This Author published in this journals
All Journal DIALEKTIKA
Syarif Budhirianto
Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP) Kominfo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : DIALEKTIKA

PEMANFAATAN APLIKASI SAPAWARGA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI INFORMASI TERKAIT PANDEMI COVID-19 Syarif Budhirianto
Dialektika Vol 8 No 1 (2021): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v8i1.1955

Abstract

Aplikasi Sapawarga merupakan aplikasi satu pintu untuk memudahkan warga Jabar berkomunikasi dengan pemerintah daerah, fokus penelitian yang diungkap adalah bagaimana pemanfaatannya oleh para Ketua Rukun Warga (RW) sebagai media komunikasi dan informasi dengan warganya di Desa Cibogo Kec. Lembang Kab. Bandung terkait pandemi covid-19. Kajian ini menggunakan pendekatan teori komunikasi kesehatan yang bersifat kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dengan para Ketua RW dan Kepala Desa, studi dokumen dan observasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi Sapawarga telah dimanfaatkan oleh para Ketua RW sebagai platform media sosial untuk berkomunikasi dan berkolaborasi secara interaktif dalam menyosialisasikan program terkait pandemi covid-19. Sebagai media komunikasi dan informasi, aplikasi ini mempunyai proksimitas dengan warganya, sehingga lebih terpola lagi dalam mengakomodir permasalahan yang dihadapi di daerahnya yang tidak dapat diberikan oleh media mainstream lainnya. Komunikasi persuasif yang dilakukan para Ketua RW masih belum optimal dipatuhi oleh sebagian masyarakat, karena strategi komunikasi yang kurang kredibel dalam memberikan edukasi yang tepat sebagai bentuk antisipasi penanganan terhadap pandemi covid-19. Begitu pula pesan komunikasi yang disampaikan melalui media tidak langsung (media sosial) yang sudah menjadi tren pada masyarakat, acapkali konten yang disampaikan kurang dipahami secara benar, bahkan menimbulkan interpretasi yang berlainan.