Muhammad Arsyam
STAI DDI Kota Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai Kurikulum Berbasis Cinta Bermuatan Kearifan Lokal Bugis Makassar untuk Menumbuhkan Karakter Siswa Hariadi; Muhammad Arsyam; Hikmawati Sultani; Nur Fadilah; Mutia Mufida
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai kurikulum berbasis cinta yang bermuatan kearifan lokal Bugis Makassar dalam upaya menumbuhkan karakter peserta didik di madrasah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai kemanusiaan, empati, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif etnopedagogi untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya Bugis Makassar diintegrasikan ke dalam proses pendidikan. Data diperoleh melalui kajian literatur, dokumen akademik, serta interpretasi terhadap nilai-nilai budaya Bugis Makassar yang relevan dengan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), sipakainge (saling mengingatkan), siri’ (harga diri), dan pacce (solidaritas sosial) memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip kurikulum berbasis cinta. Integrasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Selain memperkuat sikap empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, pendekatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan identitas budaya dan pelestarian kearifan lokal di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta yang terintegrasi dengan kearifan lokal Bugis Makassar dapat menjadi model pendidikan karakter yang relevan dan berkelanjutan dalam membentuk generasi yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.