yang semakin baik serta melakukan survey dan pemetaan sebelum melakukan suatu kegiatan.
Analisis Hermeneutika Atas Lirik Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza Sebagai Peneguhan Cinta Tanah Air Don Bosco Loho
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v3i2.164

Abstract

Hermeneutics is a theory originally intended to interpret scriptural text. But, nowadays hermeneutics also objected to understand the various forms of text that ultimately meas as a process of changing something or situation of ingnorance to be understood, and implemented in various interpretations of the text, one of which is the interpretation of song lyrics. One of philosophers who explored this theory is Hans-Georg Gadamer. According to Gadamer, an artist or author of a text may not necessarily be the ideal interpreter. Gadamer’s hermeneutics prioritizes the dialectical between the interpreter and the text by looking at the historical and cultural background of the text and  the text autor itself. This research interpret the three stanzas lyrics of Indonesia Raya antheme Song of Indonesia authored by Wage Rudolf Supratman. The research done under qualitative interpretif method. The findings  of the this research stated that the lyrics of Indonesia Raya has a deep meaning and loving upon the the homeland of Indonesia. This song will strengthen the Indonesian nasionalism spirit in order to gain Great Indonesia.Hermeneneutika merupakan teori yang pada awalnya bertujuan untuk menafsirkan teks kitab suci. Namun seiring berjalannya waktu, hermeneutika juga bertujuan untuk memahami berbagai bentuk teks yang pada akhirnya diartikan sebagai proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti, dan hal tersebut diimplementasikan pada teori penafsiran teks, salah satunya adalah penafsiran lirik lagu. Salah satu filsuf yang mendalami teori ini adalah Hans-Georg Gadamer. Bagi Gadamer, seniman atau pengarang suatu teks belum tentu dapat menjadi interpreter atau penafsir yang ideal. Hermeneutika Gadamer mengutamakan proses dialektika antara pernafsir dengan teks dengan melihat latar belakang sejarah dan kebudayaan dari teks dan pembuat teks  itu sendiri. Penelitian ini menafsirkan lirik lagu tiga stanza Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf Supratman yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif interpretif. Hasil penelitian menyatakan bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki makna yang mendalam akan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Lagu ini memberikan semangat dan meneguhkan rasa nasionalisme untuk terwujudnya Indonesia Raya.